Jenis Kura-kura dan Keberadaannya Saat Ini

Kura-kura merupakan jenis reptil yang masuk kedalam ordo Testudinata dan terdapat sekitar 230 spesies yang telah teridentifikasi. Kura-kura mudah dikenali orang karena mempunyai ciri khas dengan adanya rumah dan batok (bony shell) yang keras dan kaku. Ia memiliki kaki empat dan tubuhnya bersisik.

Batok Kura-Kura

Seperti yang telah saya tulis diatas, batok merupakan ciri khas dari hewan ini. Batok kura-kura terdiri atas dua bagian, yaitu :

  1. Karapas (bagian atas yang menutupi punggung)
  2. Plastron (bagian bawah atau perut)

Setiap bagian batok terdiri atas dua lapis, lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras serta tersusun seperti genting, sedangkan lapisan bagian dalam berupa lempengan-lempengan tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Lapisan-lapisan inilah yang membedakan kura-kura dengan penyu, dimana penyu pada bagian cangkan lapisan luarnya tidak bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung turangnya.

Jenis Kura-Kura

Kura-kura memiliki beragam jenis ukuran. Meskipun begitu, kura-kura laut (penyu) memiliki ukuran yang lebih besar dibanding kerabatnya di darat dan di air tawar.

Kura-kura air tawar umumnya lebih kecil, tetapi spesies terbesarnya adalah labi-labi Asia (Pelochelys cantorii) yang memiliki panjang hingga 200 cm.

Jenis kura-kura darat (tortoise) dari genus GeocheloneTestudo dan lainnya tersebar di seluruh dunia pada zaman purba, dan kini banyak terdapat di Amerika Utara dan Selatan, Australia dan Afrika. Mereka punah bersamaan denga waktu kemunculan manusia yang diduga bahwa manusia memburunya untuk dijadikan makanan.

Jenis kura-kura darat terbesar yang masih bertahan hidup hingga kini terdapat di Seychelles dan Kepulauan Galapagos. Kura-kura tersebut dapat bertambah besar hingga sepanjang lebih dari 130 cm dan berat sekitar 300 kg.

Kura-kura terbesar sepanjang masa adalah Archelon ischyros, seekor kura-kura laut yang hidup pada zaman Cretaceous akhir yang diketahui besarnya dapat mencapai hingga 5,6 meter. Sedangkan jenis kura-kura terkecil yang ada didunia adalah Speckled padloper dari Afrika Selatan. Panjang hewan ini tidak lebh dari 8 cm dengan berat yang hanya sekitar 140 g.

Hewan ini termasuk salah satu makhluk hidup yang berumur panjang. Ia dapat hidup hingga puluhan tahun, bahkan dalam sebuah catata sejarah, seekor kura-kura darat dari kepulauan Seychelles tercatat hidup selama 152 tahun (1766-1918).

Keberadaannya Saat Ini

Sejumlah spesies kura-kura terancam punah. Kehidupannya sering terusik oleh arus wisata dan aktivitas manusia yang merugikan bagi perkembangbiakannya. Seringkali, telur kura-kura dipanen oleh manusia untuk dikonsumsi.

Disamping itu, banyak jenis kura-kura yang ditangkap untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan dan beberapa jenisnya dapat mencapai harga yang sangat mahal, baik karena keindahan warnanya, keunikannya atau kelangkaannya.

Kebanyakan habitat alami kura-kura seperti sungai, rawa dan hutan telah rusak oleh aktivitas manusia. Faktor lain adalah perkembangan kura-kura sangat lambat dan kebanyakan malah belum diketahui sifat-sifat dan kebiasaannya.

Dari semua bangsa kura-kura, hanya penyu yang telah dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia. Banyak pantai peneluran penyu yang telah dimasukkan ke dalam kawasan yang dilindungi, seperti Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua. Walaupun demikian, penangkapan penyu dan pengambilan telurnya masih juga berlangsung secara ilegal dan sulit dihentikan.