Burung Madu Sriganti

Burung madu Sriganti merupakan salah satu fauna yang hidup di Indonesia dan hingga kini jumlahnya masih cukup banyak di alam bebas. Dalam klasifikasi hewan, sriganti dikelompokkan ke dalam famili Nectariniidae dan genus Nectarinia. Penggolongan Sriganti ke dalam kelompok tersebut dikarenakan ia merupakan burung yang memakan madu sebagai makanan utamanya. Walau begitu, sebenarnya burung ini tidak hanya dapat memakan madu lho.

Ciri – Ciri

Burung madu sriganti memiliki bentuk tubuh yang terlihat sangat cantik, dimana bulu tubuhnya dominan berwarna kuning. Burung ini terlihat sangat cantik ketika terbang berpindah dari satu dahan ke dahan lain untuk mencari makanan. Panjang tubuh burung ini hanya sekitar 10 hingga 13 cm dan beratnya antara 6 hingga 12 gram. Burung ini memiliki paruh yang panjang dan lancing, berfungsi untuk mengambil nektar (madu) yang ada di dalam bunga.

Ciri – Ciri burung madu sriganti jantan dan betina terdapat sedikit perbedaan, dimana burung pejantan bagian bawah tubuhnya berwarna kuning terang. Bagian dagu dan dada pejantan berwarna hitam atau ungu metalik sedangkan bagian punggungnya berwarna hijau zaitun. Berbeda dengan sang pejantan, pada burung betina bagian dagu dan dadanya berwarna kuning. Ukuran tubuh sang betina biasanya juga sedikit lebih kecil dibandingkan pejantan.

Biasanya burung ini hidup secara berkelompok kecil dan sangat aktif berkicau di alam bebas. Pergerakan sriganti juga terbilang sangat aktif, mereka akan berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon lain dengan cepat. Ketika memasuki musim kawin, burung ini akan membuat sarang berbentuk kantong yang dibuatnya dari rumput dan kapas alang-alang pada dahan pohon yang tidak terlalu tinggi. Telur burung ini berwarna keputihan dan terdapat bintik abu-abu putih di cangkangnya. Dalam sekali proses reproduksi, biasanya burung madu sriganti betina akan menghasilkan 2 buah telur.

Harga Burung Sriganti

Sriganti merupakan salah satu jenis burung pemakan madu yang populasinya masih cukup banyak di Indonesia. Bagi anda yang hidup di daerah pedesaan, tentunya masih bisa menjumpai burung yang cantik jelita ini. Sayangnya perburuan burung sriganti di alam terjadi cukup masif, sehingga setiap tahunnya terjadi penurunan jumlah populasinya di alam. Banyak pecinta burung kicau yang menganggap kicauan sriganti berkelas, dimana kicauannya dianggap satu level dengan burung cucak ijo.

Warna bulunya yang indah juga menjadi salah satu daya tarik Sriganti, menyebabkan banyak orang yang meminatinya. Warna tubuhnya yang kontras, antara hitam, hijau zaitun dan kuning menyebabkan tampilan burung ini enak untuk dipandang. Ia juga termasuk ke dalam burung yang aktif bergerak di dalam sangkar, apalagi jika dipelihara secara berpasangan.

Walaupun memiliki banyak keunggulan, harga burung madu sriganti tergolong sangat murah. Anakan burung sriganti dibanderol dengan harga sekitar 20 ribu hingga 50 ribu rupiah saja. Burung yang telah dewasa dan memiliki kicauan cukup baik pun memiliki harga yang masih terjangkau, sekitar 100 ribu rupiah. Apabila burung tersebut pernah memenangkan kontes burung kicau, barulah harganya naik secara drastis hingga jutaan rupiah.

Makanan Burung Madu Sriganti

Makanan utama burung sriganti adalah nektar (madu) yang diambilnya dari bunga, akan tetapi ketika dipelihara oleh manusia pemberian nektar dianggap sulit untuk dilakukan. Anda bisa memberikan makanan alternatif untuk sriganti yang anda miliki, yaitu serangga kecil, buah pepaya, buah pisang ataupun dadap.

Penggunaan jangkrik dan pepaya sebagai makanan rutin untuk burung Sriganti yang anda pelihara bisa menjadi pilihan terbaik. Kedua jenis makanan ini dapat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi burung yang anda pelihara. Kandungan air yang ada di dalamnya juga cukup banyak, dimana itu sangat bagus bagi kesehatan burung peliharaan anda.

Konservasi

Saat ini burung madu Sriganti memang tidak termasuk ke dalam salah satu jenis burung yang dilindungi di Indonesia tetapi karena banyaknya perburuan yang dilakukan kepadanya membuat populasinya menjadi mengkhawatirkan. Menurut ahli biologi alumni UGM, Adi Nugroho, Saat ini populasi burung sriganti sudah memiliki resiko terancam punah walaupun masih rendah. Banyaknya perburuan dianggapnya menjadi penyebab terus menurunnya populasi burung ini di alam.

Apalagi saat ini burung sriganti semakin populer di kalangan pecinta burung kicau, menyebabkan permintaan akan burung ini semakin bertambah. Padahal seperti yang telah disebutkan di atas, dalam sekali berkembang biak sriganti hanya menghasilkan 2 butir telur saja. Itu pun belum tentu semuanya menetas dan bisa tumbuh sehat menjadi burung dewasa. Ada banyak predator maupun faktor alam yang menyebabkan anakan burung tidak bisa tumbuh hingga dewasa. Oleh sebab itu, kita harus mulai mengkhawatirkan mengenai tren penurunan populasi burung ini yang sudah terjadi selama beberapa tahun belakangan ini.

Jangan sampai ketika populasi Sriganti menjadi tinggal ratusan ekor saja, barulah kita menjadi panik dan melakukan upaya pelestarian. Penjagaan populasi burung ini perlu dilakukan dari sekarang sehingga diharapkan burung pemakan madu Sriganti ini tetap bisa stabil hingga anak cucu kita. Untungnya pemerintah telah membuat peraturan yang mewajibkan penangkapan burung liar di alam untuk memiliki surat SATS-DN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar dalam Negeri).

Untuk mendapatkan surat SATS-DN ini tidaklah mudah, penangkapan burung yang tidak dilengkapi surat ini juga dianggap ilegal walaupun tidak tergolong burung yang dilindungi. Adanya peraturan ini, diharapkan membuat populasi burung liar di negeri kita tetap terjaga jumlahnya. Hanya saja memang sosialisasi dan pengawasan peraturan ini di lapangan perlu lebih ditingkatkan. Dimana hingga kini masih banyak penangkap burung yang tidak dilengkapi oleh surat SATS-DN ini dikarenakan malas mengurus ataupun tidak mengetahuinya.