Manfaat Alga

Alga baik itu yang hidup di air tawar, terestrial ataupun air laut mempunyai banyak manfaat untuk berbagai macam kepentingan manusia. Kini orang telah banyak yang menyadari mengenai hal tersebut. Rumput laut yang sebetulnya adalah alga laut makroskopik banyak digunakan sebagai makanan langsung atau sebagai bahan mentah dalam industri agar, karagen dan algin. Alga dapat pula digunakan sebagai bahan obat-obatan dan bahan untuk memperoleh energi.

Dalam bidang pertanian alga mikroskopik maupun makroskopik dapat digunakan sebagai pupuk (biofertilizer). Beberapa jenis alga mikroskopik, kini juga banyak dimanfaatkan sebagai suplemen makanan (food supplement) dan hal ini dapat membantu menangglangi kelaparan di suatu daerah.

Manfaat Alga Untuk Dikonsumsi Manusia

Berbagai jenis alga telah sejak dahulu dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi. Selain digunakan sebagai makanan, alga juga memiliki manfaat sebagai suplemen makanan dan obat-obatan.

Alga Sebagai Makanan Langsung

Alga sudah dari dahulu kala dijadikan sebagai makanan oleh manusia. Banyak jenisnya yang dipetik dan digunakan sebagai sayur atau makanan lain. Di Gunung Kidul, Yogyakarta misalnya, Turbinaria dan Sargassum yang masih muda dipetik kemudian direbus untuk dijadikan pecel atau urap. Jenis alga tersebut dikenal dengan nama daerah ranti.

Bangsa jepang dan Cina banyak yang menggunakan jenis alga dari Filum Phaeophyta, khususnya ordo Laminariales dan Fucales sebagai bahan makanan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut, banyak orang yang membudidayakannya dengan berbagai macam cara. Di pasaran, Laminaria dan Alaria dikenal dengan nama kombu sedangkan Undaria dikenal dengan nama wakame.

Dari filum Rhodophyta juga banyak yang digunakan sebagai makanan langsung. Porphyra atau dikenal dengan nama komersial nori, merupakan rumput laut yang sangat digemari oleh bangsa Jepang. Hingga pembudidayaannya telah dilakukan secara besar-besar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Alga Sebagai Suplemen Makanan

Dalam hal ini, alga yang digunakan adalah alga mikroskopik seperti Spirulina (Anggota dari alga hijau-biru atau Cyanobacteri). Spirulina mengandung protein yang cukup memadai serta vitamin dan mineral. Bermacam vitamin yang terkandung dalam Spirulina diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, thiamin, riboflavin, biotin, vitamin B12 dan sebagainya. Sedangkan mineral yang dikandung antara lain Ca, P, Mg, Fe, Cu, Mn dan Mo sehingga alga ini dimungkinkan dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang menderita kekurangan gizi. Kni Spirulina sudah diperdagangkan dalam bentuk bubuk atau tablet. Alga hijau (Chlorophuta) ada juga yang dikenal sebagai suplemen makanan, diantaranya Chlorella dan Scenedesmus (alga mikroskopik), karena mereka mengandung protein tinggi.

Alga Sebagai Obat-Obatan

Bangsa Jepang dan Cina memanfaatkan beberapa jenis rumput laut sebagai obat penyakit gondok dan penyakit kelenjar lainnya. Bangsa Romawi Kuno memanfaatkan rumput laut sebagai obat koreng, luka bakar dan sebagainya. Bangsa Inggris menggunakan Porphyra sebagai obat kudis dan CHondrus crispus (rumput Irlandia) sebagai obat penyakit dalam. Digenia simplex dan Corallina officanlis sering dimanfaat manusia di berbagai belahan dunia sebagai obat cacing. Chondrus crispus, Gracilaria, Gelidium dan Pterocladia dapat digunakan sebagai obat gangguan intestinal.

Manfaat Alga Dalam Bidang Pertanian dan Peternakan

Beberapa alga yang tumbuh di daerah intertidal dan sub tidal sering dipetik dan digunakan sebagai pakan ternak, hal ini dilakukan terutama di Eropa. Alga juga sering digunakan sebagai suplemen makanan ternak untuk mencukupi kebutuhan mineralnya.

Di Eropa dan Amerika, Sargassum dan Ascophylum sering digunakan sebagai pupuk. Di Amerika, pupuk cair dengan nama Agri-Blend mengandung ekstrak Sargassum dan pupuk ini sering digunakan di lahan pertanian dan perkebunan. Penggunaan pupuk yang dibuat dari alga ini seringkali memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia.

Keuntungan dari penggunaan alga cokelat sebagai pupuk ini disebabkan karena adanya kandungan alginatnya yang berada di bagian dinding selnya dapat memperbaiki struktur tanah, menambah kandungan humus dalam tanah, serta meningkatkan kapasitas tanah untuk menahan air.

Di daerah Laut Tengah dan Inggris, alga coral misalnya Lithothammion coralloides dan Phymatolithon calcareus (alga merah yang mengandung kapur) sering  dikumpulkan dan diperdagangkan dengan nama maerl. Maerl digunakan dalam bidang pertanian, terutama untuk mereduksi atau mengurangi keasaman tanah dan sebagai pupuk.

DIsamping rumput laut, alga yang tergolong cyanobacteria juga telah banyak digunakan sebagai pupuk N di sawah-sawah, misalnya di India terkenal dengan metode algalisation. Mereka menggunakan cyanobacteria yag hidup bebas sebagai biofertilizer, karena banyak jenisnya yang dapat memfiksasi Nitrogen bebas. Metode ini banyak digunakan di daerah tropis, karena alga tadi dapat tumbuh baik pada temperatur 30°C.

Related Post

Manfaat Alga Sebagai Sumber Energi

Meski belum banyak yang mengetahuinya, ternyata alga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan bakar methan. Penelitian yang menggunakan Macrocystis atau jenis lainnya kini sedang berjalan. Penelitian ini dibutuhkan untuk mengembangkan metode-metode untuk memperoleh biomassa organik yang memadai hingga dapat digunakan untuk membentuk methan melalui dekomposisi secara anaerobik. Di pantai timur Amerika Serikat, untuk keperluan ini digunakan rumput laut Gracillaria yang ditumbukan dalam Sewage-Enrich Tanks dan memperoleh methannya dengan fermentasi biomassanya.

Manfaat Alga Dalam Bidang Industri

Beberapa bidang industri yang memanfaatkan alga diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Industri Kalium, Soda dan Iodium

Di masa lampau, untuk memperoleh soda caranya adalah dengan membakar jenis alga cokelat. Kalium dan iodium juga diperoleh dari jenis golongan alga ini. Pada tahun tujuh puluhan, industri alga diperuntukkan untuk keperluan tersebut. Kini indukstri alga laut lebih diutamakan untuk memperoleh fikokoloid.

Fikokloid adalah ekstrak polisakarida dari rumput laut, terutama dari alga merah dan cokelat. Senyawa tersebut sering disebut hidrokoloid, karena dapat membentuk sistem koloid dalam air, misalnya jelly. Fikokoloid mempunyai arti penting dalam pembentukan jelly, karena hanya dibutuhkan presentase yang rendah saja (0,5 – 5%) telah dapat membentuk jelly yang padat pada suhu kamar.

2. Asam Alginat

Senyawa ini terdapat pada jenis dari alga cokelat (Phaeophuta), seperti Laminaria, Macrocystis dan Sargassum. Penggunaan alginat in ditentukan oleh sifat-sifat kimianya, kemampuannya membentukan gel, suspense dan sifatnya sebagai emulsifier. Alginat banyak digunakan pada industri tekstil, cat dan kertas serta industri makanan.

Pada produk-produk susu digunakan sebagai emulsifier dan stabilator, misalnya dalam pembuatan ice cream dapat mencegah timbulnya kristal-kristal es, sehingga diperoleh ice cream yang halus, demikian pula halnya dengan industri susu cokelat (agar tidak terbentuk endapan).

Alginat juga digunakan sebagai zat pengental dalam ndustri sirup, saus, bumbu salad, sabun, shampo, pasta gigi, cream pencukur kumis, obat-obatan, lipstik dan insektisida. Tidak kebayangkan kan ternyata manfaat alga di bidang industri itu banyak sekali hanya gara-gara adanya kandungan alginat didalamnya.

Asam Alginat adaah polimer dari poliuranat yang terdiri dari asam manurat ari residu satu asam gulonurat. Kadungan asam alginat berkisar antara 10 – 47% berat kering dari berbagai jenis alga cokelat dan terdapat di dalam dinding selnya.

3. Agar

Agar merupakan hidrokoloid pembentuk gel yang kuat, senyawa ini terdapat  pada beberapa jenis alga merah (Agarophyta), misalnya Gracillaria dan Gelidium. Di pasaran, agar terdapat dalam bentuk bubuk, lempengan (flakes), atau batangan. Agar terdiri atas dua komponen kimiawi yaitu agarose dan agaropektik, komponen utamanya adalah agarose.

Agar digunakan dalam pengobatan gangguan usus besar dan intestinum, dapat pula berfungsi sebagai laksatf yang lemah. Agar dapat digunakan sebagai pelapis kapsul dan dengan menyesuaikan ketepatan kapsul maka agar berfungsi dalam mekanisme time-relaes. Industri makanan menggunakan agar dalam pengalengan makanan, terutama makanan yang halus supaya tidak rusak karena benturan. Dalam bacteriologi, agar digunakan sebagai media perkembangbiakan bakteri.

Dalam industri tekstil, agar digunakan sebagai perekat. Agar digunakan dalam ramuan pembuatan kertas kedap air dan baju tahan air, digunakan sebagai penjernih dalam pembuatan anggur, bir dan kopi serta dapat pula untuk membuat penyedian menu diet bagi penderita diabetes sebagai ganti tepung. Manfaat agar yang besar ini tentu saja hanya didapatkan dari ekstraksi alga merah.

4. Karagean

Karagenan adalah fikokoloid yang diperoleh dari jenis alga merah yang termasuk dalam ordo Gigartinales, terutama dari spesies Chondrus crispus dan Euchema sp.

Berbeda dengan algin, keragenan sebagian besar digunakan dalam industri makanan. Dalam produk-produk susu, keragenan banyak sekali digunakan karena interaksi yang khas dan efeknya sebagai stabilisator dengan protein susu. Karagenan juga digunakan dalam pembuatan pasta gigi, cream tangan, sop, spray serangga, cat yang menggunakan bahan dasar air, tinta, cat untuk sepatu, shampoo, kosmetik dan produk farmasi, serta makanan untuk diet (karena karbohidratnya tidak dicerna oleh manusia).

.

Categories: Tanaman