Jenis Burung Pemakan Madu di Indonesia

Negara kita termasuk salah satu daerah yang paling kaya keanekaragaman hewannya, salah satunya adalah burung. Bagi yang tinggal di pedesaan, tentunya setiap pagi anda bisa mendengarkan kicauan burung-burung yang merdu. Selain burung yang memiliki kicauan cantik, ada juga jenis burung lain salah satunya si pemakan madu.

Jenis burung pemakan madu ini sering disebut sebagai kolibri di Indonesia, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa keanekaragamannya di tanah air kita sangat beragam. Ada yang populasinya masih banyak ataupun sudah jauh sangat berkurang, sehingga termasuk ke dalam jenis burung yang dilindungi. Pada artikel kali ini, marilah kita membahas secara singkat jenis burung pemakan madu yang ada di negara kita.

Jenis Burung Pemakan Madu

Menurut data yang saya dapatkan, paling tidak ada 13 jenis burung pemakan madu yang bisa ditemukan di Indonesia. Jumlahnya lebih dari 50% dari semua spesies burung pemakan madu yang ada di seluruh dunia (25 spesies). Beberapa jenis burung pemakan madu yang ada di Indonesia ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sriganti

Burung pemakan madu ini memiliki ukuran yang relatif kecil, sekitar 8 – 15 cm saja panjangnya. Walaupun berukuran kecil, kemampuan terbang burung ini termasuk cepat karena mampu terbang hingga kecepatan 54 km/jam. Hal itu dikarenakan Sriganti mampu mengepakkan sayapnya sebanyak 90 kali dalam waktu 1 detik. Kemampuan lain yang dimiliki oleh burung ini adalah ia mampu terbang mundur untuk menghindari para predator yang mengincarnya.

Burung Sriganti termasuk kedalam salah satu burung yang dilindungi di Indonesia, populasinya saat ini terus berkurang karena banyak diperdagangkan. Padahal peranannya di ekosistem sangatlah besar karena membantu penyerbukan tanaman yang di hutan, perkebunan ataupun lahan pertanian lain. Burung ini biasanya dapat ditemukan di hutan terbuka, perkebunan, pekarangan, taman dan mangrove yang ada di daerah dataran rendah hingga tinggi.

Burung Sriganti tidak hanya memakan madu lho, ia juga memakan serangga kecil dan laba – laba. Tubuh Sriganti jantan memiliki warna kuning terang di bagian bawahnya, dagu dan dada berwarna hitam keunguan dan bagian punggungnya hijau zaitun. Untuk betinanya memiliki warna tubuh bagian bawah yang seragam, yaitu kuning dan bagian punggungnya sama seperti sang pejantan yang berwarna hijau.

2. Manggar

Burung manggar atau sering disebut sebagai kolibri kelapa memiliki ukuran tubuh yang kecil, yaitu sekitar 13 cm panjang. Jenis burung pemakan madu ini memiliki paruh yang berukuran besar, dengan kicauan yang melengking dan cukup lantang. Karena suaranya yang melengking dan lantang tersebut, banyak pecinta burung kicau yang memeliharanya.

Burung yang bernama latin Anthreptes malacensis ini, banyak ditemukan di daerah dekat pantai, hutan mangrove dan perkebunan kelapa. Karena banyak perburuan yang dilakukan oleh manusia, saat ini populasinya sudah sangat berkurang. Hal itulah yang menyebabkan pemerintah Indonesia saat ini memasukkannya ke dalam salah satu hewan yang dilindungi.

Burung manggar jantan memiliki mahkota yang bersinar, bagian penutup sayapnya berwarna ungu cerah, bagian pipi dan dagunya berwarna coklat dan bagian bawahnya kekuningan. Untuk manggar betina, bagian atas tubuhnya berwarna hijau zaitun dan bawahnya berwarna kuning seperti pejantan. Selain menjadi pemakan madu, manggar yang dipelihara manusia juga bisa diberikan buah pisang, air gula dan kroto.

3. Kolibri Ninja

Kolibri Ninja atau dalam nama latin disebut sebagai Leptocoma sperata ini merupakan jenis burung pemakan madu yang banyak ditemukan di pinggir hutan dengan ketinggian hingga 200 meter dpl. Burung ini juga sering ditemukan di daerah perkebunan karet dan pesisir pantai, dimana populasinya masih cukup banyak di Pulau Jawa.

Burung kolibri ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, yaitu sekitar 10 cm saja. Burung ini memiliki ciri khusus pada bagian atas kepalanya yang berwarna hijau metalik dan disebut sebagai topi. Bagian leher burung pejantan berwarna ungu, dada berwarna merah kecoklatan dan abu – abu. Perbedaan antara pejantan dan betina dapat dilihat dari tingkat kegelapan bulu dadanya, apabila abu-abu cerah berarti betina sedangkan apabila kehitaman berarti pejantan.

4. King Konin

Jenis burung pemakan madu selanjutnya adalah King Konin yang memiliki nama latin Leptocoma calcostetha. Jenis burung ini biasanya hidup di tepi hutan mangrove ataupun rawa-rawa yang ada di dataran rendah hingga ketinggian 250 m dpl. Burung ini memiliki ukuran tubuh sedang, sekitar 13 cm dan memiliki bulu berwarna kehitaman di sebagian besar tubuhnya.

Burung pejantan dicirikan dari bagian dadanya yang berwarna ungu, memiliki setrip kumis dan di bagian dada atas serta tenggorokannya berwarna tembaga gelap mengkilap. Untuk burung King Konin betina, ciri khasnya terletak pada tenggorokannya yang berwarna keputihan, punggung berwarna zaitun, abu-abu di bagian kepalanya, perut berwarna kuning dan penutup ekor bagian bawahnya yang berbulu putih.

5. Burung Madu Jawa

Burung madu Jawa atau dalam nama latinnya disebut Aethopyga mystacalis, termasuk kedalam jenis burung yang dilindungi di Indonesia. Populasinya memang masih cukup lumayan, akan tetapi tren populasinya terus menurun di tiap tahunnya. Padahal burung ini memiliki peranan yang sangat penting di dalam ekosistem karena bermanfaat dalam penyerbukan bunga di hutan.

Jenis burung pemakan madu ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, sekitar 12 cm panjangnya untuk pejantan. Burung jantan memiliki bulu tubuh sebagian besar berwarna merah terang. Pengecualian terdapat pada punggungnya yang merah padam, tunggir kuning muda, perut kelabu muda dan bulu sayap yang berwarna hijau zaitun. Burung betina memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil, sekitar 9 cm panjangnya dan mayoritas bulu tubuhnya berwarna kelabu dan hijau zaitun buram. Pada sayap dan ekor burung betina biasanya dapat ditemukan sapuan bulu berwarna merah.

6. Kolibri Sepah Raja

Kolibri sepah raja dalam bahasa latin dikenal dengan nama Aethopyga siparaja dan termasuk ke dalam famili Nectariniidae. Jenis burung ini tergolong yang habitatnya tersebar cukup luas, tidak hanya di Indonesia saja tetapi seluruh dunia. Kolibri sepah raja banyak ditemukan di berbagai habitat, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Ukuran tubuh burung ini sekitar 10 hingga 15 cm, dengan berat antara 4,8 hingga 9 gram. Pejantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan betinanya, warna bulu tubuh pejantan merah terang. Jenis burung kolibri sepah raja jantan memiliki dahi berwarna ungu, ekor yang pendek dan perut yang gerap. Betinanya dapat diidentifikasi dari tubuhnya yang berwarna hijau zaitun gelap, paruh kehitaman dan kaki kebiru-biruan.

7. Kolibri Berleher Rubi

Jenis burung pemakan madu ini sebenarnya berasal dari Benua Amerika, akan tetapi persebarannya di Indonesia saat ini relatif cukup banyak. Salah satu penyebabnya adalah karena dulu banyak dilakukan impor untuk dijadikan hewan peliharaan. Maklum saja, burung yang bernama latin Archilochus colubris memiliki warna bulu yang sangat indah.

Burung ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil, sekitar 7 – 9 cm saja dan menjadikannya salah satu jenis burung pemakan madu terkecil di dunia. Sebenarnya tidak semua spesies burung ini memiliki warna merah rubi di bagian lehernya. Hanya pejantannya saja yang terdapat gorget berwarna merah rubi di lehernya. Pada betina, gorget tersebut tidak ada, diganti dengan bulu putih polos di bagian lehernya.

8. Kolibri Merak

Spesies burung ini dikenal juga dengan nama burung madu gunung, karena memang habitat utamanya berada di daerah hutan yang ada di pegunungan dengan ketinggian di atas 1.200 mdpl. Kolibri merak memiliki ukuran tubuh sedang, yaitu sekitar 13 cm panjangnya. Burung ini banyak dipelihara di Indonesia karena selain memiliki suara yang dianggap menyejukkan, warna bulu tubuhnya juga sangat indah.

Pejantannya memiliki mahkota dan garis tenggorokan yang berwarna biru – ungu mengkilap. Bagian lain tenggorokan serta dada atasnya berwarna merah kemerahan, sedangkan punggung dan sayapnya berwarna hijau zaitun. Burung ini memiliki tunggir berwarna kuning, ekor panjang kebiruan dan ada seberkas bulu putih pada bagian sisi tubuhnya. Burung kolibri merak betina memiliki tubuh bagian atas dan bawah berwarna hijau zaitun tua, ekornya burung betina juga lebih pendek dibandingkan jantannya.