Tanaman Sambang Darah (Hemigraphis)

Tanaman Sambang darah ini sebenarnya tanaman yang lebih terkenal sebagai tanaman obat jika dibandingkan dengan tanaman hias.  Ia dapat digunakan untuk mengobati pendarahan karena mengandung asam shikimat, asam behenat, asam palmat, asam sterat serta Excoecariodes A dan B.

Ia juga dapat digunakan sebagai obat cacing, karena didalam daun ini terdapat senyawa racun yang dapat membuuh parasit di dalam tubuh. Karena ada kandungan racunnya tersebut, sambang darah ini sering juga dijadikan bahan pembuat racun ikan oleh nelayan.

Di pulau jawa tanaman yang bernama latin Hemigraphis ini sering digunakan sebagai tanaman pagar.  Selain sebagai tanaman pagar, ia dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor. Ukuran daunnya yang kecil membuatnya cocok untuk ditaruh dimeja yang ada dalam ruangan. Saya sendiri menaruh tanaman ini di dekat jendela di ruang kerja saya bersama dengan fittonia.

Jenis

Terdapat 2 jenis tanaman sambang darah yaitu Hemigraphis exotica yang merupakan tanaman yang tumbuh merambat sehingga baik untuk pot gantung. Daunnya berbentuk oval dengan tepi bergigi, permukaannya tidak rata, warna daun hijau keunguan mengkilat,  sedang permukaan bawah daun berarna ungu merah anggur. Bunga dari tanaman sambang darah ini berarna putih kecil kecil dan manis. Panjang daun 5-7 cm dengan lebar kurang lebih 3 cm.

Jenis kedua adalah Hemigraphis repanda, secara ciri ciri tanaman ini mirip dengan H. exotica, perbedaannya ada pada daunnya yang kecil kecil dan berbentuk lanset. Panjang daun 5-7 cm dengan lebar sekitar 1 cm.

Cara Merawat Tanaman Sambang Darah

Untuk tanaman dengan penampilan yang eksotis, ternyata cara merawat tanaman sambang darah sangat mudah untuk pemula. Dua faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menanam tanaman ini adalah masalah suhu dan penyiraman. Tanaman ini menyukai hidup di tanah yang kaya akan zat hara dan lembab, anda bisa memberikan pupuk sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa menempatkan tanaman ini di luar tanah terbuka di halaman rumah ataupun di pot.

Tanaman sambang darah sangat baik ditanam di pot yang ditempatkan di teras rumah atau di pot gantung. Ketika ditanam bersamaan dengan tanaman tropis lainnya, mereka dapat berfungsi sebagai tanaman trailing atau spiller. Ia sangat cocok dipasangkan dengan pohon ti sehingga kombinasi keduanya akan terlihat sangat baik sebagai tanaman penutup tanah. Saat ditanam diluar ruangan, pastikan ada pohon rimbun yang atau atap yang menaunginya karena ia tidak tahan sinar matahari langsung di siang hari.

Tanaman sambang darah tidak membutuhkan perawatan yang rumit, meskipun terkadang ia dapat juga terkena beberapa jenis hama. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam merawat tanaman ini iantaranya adalah sebagai berikut :

Pencahayaan
Tanaman ini paling baik di taruh didalam ruangan yang tidak terkena cahaya secara langsung atau jika ingin menempatkannya di luar, taruhlah ia di daerah yang teduh. Sinar matahari siang hari dapat menyebabkan tepi daunnya hangus, selain itu kilau yang ada daunnya juga akan memudar jika terkena sinar matahari langsung. Ia dapat tumbuh dengan subur di ruangan tertutup yang ada lampunya.

Tanah
Saat ditanam didalam pot, media tanam yang baik digunakan adalah media dengan komposisi 1/3 bagian tanah biasa, 1/3 bagian pasir, 1/3 bagia pupuk kandang dan pada bagian dasar pot diberikan batu merah. Media tanam ini perlu diganti setiap tahun. Jika anda memutuskan untuk menanamnya di tanah terbuka sebagai tanaman penutup tanah, pastikan anda menyemprotkan pupuk cair setiap sebulan sekali untuk memperkaya unsur hara tanah.

Penyiraman
Tanaman ini menyukai tanah yang lembap. Sehingga anda perlu menjaga agar tanahnya tetap lembap. Saat anda menaruhnya di dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari langsung, anda cukup menyiramnya setiap 3 hari sekali. Sedangkan jika ditanam di lahan terbuka, maka anda perlu menyiram tanaman sambang darah anda setiap hari saat musim kemarau.

Suhu dan Kelembapan Udara
Sambang darah membutuhkan kondisi lingkungan dengan kelembapan yang tinggi dan suhu yang hangat. Kedua hal itu merupakan suatu yang mudah didapatkan bagi kita yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Pebanyakan
Tanaman ini termasuk tanaman yang mudah di kembangbiakan, dengan stek batang saja tanaman ini sudah dapat tumbuh. Selain stek dapat juga diperbanyak dengan cangkok dan biji.