Penyebab Kelangkaan Burung Cendrawasih

Burung cendrawasih dianggap sebagai salah satu jenis burung tercantik yang ada di dunia. Karena kecantikannya tersebut, burung ini disebut sebagai bird of paradise atau burung surga. Akan tetapi kecantikannya ini justru menjadi salah satu penyebab kelangkaan burung cendrawasih. Ia banyak diburu oleh manusia untuk diambil bulunya, bulu cendrawasih memiliki harga jual yang cukup mahal sehingga perburuannya pun menjadi semakin sering terjadi.

Bahkan cendrawasih pernah menjadi komoditas perdagangan populer di sekitar abad ke-15. Para raja-raja Eropa banyak yang mengoleksi bulu burung ini, karena dianggap sebagai simbol kejayaan. Kepopuleran bulu cendrawasih semakin tinggi pada akhir abad ke-19, dimana pada saat itu topi perempuan eropa sering menggunakan bulu cenderawasih sebagai hiasannya. Akhirnya terjadilah perburuan besar-besaran terhadap burung ini tanpa mempedulikan kelestariannya.

Karena banyaknya perburuan tersebut, membuat cendrawasih memiliki populasi yang sangat sedikit. Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menjadikannya sebagai salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Akan tetapi ternyata tidak serta merta membuat populasinya meningkat, justru tiap tahun populasi burung ini terus menurun.

Tetap menurunnya populasi burung ini setiap tahun, tentunya harus menjadi perhatian kita. Kita perlu menjaga burung ini dengan baik, agar nantinya di masa depan cendrawasih tidak mengalami kepunahan. Tentunya tidak ingin, burung surga ini tidak bisa dilihat lagi oleh anak cucu kita.

Mengenal Burung Cendrawasih

Sebelum kita membahas tentang penyebab kelangkaan burung cendrawasih, ada baiknya kita mengenal lebih detail tentang burung yang menjadi anggota famili Paradisaeidae ini. Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa ternyata cendrawasih tidak hanya terdiri dari satu spesies.Ukuran burung ini pun bervariasi tergantung dari spesiesnya. Spesies terkecilnya, yaitu King Bird of Paradise hanya memiliki panjang tubuh sekitar 15 cm, sedangkan spesies terbesarnya Black Sicklebill memiliki panjang tubuh hingga 1,1 meter.

Cendrawasih terdiri dari 14 genus yang di dalamnya terdapat 43 spesies. Spesies yang paling kita kenal adalah Padaise apoda yang memiliki bulu tubuh berwarna cerah seperti kuning, merah, biru dan hijau. Spesies ini pulalah yang dianggap paling indah diantara lainnya dan memiliki harga bulu termahal.

Cendrawasih biasanya hidup di hutan-hutan pegunungan, saat ini populasi terbanyaknya berada di Pulau Papua. Dia bisa ditemukan pada hutan dengan ketinggian 1.400 meter hingga 1.800 meter di atas permukaan laut. Cendrawasih menyukai hutan yang masih lambat, karena disana masih banyak ditemukan makanannya.

Makanan burung cendrawasih berupa buah-buahan dan hewan kecil seperti serangga. Burung ini sangat menyukai pepaya, karena banyaknya kandungan air di dalamnya. Buah ini memang sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki kandungan kalori dan nutrisi yang cukup tinggi. Biasanya cendrawasih yang mengkonsumsi buah pepaya di kesehariannya memiliki bulu lebih cemerlang. Hal tersebut dikarenakan kandungan antioksidan tinggi pada buah ini, sehingga membuat radikal bebas tidak bisa mempengaruhi kecemerlangan bulunya.

4 Hal yang Menjadi Penyebab Kelangkaan Burung Cendrawasih

30 tahun lalu, kita masih bisa dengan muda menemukan burung cendrawasih di hutan pegunungan Papua. Akan tetapi, saat ini populasi burung tersebut sudah sangat terbatas dan jarang bisa ditemukan. Ada 4 hal utama yang menjadi penyebab kelangkaan burung cendrawasih, yaitu :

Perburuan Liar

Penyebab utama mengapa populasi burung ini berkurang drastis adalah akibat adanya perburuan liar oleh manusia. Keindahan bulu dari cendrawasih membuat bulunya memiliki harga cukup mahal, sehingga banyak orang memburunya untuk dicabuti bulunya. Perburuan burung ini sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah, akan tetapi tindakan mencegah perburuan ini belum dilakukan secara maksimal.

Harga bulu burung ini yang mahal tentunya akan menggoda orang-orang untuk mendapatkan keuntungan di dalamnya. Kita ambil contoh saja kasus pada Kampung Barawai, Kepulauan Yapen, Papua dimana masyarakat sekitar telah berusaha menjaga cendrawasih dengan ketat. Akan tetapi ternyata masih banyak orang di luar kampung tersebut yang berusaha memburu cendrawasih secara diam-diam.

Luasnya hutan pegunungan papua menjadi salah satu penyebab pencegahan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Apalagi seperti yang kita ketahui, daerah pegunungan papua juga menjadi markas OPM. Hal ini membuat pemerintah hingga sekarang kesulitan untuk menjaga burung langka ini dari perburuan liar. Alhasil hingga saat ini perburuan liar masih menjadi penyebab utama kelangkaan burung cendrawasih.

Kerusakan Habitat

Penyebab lain kelangkaan burung cendrawasih adalah kerusakan habitat karena ulah manusia. Habitat merupakan tempat tinggal yang diperlukan makhluk hidup dan dari sanalah ia akan mendapatkan makanan. Ketika habitat ini rusak tentunya akan menyebabkan makhluk hidup tersebut terganggu hidupnya. Saat ini kerusakan habitat di Papua banyak sekali terjadi akibat ulah manusia yang ingin merubah hutan menjadi bentuk lainnya.

Kabar terbaru adalah pembakaran hutan yang dilakukan oleh perusahaan Korea Selatan, PT Korindo Group di tanah Papua. Korindo diketahui telah merubah hutan di Papua seluas 57 ribu hektar untuk diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Tentunya 57 ribu hektar ini sangat luas sekali, karena hampir seluas Seoul yang merupakan ibukota Korea Selatan. Dengan berubahnya hutan seluas tersebut, berarti ada habitat alami di Papua mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Ini baru satu kasus saja, kerusakan hutan di Papua padahal tidak hanya dilakukan oleh satu perusahaan saja sehingga banyak sekali habitat alami hewan yang rusak.

Tentunya akibat kerusakan habitat ini menyebabkan banyak hewan liar mengalami kematian, tak terkecuali burung Cendrawasih. Dengan rusaknya habitat maka akan mengganggu perkembangbiakan hewan disana karena tidak tersedianya lagi tempat. Hewan pun juga akan kesulitan mendapatkan makanan, karena bergantinya ekosistem akibat manusia. Akan tetapi penyebab satu ini sangat sulit untuk diatasi, pemerintah kita lebih mementingkan investasi daripada memperhatikan kelestarian lingkungan. Kita tentunya berharap agar ketamakan manusia dalam merusak lingkungan tidak membuat makhluk hidup lain mengalami kepunahan.

Reproduksi Lambat

Penyebab kelangkaan burung cendrawasih lainnya berasal dari diri burung ini sendiri, yaitu ia lambat berkembang biak. Karena reproduksinya lambat maka populasi burung ini akan sulit berkembang. Apalagi dengan adanya gangguan manusia, sehingga ia semakin sulit untuk terhindar dari kepunahan. Dalam sekali bereproduksi, burung cendrawasih hanya menghasilkan satu telur saja.

Oleh karena itu, dibutuhkan minimal 3 kali berkembang biak untuk bisa mengembangkan populasinya. Itu juga apabila setiap telur bisa tumbuh menjadi hewan dewasa, dimana itu juga sulit terjadi. Selain karena faktor alami, adanya perburuan manusia membuat semakin sulit bagi seorang cendrawasih untuk bisa tumbuh hingga bisa beranak pinak. Tentunya ini membuat usaha pelestarian cendrawasih menjadi sangat sulit untuk dilakukan.

Perekonomian Masyarakat Papua

Mungkin anda bertanya-tanya apa hubungan antara perekonomian masyarakat papua dengan kelangkaan burung cendrawasih. Padahal keduanya sangat berpengaruh, dengan masih sulitnya perekonomian di sana maka semakin banyak orang tergoda untuk memburu cendrawasih untuk mendapatkan uang. Meskipun sebenarnya pemerintah sudah melarang perburuan ini, tetapi karena kesulitan ekonomi membuat masih banyak orang yang tidak mempedulikannya.

Bagaimanapun juga masyarakat sekitar perlu menghidup keluarganya, sehingga perburuan cendrawasih tetap dilakukan hingga sekarang. Memajukan perekonomian Papua bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini. Dengan begitu maka masyarakat menjadi tidak perlu lagi untuk memburu burung langka ini demi kehidupannya.

Itulah 4 penyebab kelangkaan burung cendrawasih yang perlu dicari solusinya. Bila tidak segera kita cari bersama tentang solusi permasalahan tersebut, takutnya dalam waktu dekat burung yang sangat indah ini akan mengalami kepunahan.