Jenis Penyu

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keanekaragaman hayatinya. Salah satunya adalah jenis penyu, dimana dari 7 jenis penyu yang yang ada di dunia 6 diantaranya dapat ditemukan di Indonesia.

Sedikit Tentang Penyu

Penyu adalah sejenis kura-kura yang habitat aslinya di laut. Tergolong dalam famili Cheloniidae. Dikarenakan hidup di dalam laut maka penyu memiliki sepasang tungkai di bagian depan yang berfungsi sebagai dayung untuk berenang. Penyu bernafas dengan paru paru sehingga di laut penyu sesekali harus naik ke permukaan air untuk bernapas. Penyu adalah hewan yang memiliki tempurung dan juga termasuk ke dalam hewan yang dilindungi. Hal itu disebabkan oleh populasi penyu yang terus berkurang karena adanya perburuan oleh manusia.

Habitat
Penyu hidup di laut, namun sering menuju ke pantai untuk bertelur.

Jenis Makanan
Penyu merupakan jenis hewan omnivora temapi makanan utamanya adalah hewan hewan laut, seperti ubur-ubur, hewan berpori, krustasea dan moluska. Ketikda dewasa, ia juga memakan ganggang, rumput laut dan daun bakau.

Cara Berkembangbiak
Perkembangbiakan penyu dilakukan dengan cara bertelur. Penyu bertelur dengan menggunakan media pasir dan penyu betina sering menggali untuk menyimpan telurnya kemudian menimbunnya kembali dengan pasir. Hal ini dilakukan agar telur tetap terjaga kehangatannya dan terlindng dari predator. Suasana yang sepi sangat disukai oleh penyu untuk bertelur. Dalam satu kali proses bertelur, penyu dapat menghasilkan 60 – 150 butir.

Telur yang baru menetas mengeluarkan anak penyu yang dinamakan tukik. Tukik tukik yang baru menetas segera kembali ke laut, baik itu menetas secara alami maupun yang menetas di penangkaran (dikembalikan ke laut oleh petugas dan masyarakat sekitar). Penyu termasuk jenis hewan yang gemar melakukan migrasi. Jarak sejauh 3.000 km dapat ditempuh dalam waktu 58 – 73 hari.

Jenis Penyu di Indonesia

Ada beberapa jenis penyu yang hidup di seluruh penjuru nusantara, diantaranya :

  1. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
    Orang barat menyebutnya dengan nama leatherback turtle. Merupakan jenis penyu yang memiliki ukuran paling besar. Panjang tubuhya dapat mencapai 2,75 meter dengan berat sekitar 1 ton.
    Dikutip dari Animaldiversity.org, penyu belimbing menyukai hidup di perairan yang jauh lebih dingin daripada jenis penyu lainnya. Hal ini dapat dilakukannya karena ia memiliki lapisan minyak dan lemak yang tebal dikulitnya serta jaringan pembuluh darah berfungsi untuk pertukaran temperatur.
  2. Penyu pipih (Natator depressus)
    Penyu pipih berukuran sedang, dimana penyu dewasa memiliki berat sekitar 70 kg. Betina berukuran lebih besar daripada pejantan tetapi pejantan memiliki ekor yang lebih panjang. Keduanya memiliki kepala bulat yang terlihat cocok dengan cangkangnya yang berwarna hijau zaitun. Bagian bawah perut (plastron) berwarna putih pudar atau kekuningan. Ciri utama dari jenis penyu inni adalah cangkangnya yang halus dan rata dan meruncing di bagian tepinya.
  3. Penyu hijau (Chelonia mydas)
    Dinamai penyu hijau karena memiliki warna kehjauan di lapisa lemak subdermalnya. Ciri morfologi dari penyu hijau adalah terdapat hanya sepasang ssik pada bagian sisik prefrontalnya, sedangkan pada jenis penyu lainnya biasa terdapat banyak sisik. Penyu hijau memiliki moncong pendek dan paruh kuat yang menutupi tulang rahangnya. Rahang mereka pendek dan bergerigi untuk merobek makannya. Bagian cangkangnya berbentuk bulat dan terdiri atas empat sisik yang tumpang tindik. Di bagian plastron juga terdiri dari empat sisik.
  4. Penyu tempayan (Caretta caretta)
    Dikenal juga dengan nama penyu bromo. Dibandingkan spesies penyu lainnya, ia memliki kepala yang lebih besar serta rahang yang kuat. Bagian kerapasnya berwarna cokelat kemerahan. Ia memliki lima sisik vertebral dan empat pasang sisik coastal pada cangkangnya. Bagian bawah tubuhnya berwarna kuning pucat. Ukurannya dapat mencapai panjang 2,5 meter dengan berat sekitar 450 kg, menjadikannya sebagai penyu terbesar kedua setelah penyu belimbing.
  5. Penyu lekang (Lepidochelys olivaceae)
    Orang barat menyebutnya dengan nama olive ridley sea turtle dan merupakan spesies penyu yang sudah hidup sejak 100 juta tahun lalu. Ia hidup di perairan tropi dan subtropis yang dangkal. Penyu lekang merupaka jenis penyu terkecil, ukuran tubuh penyu dewasa hanya sekitar 35 kg dengan panjang 75 cm.
    Bagian cangkangnya berwarna abu abu kehijauan. Hal yang membedakan pejantan dan betina pada spesies ini adalah ekor penjantan memanjang melewati cangkangnya sedangkan betina tidak. Cangkang penyu ini relatif tipis dibandingkan dengan jenis lainnya.
  6. Penyu sisik (eretmochelys imbricata)
    Populasi peyu ini sudah sangat langka dan menurut IUCN status konservasinya sudah kritis. Ciri morfologi penyu sisik ada pada paruhnya yang melengkung dengan bibir bagian atas yang menonjol. Keunikan lainnya ada pada cangkangnya yang dapat berubah warna sesuai dengan temperatur air. Penyu dewasa ukurannya sekitar 1 meter dengan berat 80 kg.

Itulah 6 jenis penyu yang ada di Indonesia, kesemuanya sudah terancam pahaya kepunahan sehingga kita sebagai manusia harus berusaha melestarikan hewan ini. Hal yang bisa kita lakukan diantaranya adalah menentang perburuan penyu, khususnya telurnya dimana masih banyak orang Indonesia yang menyukai mengkonsumsi telur penyu.