Morfologi dan Jenis Pisang di Indonesia

Pisang merupakan salah satu jenis buah yang paling populer di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pisang memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap serta rasanya enak. Selain itu pisang sangat mudah ditanam sehingga stoknya di pasaran cukup melimpah menyebabkan harganya cukup merakyat.

Morfologi Pisang

Tanaman pisang termasuk tumbuh-tumbuhan herba dan berbiji tunggal (monokotil). Tanaman pisang terdiri atas bagian akar, batang, daun, bunga dan buah sebagai bagian terpenting dari hasil utama produk.

Bagian-bagian tubuh tumbuhan tersebut berperan dalam aktivitas hidup tumbuhan, seperti penyerapan air, pernapasan, fotosintesis, pengangkutan zat makanan dan perkembangbiaan.

Morfologi Akar

Akar merupapakan bagian penting pada tumbuhan, ia berfungsi sebagai tempat masuknya mineral (zat-zat hara) dari tanah menuju ke seluruh bagian tanaman pisang. Akar merupakan kelanjutan sumbu tumbuhan. Sebagai tumbuhan monokotil maka akar tanaman pisang tersusun dalam sistem akar serabut.

Morfologi luar akar pisang tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar dan tudung akar. Sedangkan morfologi dalamnya tersusun atas epidermis, korteks, endodermis dan silinder pusat. Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri atas jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang berfungsi untuk melindungi akar dari kerusakan mekanis pada saat menembus tanah.

Rambut-rambut akar merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar, ia berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh didekat ujung akar. saat akar tumbuh  maka akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru. Sedangkan rambut akar yang sudah ada di akar yang lebih tua akan hancur dan mati.

Morfologi Batang

Morfologi batang pisang di bagian luarnya merupakan sel-sel epidermis yang tipis dan terdapat stomata. Di bawah epidermis terdapat sel-sel korteks yang mengandung klorofil sehinga proses fotosintesis dapat berlangsung di batang. Batang tanaman pisang tidak memiliki jaringan kayu dan tidak mengandung gabus. Adanya jaringan penyokong, yaitu kolenkim dan sklerenkim menyebabkan batangnya dapat menopang daun-daun dan dapat berdiri dengan tegak.

Secara umum, batang pada tanaman pisang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Batang lurus, tidak bercabang-cabang.
  • Tidak memiliki kambium, sehingga batang tidak bisa membesar.
  • Pembuluh angkut letaknya tersebar.

Morfologi Daun

Secara morfologi, pada umumnya daun memiliki bagian-bagian helaian daun (lamina) dan tangkai daun (pentiolus). Pada tangkai daun terdapat bagian yang menempel pada batang yang disebut tangkai daun.

Pada tanaman pisang, pangkal dauun berbentuk pipih dan lebar serta memungkus batangnya. Pangkal daun tersebut disebut pelepah daun. Daun pisang terdiri atas tiga bagian yaitu helaian daun, tangkai daun dan pelepah daun.

Pada dasarnya, morfologi daun serupa dengan batang. Bila kita mengamati daun dibawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari atas ke bawah yaitu epidermis, jaringan tiang (palisade), jaringan bunga karang (jaringan spons) dan berkas pembuluh angkut daun.

Daun merupakan organ pada tanaman yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis, transpirasi dan sebagai alat pernapasan. Hasil fotosintesis berupa gula (glukosa) dan oksigen. Glukosa hasil fotosintesis ini kemudian akan diangkut oleh pembuluh tapis untuk diedarkan ke seluruh bagian tubuh tanaman. Oksigen dikeluarkan melalui stomata daun dan sebagian digunakan untuk respirasi sel-sel di daun.

Daun pisang juga berperan dalam transpirasi, yaitu peristiwa penguapan pada tumbuhan. Melalui transpirasi, air dari tanaman dalam bentuk uap air akan dikeluarkan melalui stomata ke udara. Adanya transpirasi menyebabkan aliran air dan mineral dari akar, batang dan tangkai daun terjadi secara terus menerus.

Morfologi Bunga dan Buah

Selama dalam pertumbuhannya, bagian titik tumbuh pada tanaman pisang selalu menghasilkan daun-daun baru. Pada saat akhirnya tumbuh menjulang ke atas akan tumbuh bunga pisang yang masih tertutup. Kuntum bunga yang keluar dari titik tumbuh itu sejak terbentuk akan terus tumbuh ke atas sampai akhirnya keluar dari batangnya.

Beberapa hari setelah bunga keluar dari batang, tampak mulai terbentuk sisir buah pertama. Seanjutnya, terbentuk seluruh tandan pisang. Sisir buah pisang mempunyai bentuk, tergantung pada jenisnya. Sisir buah pisang pada jenis pisang ambon bentuknya agak melengkung hingga saling menutupi.

Sejak buah pisang mulai tumbuh hingga panen lamanya antara 40 – 110 hari, tergantung dari jenisnya. Rata-rata tanaman pisang mulai berbunga sekitar 9-10 bulan setelah dipindahkan dari pembibitan ke lahan pertanaman. Jadi, tanaman pisang mulai menghasilkan pertama kali sesudah 11-15 bulan setelah tanam.

Jenis Pisang di Indonesia

Di Indonesia terdapat 7 jenis pisang paling populer dikonsumsi, mereka dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Berikut akan saya jabarkan jenis pisang di Indonesia dan ciri morfologinya :

1. Pisang Susu

Pisang susu merupakan salah satu jenis pisang terkecil yang panjang buahnya sekitar 12,3 cm. ia merupakan salah satu spesies pisang yang berasal dari Asia Tenggara. Buahnya memiliki rasa yang manis dan ada sedikit rasa susu didalamnya. Pisang susu banyak digemari oleh semua kalangan baik itu anak-anak ataupun dewasa.

Morfologi kulit buahnya berwarna kuning cerah dengan bintik kehitaman pada buah yang telah matang. Tinggi pohon tanaman ini antara 2,2 – 2,9 m. Batangnya berwarna kuning dengan corak berwarna cokelat. Tanaman yang bernama latin Musa acuminata var silk ini memiliki daun yang panjangnya mencapai 2 m dan lebar 0,65 m.

2. Pisang Tanduk

Pisang tanduk (Musa acuminata var Eumusa) merupakan jenis pisang yang populer untuk dijadikan pisang goreng. Rasanya yang manis dan ukurannya yang besar membuatnya begitu digemari. Hal itulah yang menyebabkan harganya menjadi mahal.

Secara morfologi tanaman ini memiliki batang berwarna hijau kemerahan yang tingginya antara 2,5 – 3 meter. Daunnya berwarna hijau tua yang panjangnya dapat mencapai 1,75 m dan lebar 0,51 m. Dalam satu pohon biasanya menghasilkan 1 tandan buah yang terdiri dari 2 sisir saja yang panjang per buahnya sekitar 0,25 m. Bentuk buahnya biasanya melengkung mirip seperti tanduk kerbau.

3. Pisang Raja

Banyak orang yang menganggap buah tanaman yang bernama latin Musa textilia ini sebagai pisang terenak di dunia. Ia merupakan tanaman yang dihasilkan dari perkawinan silang Musa acuminata dan Musa balbisiana di Filipina. Saat ini pisang raja cukup sulit ditemukan di pasaran, salah satu sebabnya adalah karena sulitnya mencari bibit dari tanaman ini. Ia merupakan tanaman triploid yang tidak memiliki biji sehingga tidak dapat dikembangbiakan dengan cara biasa.

Secara morfologi, pisang raja memiliki tinggi tanaman sekitar 2,25 meter dengan diameter batang 0,16 m. Dalam 1 pohon dihasilkan 1 tandang buah yang terdiri atas 8 sisir. Buahnya memiliki ukuran yang sedang yaitu sekitar 15 cm. Buah dibalut dengan kulit yang tebal berwarna kuning dengan bintik hitam. Daunnya berwarna hijau dengan panjang mencapai 2,15 m dan lebar 0,59 m.

4. Pisang 40 Hari

Jenis pisang ini berasal dari daerah Girisubo, Gunungkidul, Jogjakarta. Keunggulan dari tanaman ini ialah waktu panennya lebih cepat karena dari munculnya jantung hingga pisang masak hanya membutuhkan waktu 40 hari. Selain itu, tanaman ini tetap dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki tanah kurang subur dan kekurangan air. Hal itulah yang menyebabkan saat ini banyak orang melirik jenis pisang ini untuk dibudidayakan.

Secara morfologi, tanaman ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan jenis lainnya yaitu hanya sekitar 2 meter. Ia memiliki batang semu yang berwarna ungu dengan corak kecokelatan. Daunya berwarna hijau dengan panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 0,4 m. Berbeda dengan pisang kebanyakan yang berwarna putih, daging buah pisang 40 hari ini berwarna merah kekuningan dengan kulit yang tipis. Dari segi rasa pun cukup manis, hanya saja buahnya agak cepat busuk sehingga sulit untuk ditransportasikan ke tempat yang jauh.

5. Pisang Ambon

Pisang ambon memiliki nama latin Musa paradisiaca var Sapientum. Ia merupakan satu jenis pisang yang populer di Indonesia karena buahnya yang besar dan tekstur daging yang lembut. Karena teksturnya itu, pisang ambon sering digunakan sebagai bahan pembuat kue.

Secara morfologi, tanaman ini berukuran cukup besar yang tingginya dapat mencapai 3 meter dengan diameter batang sekitar 0,6 m. Daunnya berwarna hijau dan berukuran besar dengan panjang mencapai 3 meter serta lebar 65 cm. Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk melengkung, panjang dan berkulit agak tebal yang berwarna kuning. Daging buahnya berwarna putih kekuningan dengan rasa agak manis, lunak dan tidak berbiji.

Pisang ambon mulai berbunga pada umur sekitar setahun dan waktu yang dibutuhkan dari bunga hingga buah masak sekitar 5 bulan. Dalam 1 pohon biasanya terdiri atas 8 sisir pisang yang tiap sisir terdiri dari sekitar 10-14 buah. Lamanya waktu yang dibutuhkan tanaman ini untuk berbuah dan banyaknya peminat membuat harga pisang ambon cukup mahal.

6. Pisang Kepok

Tahukah anda bahwa pisang kepok ternyata bukan berasal dari Indonesia ? Jenis pisang yang begitu populer di Indonesia ini ternyata berasal dari Filipina. Di Filipina tanaman ini dikenal dengan nama Cardaba sedangkan di Malaysia dikenal dengan nama Pisang Abu.

Sama seperti jenis pisang lainnya yang telah dibahas diatas, pisang kepok memiliki banyak manfaat dari akar hingga buahnya. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembutkan penyakit radang, mata dan luka bakar.Batang semunya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun kompos. Bahkan kulit buahn pisang kepok memiliki kandungan vitamin C dan B yang tinggi sehingga dapat dijadikan obat mengatasi penyakit kulit. Daging buahnya tentu tidak perlu ditanya lagi, selain rasanya enak juga mengandung kandungan gizi yang cukup lengkap dan tinggi.

Secara morfologi, dikutip dari UMM, akar tanaman pisang kepok tumbuh cukup dalam mencapai kedalaman 4 – 5 meter. Sedangkan batangnya dapat tumbuh mencapai 2,5 meter dengan diameter rata-rata 40 cm. Daun tanaman ini tersusun atas tiga komponen yaitu pelepah daun, tangkai daun dan lembar daun. Panjang total ketiganya dapat tumbuh hingga sekitar 2,5 meter dan lebar 0,5 m.

Pisang kepok memiliki buah yang berukuran kecil, panjangnya sekitar 15 cm dengan lebar 2,5 – 4 cm. Bentuk buahnya lurus dengan ujung meruncing yang ditutup oleh kulit berwarna hijau tua saat muda yang berubah menjadi kuning saat masak.