Tanaman Fittonia

Tanaman Fittonia merupakan tanaman hias dari famili Acanthaceae. Ia merupakan tanaman yang memiliki keindahan dari daunnya. Meskipun kalah populer dengan Aglaonema, sebenarnya dari segi keindahan tanaman ini memiliki kelebihan tersendiri. Ia memiliki daun yang berukuran sedang sehingga cocok ditanam di pot kecil yang ditaruh di atas meja atau sebagai tanaman hias gantung. Ia juga merupakan tanaman yang tidak membutuhkan sinar matahari yang penuh sehingga bisa ditaruh didalam ruangan. Menaruh fittonia dipojokkan meja kerja anda juga bisa menjadi sebuah hal yang bisa anda lakukan agar suasana tempat kerja anda menjadi lebih asri.

Jenis Tanaman Fittonia

Terdapat 2 jenis tanaman Fittonia yang bisa anda tanam yaitu  :

  1. Fittonia argyroneura 
    Merupakan tanaman tropis yang tumbuh menjalar sehingga cocok jika ditempatkan di pot gantung. Daunnya berbentuk oval dengan Panjang 5-10 cm. Urat urat daunnya yang berwarna perak, dengan daging daunnya yang hijau tua menyebabkan tanaman ini nampak seperti mosaik. Selain daun yang berwarna hijau ada juga varietas dari tanaman ini yang memiliki daun berwarna hijau kekuningan, merah dan semu ungu.
    Tanaman ini pertama kali ditemukan pada abad ke 19 oleh sepasang ahli botani berama Elizabeth dan Sarah May Fitton. Tanaman ini memiki bunga yang berwarna putih semu merah tipis dan tidak terlalu mencolok dibandingkan keindahan daunnya. Bunganya ini jarang muncul ketika tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias di dalam ruangan.
  2. Fittonia verschaffeltii
    Secara morfologi, bentuk tanaman ini hampir sama dengan F. argyroneura,  yang membedakan keduanya adalah pada F. Verschaffelti urat urat daunnya berwarna merah. Ia juga merupakan tanaman hijau yang merambat, biasanya tumbuh setinggi 15 cm. Daunnya tumbuh dengan rimbun yang berbentuk bulat telur dengan panjang antara 7 hingga 10 cm dengan urat daun berwarna merah muda dan bulu-bulu pendek yang menyelimuti tangkai daunnya. Selain daun yang berwarna hijau, ada juga varietas tanaman ini yang berwarna merah tua walaupun agak jarang ditemukan. Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna putih dengan ukuran kecil. Bunganya biasanya muncul pada saat akhir musim penghujan.

Cara Merawat Tanaman Fittonia

Merawat tanaman hias Fittonia tidaklah sulit, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan yaitu

  1. Cahaya
    Tanaman hias ini menyukai taempat tempat yang teduh, jika ditaruh didalam ruangan gunakanlah lampu yang memberikan intensitas cahaya sebesar 150 footcandles. Sedangkan jika ditaruh di luar rumah, pastikan ia tidak terkena sinar matahari langsung pada siang hari karena akan menyebabkan daunnya layu. Ia masih tidak masalah jika terkena sinar matahari secara langsung di pagi atau sore hari.
  2. Temperatur
    Fittonia merupakan tanaman yang sensitif pada suhu,  ia cocok untuk tumbuh ditempat yang pada malam hari bersuhu 17,5-20 C dan siang harinya bersuhu 22,5 – 27,5 C. Jika suhu terlalu panas biasanya tanaman akan layu kemudian mati, sedangkan jika terlalu dingin pertumbuhannya akan terhambat.
  3. Kelembapan
    Tanaman Fittonia menyukai tempat yang memiliki kelembapan tinggi (lebih dari 50%).
  4. Penyiraman : Perlu disiram setiap hari sehingga media tanam selalu lembap
  5. Pemupukan
    Sebaiknya tanaman fittonia ini diberi pupuk setiap sebulan sekali agar dapat tumbuh dengan subur dengan dosis pupuk ½ tanaman hias. Tanaman yang baru dipotkan baru bisa dipupuk setelah berumur 4 bulan. Pemberian pupuk organik lebih direkomendasikan daripada pupuk kimia, terkadang ada pupuk kimia yang tidak cocok dengannya sehingga justru akan menyebabkan tanaman mati.
  6. Media Tanam
    Untuk menanam tanaman Fittonia ini sebaiknya anda menggunakan media tanam dengan komposisi 1/3 bagian tanah biasa, 1/3 bagian pasir dan 1/3 bagia pupuk kandang. Tambahkan pula dalam media tanam anda 1 sendok makan kapur dan 1 lapis pecahan batu merah di dasar pot. Media tanam ini perlu diganti setiap setahun sekali.

Cara Memperbanyak Fittonia

Cara memperbanyak tanaman fittonia sangatlah mudah, ia dapat diperbanyak dengan cara stek batang. Ambilah batang tanaman yang memiliki minimal dua tunas lalu tanam di tanah yang subur. Biasanya dalam waktu 2 atau 3 minggu akar tanaman sudah akan tumbuh dengan baik. Perbanyakan ini sebaiknya dilakukan pada akhir musim penghujan atau awal musim kemarau agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Perbanyakan yang dilakukan saat musim penghujan seringkali gagal karena batang mengalami pembusukan. Sedangkan saat musim kemarau karena tingkat kelembapan udara yang rendah batang seringkali menjadi layu dan kering sebelum tanaman bisa tumbuh dengan baik.