Tanaman Anthurium

Anthurium menjadi salah satu tanaman hias paling mahal di 2021, sebabnya adalah karena ia memiliki banyak penggemar. Sosok tanaman hias satu ini memang menarik untuk diketahui lebih detail. Pada artikel kali ini saya akan mengulas beberapa hal seputar tanaman ini, seperti daerah asal, klasifikasi dan morfologinya.

Daerah Asal dan Penyebaran

Nama Anthurium berasal dari bahasa Yunani, yaitu anthos (bunga) dan oura (ekor), sehingga tanaman ini memiliki arti bunga ekor. Oleh sebab itu, tanaman ini dikenal oleh orang barat dengan sebutan tail flower. Hal yang serupa juga terjadi di Indonesia, orang awam sejak dulu telah memanggil tanaman ini dengan sebutan bunga buntut. Sebabnya adalah karena bunganya menyerupai ekor yang tertutup seludang berbentuk jantung, seludang inilah yang justru sering digunakan untuk bunga potong.

Daerah asal Anthurium diduga dari Benua Amerika yang beriklim tropis, khususnya di Peru, Kolombia dan negara Amerika Latin lainnya. Tanaman ini juga ditemukan secara alami di daerah Amerika Tengah serta di kawasan Guyana. Walau begitu, Anthurium saat ini telah tersebar hingga ke daerah yang beriklim sub tropis. Di daerah yang beriklim sub tropis ini, Anthurium juga bisa tumbuh dengan baik yang menyebabkan tanaman ini menjadi cukup populer di negara barat.

Di negara Indonesia, jenis Anthurium yang pertama kali dikenal luas adalah Anthurium crystallinum atau yang lebih dikenal dengan nama tanaman kuping gajah. Tanaman ini telah ada di pulau Jawa sejak masa kerajaan, dimana kuping gajah dikenal sebagai salah satu penghias di istana para raja. Bentuk daunnya yang unik, seperti telinga gajah yang berukuran besar menjadi daya tarik dari tanaman ini.

Saat ini persebaran Anthurium sudah hampir ke seluruh dunia, ia menjadi salah satu tanaman hias terpopuler. Di Indonesia sendiri banyak bermunculan varian baru hasil dari kawin silang yang dilakukan pembudidaya. Saat baru pertama kali muncul, biasanya tanaman tersebut memiliki banderol yang cukup tinggi diakibatkan keunikannya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ada Anthurium jenis baru yang terjual di kisaran puluhan juta rupiah.

Klasifikasi Anthurium

Anthurium merupakan tanaman semak yang berumur tahunan (perennial) dengan batang tegal masif yang memiliki tinggi sekitar 20 – 50 cm. Klasifikasi Anthurium dalam sistematika tumbuhan adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : ANgiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Arecales
Famili : Araceae
Genus : Anthurium
Spesies : Anthurium crystallinum, A. hookeri, A. jari, A. Jeemani dan lain sebagainya.

Anthurium merupakan salah satu genus terbesar di dalam famili Araceae. Di dalam genus ini, terdapat sekitar 608 spesies tanaman yang sebagian besar berbentuk herba dan tumbuh tersebar di daerah tropis khususnya Amerika Selatan. Beberapa spesies tumbuh sebagai tanaman hias di kawasan Kebun Raya, menjadi koleksi pribadi dan di kebun – kebun komersial. Spesies penting yang sangat populer dan mempunyai nilai ekonomi tinggi diantaranya Anthurium andreanum dan A. scherzerianum, keduanya memiliki bunga yang bentuknya sangat menarik.

Morfologi Tanaman Anthurium

Ciri morfologi tanaman anthurium diantaranya memiliki bentuk daun yang berurat dengan tulang daun yang besar, berwarna hijau tua dan daun lebar. Anthurium merupakan tanaman tahunan berbentuk perdu yang tumbuhnya merambat dan memanjat. Morfologi dan karakteristik tanaman Anthurium diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Akar Anthurium

Tanaman Anthurium berakar serabut, berbentuk bulat kecil dan panjang, mempunyai akar tunjang yang tumbuh dari pangkal batang serta menembus tanah pada kedalaman 40 – 60 cm. Jumlah akar Anthurium sangatlah banyak, berwarna putih atau krem sampai coklat dan menyebar ke segala arah. AKarnya tumbuh atau melekat pada batang / bonggol yang akan membentuk bola serabut. Di samping akar ini, Anthurium membentuk akar dari ketiak daun atau disebut dengan akar udara.

2. Batang Tanaman Anthurium

Batang tanaman ini tidak terlihat karena terbenam atau tertutup di dalam media tanam. Tanaman ini mempunyai batang lunak, basah (herbaceous) dan berbuku – buku tempat melekatnya tangkai daun. Setelah tanaman menjadi dewasa, pada batangnya akan ditumbuhi oleh akar dan membesar. Batang yang membesar ini, kemudian disebut dengan nama bonggol. Kadang dari bonggol ini akan muncul anakan atau tunas baru. Bonggol ini juga bisa digunakan sebagai bahan untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif yang memiliki sifat sama seperti induknya.

3. Daun Tanaman Anthurium

Daun Anthurium mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda untuk setiap spesiesnya, seperti berbentuk jantung (heart shae), bundar, lonjong, lancip dan memanjang. Daun mempunyai tangkai daun (petiole) yang lancip dan memanjang. Permukaan daun bagian atas pada umumnya licin dan mengkilap. Ujung pangkal daun lancip dan runcing, sedangkan pangkal daun umumnya tumpul atau melekuk ke bagian dalam daun. Daun tanaman Anthurium tumbuh tunggal, tebal dan kaku. Daun berpelepah dan berwarna hijau. Tekstur daunnya beragam, halus atau rata, keriput atau berkelok sampai keriting. Ukuran daun dapat mencapai 30 cm dengan lebar sekitar 15 cm.

4. Bunga Tanaman Anthurium

Bunga Anthurium berumah satu, artinya dalam satu bunga terkandung sel kelamin betina dan sel kelamin jantan. Bunga berbentuk tongkol dengan warna kecoklatan. Struktur bunga anthurium terdiri atas spathe, spadik dan tangkai bunga (peduncle). Semua bagian bunga tersebut menjadi satu kesatuan dan berbentuk seperti ekor, sehingga anthurium dikenal dengan nama si bunga ekor. Bunga anthurium sebenarnya merupakan bagian yang keluar dari satu spike, spadik atau struktur seperti lilin tersembul dari dasar spathe.

Bagian paling atraktif dari anthurium adalah spathe yang secara aktual merupakan bentuk modifikasi daun. Spathe ini mempunyai beragam variasi ditinjau dalam warna, ukuran, bentuk dan keutamaan uratnya. Warna bunga yang ada diantaranya merah, orange, merah muda, merah kekuningan, putih dan berbagai warna lainnya yang berbeda dalam corak dan intensitas.

Spadik juga bervariasi dalam bentuk dan panjangnya, ada spandik yang menggulung, semi menggulung dan tumbuh lurus tergantung pada sudut yang dibentuk pada dasar spathe. Ujung spadik bisa tumpul maupun meruncing. Bila spathenya mekar, warna spandik berkisar antara pink kemerahan, ungu dan kekuningan. Bila telah terjadi pembuahan pada bunga anthurium, maka warna spandik akan berubah menjadi hijau

Putik dan tepung sari bunga anthurium letaknya menempel pada tongkol. Keduanya memiliki waktu masak yang tidak bersamaan (dichogamous). Biasanya putik akan masak lebih awal dibandingkan dengan tepung sari, sehingga jarang terjadi pembuahan apabila hanya ada 1 anthurium yang ditanam dalam satu tempat.

5. Buah dan Biji

Buah tanaman Anthurium berbentuk bulat dan menempel pada bagian tongkolnya. Buah yang masih muda berwarna hijau, akan tetapi setelah masak akan berubah menjadi merah. Biji yang telah masak akan terlepas dari bagian tongkolnya. Biji tanaman ini berwarna putih dan berbentuk bulat atau lonjong. Biji yang baik dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan generatif. Bibit yang dihasilkan dari biji pada umumnya mempunyai sifat yang berbeda dibandingkan induknya.