Jenis Anthurium

Anthurium merupakan salah satu jenis tanaman hias paling mahal di Indonesia. Semula nama tanaman anthurium hanya dialamatkan kepada tanaman kuping gajah. Ciri khasnya terletak pada daunnya yang berbentuk jantung dan menyerupai telinga gajah. Sesungguhnya ini menunjuk pada Anthurium crystallianum. Dan itulah tanaman anthurium pertama yang diintrodusir ke Indonesia.

Namun, sesuai dengan perkembangan zaman, kini telah banyak dijumpai jenis anthurium lainnya, bahkan dengan penampilan yang lebih mempesona. Harga Anthurium pernah mencapai puncak keemasan pada tahun 2011-2013, saat itu Anthurium jemanii alias gelombang cinta memiliki harga yang sangat mahal. Saat ini pesona tanaman hias daun ini kembali naek, bersama dengan Philodendron dan Aglaonema, Anthurium menjadi tanaman hias termahal di 2020.

Jenis Anthurium Paling Mahal di 2020

Ada dua jenis anthurium yang memiliki harga paling mahal di tahun 2020 ini. Keduanya adalah anthurium keris yang berwarna hitam dan juga anthurium adreanum yang bunganya mengalami variegata. Keduanya di tahun 2020 ini memiliki harga yang mencapai jutaan rupiah.

Anthurium adreanum Variegata

Anthurium adreanum yang mengalami mutasi genetik (variegata) dapat menghasilkan perubahan di bentuk morfologinya. Salah satunya adalah membuat bagian bunganya menjadi memiliki warna yang berbeda. Mutasi yang terjadi pada bagian bunga jenis anthurium ini sangat jarang terjadi.

Semakin unik dan indah perubahaan yang terjadi maka akan semakin mahal pula harga anthurium tersebut. Contohnya saja seperti gambar diatas, dimana di dalam bunganya terdapat 3 paduan warna yaitu putih, hijau dan merah. Keunikannya tersebut membuat jenis anthurium ini menjadi yang termahal di 2020 dan dibadnerol mencapai puluhan juta rupiah per tanamannya.

Anthurium Keris

Sesuai dengan namanya, jenis anthurium ini bentuknya mirip keris yang merupakan senjata tradisional masyarakat Jawa. Daunnya memanjang berwarna hijau dan bergelombang, memberikan kesan yang eksotik terhadap tanaman hias ini. Karena keunikannya tersebut, banyak orang yang menyukainya sehingga menyebabkan harganya naik.

Apalagi untuk varian yang daunnya berwarna hitam, jumlahnya saat ini di pasaran sangat langka. Hal itu menyebabkan jenis anthurium ini sangat mahal harganya di pasaran.

Jenis Anthurium Lain

Anthurium merupakan kelompok Genus tanaman dengan beragam spesies. Diperkirakan ada sekitar 1.000 jenis anthurium yang telah teridentifikasi. Dari seribu spesies yang ada tentu tidak semuanya merupakan tanaman hias.

Walau memiliki harga yang lebih rendah apabila dibandingkan 2 jenis anthurium mahal yang telah saya sebutkan diatas. Ada beberapa jenis lainnya yang sangat  indah untuk dijadikan tanaman hias, diantaranya adalah sebagai berikut :

Anthurium hookeri

Anthurium hookeri di luar negeri dikenal dengan nama bird’s nest anthurium atau anthurium sarang burung. Tanaman ini merupakan salah satu spesies dari genus Anthurium dan merupakan salah satu jenis anthurium yang masih bisa bertahan di pasaran setelah masa booming tanaman hias ini berakhir. Hal ini dapat dibuktikan masih banyak pecinta tanaman hias yang mencari informasi tentang tanaman ini, paling tidak setiap bulan ada sekitar 2.000 orang yang mencari informasi tentang spesies ini di google.

Penjualan spesies ini di pasar tanaman hias juga masih banyak, berdasarkan wawancara saya ke salah satu penjual anthurium di bukalapak. Paling tidak dalam sebulan ia masih dapat menjual sekitar 20-30 tanaman. Biasanya tanaman yang dijual di pasaran merupakan hibrida dan bukan spesies aslinya. Di pasar tanaman hias luar negeri nama hookeri juga cukup populer dan banyak penghoby tanaman hias di amerika yang memelihara jenis tanaman ini.

Dalam dunia perdagangan tanaman hias, nama Anthurium hookeri sering dipakai sebagai nama jenis hybrida yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan spesies ini. Berdasarkan pengamatan saya banyak hookeri yang dijual di Indonesia, yang tidak benar benar spesies hibrida yang berkaitan langsung, tapi hanya meminjam nama “Anthurium hookeri” ini. Sebagai contoh banyak hibrida dari spesies Anthurium schlechtendalii atau Anthurium plowmanii yang disebut oleh pembudidaya nakal sebagai hookeri.

Hal ini disebabkan oleh sebigu terkenalnya nama spesies anthurium ini baik di Indonesia atau mancanegara. Agar anda tidak salah dalam membeli anda bisa memperhatikan ciri ciri dari Anthurium hookeri berikut ini.

  1. Daunnya berbentuk roset (Letak daun yang rapat berjejal dengan ruas amat pendek, sehingga sukar dibedakan daun tua dan muda)
  2. Daunnya tipis dan memiliki panjang antara 35 – 89 cm dan lebar 10 – 26 cm.
  3. Daunnya berwarna hijau tua dengan tulang daun yang terlihat jelas.
  4. Di dalam daunnya terdapat petioles berbentuk segitiga atau berbentuk menyerupai huruf D dengan panjang 2- 9 cm.
  5. Daun menunjukkan venasi skalarformasi dan verervasi supervolute.
  6. Terdapat kelenjar kecil berwarna hitam yang mengcover daun.
  7. Buah yang dihasilkan oleh tanaman ini berwarna putih.

Anthurium ferrierense

Jenis Anthruium ini memiliki daun yang berwarna hijau cerah, tepi daun rata dan permukaan daun licin seperti kuli. Panjang daun 15-20 cm dan lebar 10 – 15 cm. Tangkai daun bulat kecil panjang 30 – 40 cm. Tinggi tanaman kira kira 70 cm.  Selain pada daunnya, daya tarik dari tanaman ini ialah pada bunganya yang bentuknya seperti tongkol kecil dengan panjang 3-5 cm. Bentuk bunganya memang sederhana, tetapi justru disitulah letak daya tariknya. Bunganya yang berbentuk lonjong itu dibalut oleh seludang bunga berwarna merah sehingga terlihat sangat kontras dengan daunnya yang berwarna hijau..

Anthurium crystallinum (Kuping gajah)

Merupakan tanaman hias indoor yang berasal dari peru. Daunnya sangat menarik berbentuk jantung yang besar menyerupai telinga gajah. Warna daun hijau tua dengan urat urat daun yang berwarna hijau muda keputih putihan jelas menonjol di atas dasar yang hijau kelam seolah olah kristal. Panjang daun 20 -40 cm dengan lebar 15 – 38 cm. Tepi daun rata, tangkai daun bulat kecil sepanjang 40 – 50 cm. Tanaman dapat tumbuh setinggi 80 cm.

Anthurium macrolobium

Daya tarik jenis Anthurium ini ada pada daunnya. yang berbentuk hati memanjang dengan batang segi enam. Daun berwarna hijau dengan tepi yang bertoreh menjari (berlekuk). Tinggi tanaman ini bisa mencapai 100 cm. Spesies ini kurang terlalu diminati di pasaran yang menyebabkan harga jualnya yang rendah.

Anthurium Superbum

Jenis tanaman anthurium ini tergolong tanaman langka, sehingga wajar jika sulit untuk didapatkan. Ia merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Latin, disana ia secara alami hidup di habitat hutan tropis yang berada di daerah dataran rendah. Tanaman ini menyukai daerah yang memiliki kelembapan tinggi sehingga cocok untuk ditanam di Indonesia. Hanya saja, untuk mendapatkannya anda perlu merogoh kocek dalam-dalam karena bibit jenis anturium ini harganya mencapai 2,5 juta per tanaman.

Anthurium magnificum

Tanaman hias ini berasal dari colombia, tinggi tanaman bisa mencapai 70 cm. Daun sangat besar mengkilat seperti beledu.

Anthurium regale

Tanaman hias ini berasal dari peru, tingginya 70 – 100 cm. Daun sangat besar, warnanya hijau tua dan urat urat daunnya cerah (hijau muda). Daun bunga berwarna cokelat dengan tongkol kecil berwarna cokelat.

Anthurium robustum

Tanaman dapat tumbuh setinggi 1 meter dengan daun daun besar hijau tua dengan urat urat daun yang hijau cerah. Bunganya mirip A. regale tetapi warnanya hijau kecoklatan.

Morfologi Anthurium

Tanaman anthurium secara morfologi, memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Daun

1. Bentuk Daun

Daya tarik yang menonjol dari tanaman anthurium adalah bentuk daunnya yang bervariasi, misalnya menjari, lanset, bergelombang, panjang, bulat telur, cekung seperti mangkuk, hingga menyerupai jantung, ciri paling klasik yang dimiliki anthurium adalah tekstur daunnya tebal, kaku dan keras.

Selain itu, lekukan pinggir daun anthurium sangat menggoda hati. Sebab beberapa di antaranya ada yang mirip kepala ular kobra yang siap mematuk, naga, penari jaipong, keris hingga menyerupai gelombang laut. Bahkan, ada yang menggantung seperti anthurium dasi dan menjulang tinggi seperti anthurium golok. Panjang daun anthurium bisa mencapai 20 – 1500 cm dan lebarnya 3 – 50 cm.

2. Warna Daun

Umumnya, warna daun didominasi oleh hijau muda atau hijau pupus dan hijau tua, tetapi beberapa diantaranya ada yang variegata sebagai akibat dari kelainan genetika pada tanaman. Sebagian besar warna daun anthurium variegata merupakan kombinasi warna hijau dengan putih atau hijau dengan totol totol putih. Tanaman yang mengalami variegata ini biasanya dihargai sangat tinggi.

3. Tekstur Daun

Salah satu daya tarik anthurium daun adalah tekstur daunnya yang bervariasi dan urat urat daunnya yang tampak jelas. Tekstur tanaman ini ada yang halus, kasar, berlekuk lekuk dan ada juga yang mirip kulit jeruk. Pada jenis tertentu, ada tekstur daun yang menyerupai sayur sawi, kulit ular atau daun jati. Daya tarik lain dari anthurium adalah hampir seluruhnya memiliki tajuk yang bagus. Artinya daunnya tumbuh teratur, simetris dan tidak saling menumpuk.

Batang dan Tangkai

Ciri batang tanaman anthurium umumnya tidak berkayu, tetapi beruas ruas dan sering terlihat basah. Apabila kondisi pertumbuhannya terpenuhi, tunas tunas tunas baru akan keluar dari ruas ruas batang. Selain itu, batang anthurium daun umumnya terletak di dalam tanah dan terselimuti oleh akar. Bagian yang tampak menjulur ke luar sebenarnya bukan batang, melainkan tangkai daun. Salah satu jenis anthurium daun yang batangnya keluar ke permukaan tanah adalah Anthurium crystallinum atau yang biasa dikenal dengan nama kuping gajah.

Tangkai anthurium daun umumnya kotak, hanya segelintir yang bulat silindris misalnya A. crystallinum dan A. luxuriants. Ukuran tangkainya ada yang panjang, tetapi ada juga yang pendek. Contoh A. bertangkai panjang adalah A. veitchii, A. crystallinum dan A. garuda. Sedangkan contoh anturium bertangkai pendek adalah A. jemanii.

Buah dan Biji

Buah anthurium memiliki ciri ciri berwarna merah ketika sudah matang dan berwarna hijau saat masih muda. Buah ini melekat pada tongkol anthurium. Buah yang sudah matang jika dipencet akan mengeluarkan biji berwarna hitam dan berbentuk lonjong. Biji ini umumnya digunakan untuk perbanyakan tanaman atau pembibitan. Anakan hasil semai bisa berbeda sifat dengan induknya. Tergantung pada persilangan yang dilakukan sebelumnya.

Bunga

Jangan salah dalam melihat bunga anthurium, kebanyakan orang menyangka bahwa bunga anthurium terletak rapat dengan tongkol dan berbentuk lebar seperti hati. Sebenarnya bagian tersebut bukanlah bunga tanaman ini, tetapi merupakan seludang bunga. Bunga anthurium yang asli berbentuk kecil kecil dan menempel pada tongkol.

Anthurium termasuk jenis tumbuhan berumah satu. Artinya, dalam satu bunga terdapat dua kelamin, yakni jantan dan betina. Melalui bunga ini, ia dapat dikawin silangkan, baik antar spesies maupun antar varian. Kawin silang ini bisa dilakukan secara alami, tetapi bisa juga dibantu manusia. Masaknya putik dan tepung sari tidak bersamaan (dichogamaous). Pada umumnya putik masak lebih awal dibandingkan tepung sari.

Akar

Pada dasarnya, tanaman yang sehat ditunjang dengan perakaran yang sehat pula. Akar tumbuh pada batang atau bonggol yang terbenam dalam media. Biasanya akar berwarna putih, hijau, krem atau cokelat. Namun ciri akar yang sehat bisa dilihat dari warnanya yang putih dan bersih, serta tumbuh hampir menutupi semua bonggol. Pertumbuhan akar anthurium dimulai dari pangkal batang. Umumnya, akar anthurium adalah akar serabut. jadi, semakin banyak rambut akar menandakan pertumbuhan tanaman bisa semakin cepat.

Media Tanam Anthurium

Begitu banyak pilihan media tanam yang tersedia di pasaran. Padahal, tidak semua media tanam cocok untuk semua jenis tanaman. Ada tanaman tertentu yang perlu di tanam di media khusus, oleh karena itu selain perawatan dan pemberian pupuk pemilihan media tanam yang tepat adalah mutlak dalam budidaya tanaman anthurium.  Hal ini supaya tanaman tumbuh subur dan cantik.

Pada dasarnya, anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekali pun. Namun, pertumbuhannya tidak sebaik jika di tanam di media yang porous, subur, lembab dan tidak basah. Media yang biasa digunakan para pembudidaya anthurium adalah campuran pakis, sekam bakar, pasir malang dan pupuk kandang dengan perbandingan yang berbeda beda sesuai dengan kebutuhan dan lokasi tanam.

Pakis dikenal sebagai bahan campuran media yang bisa menyimpan air dalam jumlah cukup. Selain itu, daya tahannya sebagai campuran media juga tidak mudah lapuk dengan drainase dan aerasi yang baik untuk tanaman sehingga media ini sangat baik digunakan di daerah yang memiliki curah hujan tinggi.

Sementara itu, sekam bisa digunakan karena alur tekstur yang kasar sehingga udara mudah masuk. Komposisinya mirip dengan pasir malang yang memiliki rongga untuk perputaran udara. Namun, sekam yang digunakan untuk media tanam anthurium sebaiknya sudah dibakar agar tanaman terhindar dari hama yang biasa bersarang pada sekam yang tidak dibakar. Disarankan menggunakan sekam 25% saja untuk campuran media tanam anthurium, karena dalam jumlah yang banyak kemampuan media dalam menyerap air kurang optimal. Kelemahan penggunaan sekam bakar ini adalah mudah hancur, sehingga harus rajin melakukan penggantian media tanam.

Sedangkan untuk media penyubur tambahan bisa digunakan pupuk kandang seperlunya. Pupuk yang berasal dari kotoran ternak atau unggas dan humus ini memiliki kandungan N yang sangat tinggi, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan daun serta mampu membentuk sel dan jaringan pada tanaman. Namun, pupuk yang digunakan harus benar benar sudah matang atau sudah difermentasi secara sempurna. Sebab, jika menggunakan kotoran ternak langsung bisa mengakibatkan suhu di dalam tanah meningkat dan akhirnya tanaman akan mati.

Untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit, sebaiknya media tanam tersebut disterilisasi terlebih dahulu. Sterilisasi bisa dilakukan secara manual dan kimiawi.

Langkah manual bisa dilakukan dengan mengukus media tanam dengan plastik berlubang. Bisa juga media tanam disangrai sampai berasap atau dijemur di bawah terik matahari. Setelah itu, media dimasukkan ke dalam plastik dan ditutup rapat selama seminggu. Sedangkan sterilisasi secara kimia bisa dilakukan dengan cara menaburkan Furadan atau Basamide G ke dalam media dengan dosis sesuai yang tertera pada kemasan.

Berikut ini beberapa variasi komposisi media yang selama ini dianggap ideal untuk anthurium

  • Cacahan pakis dan kadaka dengan perbandingan 1:1
  • Sekam bakar dan pupuk kandang yang telah difermentasi dengan perbandingan 1:1
  • Pakis, humus dan pupuk kandang dengna perbandingan 1:1:1
  • Pakis dan sekam bakar perbandingan 1:4

Cara Merawat

Cara merawat anthurium tidaklah sulit, pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang media tanam. Kali ini marilah kita bahas step berikutnya dalam cara merawat anthurium yaitu masalah pemupukkan, penyiraman dan repotting.

Pemupukan Anthurium

Anthurium seperti halnya tanaman lainnya, membutuhkan unsur hara untuk menunjang pertumbuhannya. Karena itu, pemupukan tetap harus dilakukan agar tanaman hias kesayangan anda cukup mendapatkan suplai hara. Jenis pupuk yang diberikan harus sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman. Saat dalam masa vegetatif, berikan pupuk dengan kandungan nitrogen (N) lebih banyak, baik itu berupa pupuk cair maupun butiran.

Namun saat tanaman memasuki masa generatif, berikan pupuk dengan kandungan P dan K tinggi. Pemberian dua unsur hara ini dapat memancing tumbuhnya bunga, untuk aplikasinya diberikan sesuai yang tertera dalam kemasan. Pupuk slow release bisa diberikan setiap 3-5 bulan sekali dengan menyebarkannya secara merata ke sekeliling tanaman. Lebih baik lagi jika pupuk majemuk dicampur ke media tanam sebelum ditanami. Caranya, pupuk dimasukkan kemudian ditutup lagi dengan media. Dengan demikian, kandungan hara pupuk akan lebih lama bertahan di media.

Selain itu, bisa juga diberikan pupuk yang mudah larut ke dalam air yang disemprotkan ke tanaman atau disiramkan ke media. Sementara itu, pupuk daun bisa diberikan setiap 1-2 minggu sekali. Langkah itu untuk mempertahankan kondisi daun agar tetap prima dan juga mempercepat pertumbuhan daun. Sebaiknya pemupukan dilakukan pada pagi atau sore hari agar unsur hara tidak cepat menguap karena terkena matahari.

Dalam melakukan pemupukan ini ada beberapa tips yang bisa anda lakukan

  • Jangan menyemprotkan pupuk dalam dosis tinggi karena akan merusak daun. Untuk menghindari residu pada helai daun, siramlah daun dengan air murni sesudah enam jam penyemprotan. Sebaiknya, penyemprotan dilakukan pada pagi hari saat aktivitas fisiologi tanaman paling tinggi.
  • Jika terlihat gejala kekurangan hara pada tanaman, tambahkan pupuk majemuk sesuai gejala yang muncul dengan cara disiram atau disemprotkan ke tanaman.
  • Semprot tanaman dengan pupuk daun berkadar NPK seimbang atau yang memiliki perbandingan 2 : 1 : 1 setiap dua minggu sekali.
  • Tambahkan pupuk organik atau pupuk kandang sebanyak 50 gram per tanaman setiap satu bulan sekali. Untuk tanaman besar, dosisnya dapat diperbanyak.
  • Gunakan pupuk lambat urai untuk menjamin ketersediaan hara bagi tanaman dalam jangka lama. Jenis pupuk yang bisa digunakan antara lain Dekastar, Nutricote dan Osmocote. Pilih dari semua pupuk tersebut yang kandungan NPKnya paling seimbang.

Penyiraman

Cara merawat berikutnya yang perlu anda perhatikan adalah masalah penyiraman. Sebaiknya, penyiraman anthurium dilakukan saat pagi hari sebelum pukul 10.00 dan sore hari sebelum pukul 17.00. Sebab, jika penyiraman dilakukan saat terik matahari, air akan cepat menguap. Lakukan juga penyiangan rumput liar atau gulma yang tumbuh di media tanam. Frekuensi penyiraman juga sangat tergantung kondisi cuaca, jika sedang musim hujan penyiraman cukup dilakukan sekali, yakni pada pagi hari. Namun, jika media masih basah tidak perlu disiram lagi. Sementara itu, jika sedang musim panas penyiraman bisa dilakukan 2-3 kali sehari. Agar pertumbuhannya maksimal, penyiraman dilakukan hingga air membasahi seluruh perakaran atau di samping pot agar tanaman tidak terserang penyakit busuk akar.

Cara melakukan penyiraman yang baik adalah dengan mengarahkan ujung selang atau sprayer ke permukaan media. Usahakan aliran airnya tidak terlalu deras, sehingga air tidak mengikis media. Sesekali penyiraman dilakukan dengan mengarahkan ke daun daunnya agar debu dan kotoran yang menempel tercuci bersih. Dengan demikian, daun daun anthurium akan selalu terlihat terawat dan bersih. Selain itu, kelembapan tanaman juga terpenuhi.

Repotting

Jika perakaran anthurium sudah muncul dipermukaan atau ukuran pot tidak sesuai lagi dengan tanaman, sudah saatnya pot diganti agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat. Istilah ini sering disebut dengan repotting. Umumnya, repotting dilakukan setiap setahun sekali. Namun, apabila ditemukan gejala adanya jamur atau bakteri yang menyerang akar, sebaiknya tanaman harus diperiksa, diobati, diganti media tanamnya dan sekaligus potnya. Repotting harus dilakukan dengan hati hati. Jangan sekali kali menarik atau mencabutnya karena bisa merusak perakaran. Lalu, periksa kondisi akar, potong akar yang membusuk. Setelah itu, masukkan tanam ke dalam pot baru yang lebih proposional dalam posisi simetris, isi dengan media tanam sampai penuh. Terakhir, siram tanaman dan letakkan di tempat teduh.

Itulah sedikit ulasan saya mengenai jenis Anthurium, semoga artikel ini dapat  menambah wawasan anda.