Cara Menghilangkan Hama pada Bunga Krisan

Seperti pada tanaman budidaya lainnya, bunga krisan juga rawan untuk terserang oleh hama. Setiap jenis hama pada bunga krisan memiliki cara menghilangkan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu pada artikel ini saya akan mengulas tentang hama-hama penting yang sering menyerang tanaman krisan beserta gejala serangan dan cara menghilangkannya. Semoga artikel ini dapat membantu anda yang sedang mengalami masalah dengan hama krisan.

Thrips

Thrips merupakan hama yang bersifat polifag dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap inangnya. Ciri-ciri bunga krisan yang terserang hama ini ditandai dengan adanya serangga dewasa (imago) berukuran sangat kecil dan bertubuh langsing, dengan panjang tubuh 0,5 – 5 mm. Tubuh thrips dewasa berwarna kuning pucat sampai coklat kehitaman, sedangkan imago muda berwarna putih atau kekuning-kuningan.

Thrips berkembang biak secara tidak kawin (partenogenesis). Umum stadium serangga dewasa dapat mencapai 20 hari. Telur thrips berbentuk oval atau seperti ginjal. Dalam sekali berkembang biak, thrips betina dapat bertelur hingga 80 butir dan dapat menetas setelah 3-8 hari. Induk betina Thrips biasanya meletakkan telurnya pada daun bagian bawah atau di dalam jaringan tanaman secara terpencar.

Nimfa baru menetas tubuhnya berwarna keputihan atau kekuningan. Pupa serangga ini terbungkus kokon dan biasanya melekat di permukaan bawah daun dan di permukaan tanah di sekitar tanaman inangnya. Thrips muda yang baru keluar dari kokon belum bisa terbang, dia akan meloncat untuk berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain. Perkembangan pupa menjadi thrips muda akan semakin meningkat pada kondisi kelembaban udara rendah dan suhu lingkungan yang hangat.

Hama ini menyerang dengan cara menggaruk dan menghisap cairan tanaman krisan. Bagian yang diserang terutama pada daun muda atau pucuk dan tunas-tunas muda, sehingga sel-sel tanaman menjadi rusak dan mati.

Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak keperakan atau kekuningan seperti perunggu terutama pada permukaan atas daun. Bercak tersebut awalnya tampak dekat tulang daun dan kemudian menjalar ke tulang daun hingga seluruh permukaan daun menjadi putih. Daun yang terserang ini kemudian menjadi coklat, mengeriting atau keriput dan akhirnya mengering. Populasi hama bunga krisan ini biasanya tinggi pada musim kemarau dan menurun pada musim hujan.

Cara menghilangkan hama thrips pada tanaman bunga krisan dapat dilakukan dengan cara mengatur waktu tanam. Selain itu, memasang perangkap likat warna kuning yang dipasang pada saat tanam juga efektif untuk mengendalikan populasi serangga ini. Penggunaan mulsa plastik hitam perak juga bisa dilakukan untuk memutus siklus hidup hama. Jika ketika cara menghilangkan hama thrips diatas masih kurang efektif, anda bisa menyemprotkan insektisida berbahan aktif merkaptodimetur pada tanaman bunga krisan anda sesuai dengan dosis anjuran.

Ulat Tanah

Hewan yang memiliki nama latin Agrotis ipsilon ini bersifat polifag. Siklus hidup dari telur hingga serangga dewasa rata-rata berlangsung selama 51 hari. Telur diletakkan secara terpisah atau berkelompok. Bentuk telur ulat tanah seperti kerucut, dengan diameter pada bagian dasarnya sekitar 0,5 mm. Serangga betina dewasa dapat menghasilkan telur sebanyak 1.430 – 2.775 butir selama masa hidupnya.

Awalnya telur ulat tanah ini berwarna putih, kemudian berubah menjadi kuning, lalu berubah lagi menjadi merah disertai titik coklat kehitaman pada puncaknya. Menjelang menetas, warna telur akan berubah lagi menjadi gelap agak kebiru-biruan. Stadium telur berlangsung sekitar 4 hari.

Larva yang baru menetas berwarna kuning kecoklatan dengan ukuran panjang berkisar antara 1-2 mm. Larva serangga ini juga tidak menyukai cahaya matahari dan bersembunyi di permukaan tanah sedalam 5-10 cm atau dalam gumpalan tanah.

Imago serangga tidak menyukai cahaya matahari langsung, sehingga seringkali bersembunyi di permukaan daun bagian bawah. Sayap depan imago serangga ini berwarna dasar coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam. Pinggiran sayap depan berwarna putih. Warna dasar sayap belakang imago ulat tanah berwarna putih keemasan dengan pinggiran berenda putih. Sayapnya ini memiliki panjang sekitar 16 – 19 mm dan lebar 6 – 8 mm. Imago dapat bertahan hidup selama 20 hari.

Stadium hama yang menyerang tanaman krisan adalah larvanya. Larva ulat tanah aktif pada malam hari dan waktu inilah ia akan menyerang tanaman dengan cara menggigit batang dan daunnya. Gejala serangan hama ini ditandai dengan terkulainya tunas apikal atau batang tanaman, kemudian menjadi layu.

Cara menghilangkan hama ulat tanah pada tanaman bunga krisan dapat dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari. Selain itu, pemasangan mulsa plastik hitam perak dan aplikasi insektisida berbahan aktif karbofuran pada area pertanaman juga sebaiknya dilakukan. Untuk menarik ulat tanah berkumpul, maka insektisida harus dicampur dengan dedak (perbandingan 1 : 1) sebagai umpan beracun yang diletakkan di parit antar bedengan tanaman.

Ulat Grayak

Hama bunga krisan yang bernama latin Spodoptera litura ini mempunyai siklus hidup antara 30 – 60 hari. Ciri-ciri hama ulat grayak ditandai dengan sayap imago bagian depan berwarna keputih-putihan dengan bercak hitam. Imago dapat terbang sejauh 5 meter.

Serangga betina dapat menghasilkan 2.000 – 3.000 telur selama siklus hidupnya. Telur ulat grayak bentuknya setengah bulat dengan bagian datar melekat pada daun atau bagian tanaman lainnya. Telur berwarna coklat kekuning-kuningan dan diletakkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok telur ini biasanya berisi 25 – 500 telur. Induk betina akan menutupi kelompok telur ini dengan bulu-bulu yang berasal dari ujung tubuhnya.

Larva ulat grayak mempunyai kalung seperti bulan sabit sebagai ciri identifikasinya. Kalung seperti bulan sabit ini berwarna hitam yang terletak pada segmen abdomen yang keempat dan kesepuluh. Pada sisi lateral dan dorsal terdapat garis kuning. Ketika baru menetas, larva ulat grayak berwarna hijau muda dengan bagian samping berwarna coklat tua atau hitam kecoklatan. Larva hidup berkelompok, menyebar dan aktif pada malam hari, bersembunyi dalam tanah, terutama tempat yang gelap.

Ulat grayak menyerang tanaman krisan pada malam hari. Biasanya hama bunga krisan ini berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar. Warna dan perilaku larva instar terakhir ulat grayak ini mirip ulat tanah. Perbedaan keduanya hanya pada tanda bulan sabit berwarna hijau gelap dan garis punggung warna gelap memanjang. Pada umur 2 minggu panjang ulat dapat mencapai 5 cm. Larva akan berubah menjadi pupa di dalam tanah, pupa serangga ini tidak memiliki kokon dan berwarna coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,6 cm.

Stadium infektif hama ini terjadi pada saat larva. Larva akan memakan daun hingga tinggal meninggalkan tulang-tulang daunnya saja. Gejala serangan hama bunga krisan ini ditandai dengan rusaknya daun secara tidak beraturan,bahkan kadang-kadang hama ini juga memakan tunas dan bunga. Serangan berat menyebabkan daun tanaman krisan habis. Intensitas serangan tinggi biasanya terjadi pada musim kemarau.

Cara menghilangkan serangan hama bunga krisan ini dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan kebun, pengolahan tanah yang baik dan benar untuk mematikan stadium pupa hama. Penutupan permukaan tanah menggunakan plastik polietilen selama 1,5 bulan atau mulsa plastik hitam perak juga efektif untuk memutus siklus hidup hama ini. Penggunaan insektisida nabati seperti neem oil, daun suren atau sereh wangi lebih baik didahulukan daripada yang berbahan kimia. Jika terpaksa, anda bisa menghilangkan hama bunga krisan ini menggunakan insektisida kimia berbahan aktif deltametrin, fipronil atau tiodikarb ketika populasi hama atau intensitas serangan telah mendekati nilai ambang pengendalian.

Tungau Merah

Hama bunga krisan yang memiliki nama latin Tetranychus sp ini bersifat kosmopolit dan dapat dijumpai hampir di seluruh belahan dunia. Tungau mampu berkembang biak dengan sangat cepat sehingga dapat menyebabkan kerusakan secara mendadak. Hal ini berkaitan dengan waktu perkembangan atau siklus hidup tungau yang singkat, yaitu berkisar 12 – 19 hari pada suhu 20-25ºC.

Ciri-ciri hama ini ditandai dengan ukuran yang kecil, yaitu kurang dari 1 mm. Tubuhnya berwarna merah, hijau, orange atau kuning. SIklus hidup tungau ini terdiri atas telur, larva, nimfa (protonimfa dan deutonimfa) dan dewasa. Telur pada umumnya diletakkan pada permukaan bawah daun, tetapi kadang diletakkan pula pada permukaan atas daun, terutama ketika populasinya berlimpah.

Telur tungau merah ini bentuknya bulat seperti bola dan berwarna putih agak bening. Larva dan nimfanya memiliki tubuh yang berwarna hijau kekuningan dengan bintik gelap pada bagian samping atas tubuhnya. Tungau dewasa pada umumnya berwarna merah atau merah kekuningan. Warna tubuh tungau dewasa ini dipengaruhi oleh tanaman inangnya.

Imago betina memiliki lama hidup yang lebih panjang dibandingkan imago jantung. Tingkat fekunditas bervariasi dan dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Imago betina mampu menghasilkan telur rata-rata 10 butir per hari dan selama hidupnya dapat menghasilkan hingga 100 butir telur pada suhu 25ºC. Imago jantan tungau merah tumbuh berkembang lebih cepat daripada betinanya.

Gejala serangan hama ini ditandai dengan terjadinya titik-titik kecil berwarna terang yang kemudian berkembang menjadi bercak tidak teratur berwarna putih atau hijau. Serangan berat menyebabkan daun mengeriting dan nekrosis, sedangkan pada tunas yang baru tumbuh tampak melengkung di bagian permukaan daun. Kemudian daun akan layu dan gugur, serta akhirnya tanaman menjadi gundul dan mati.

Cara menghilangkan hama bunga krisan ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi lingkungan dan aplikasi insektisida nabati neem oil atau akarisida berbahan aktif dikofol atau piridaben. Saat menggunakan insektisida kimia ini, pastikan anda mengikuti petunjuk yang ada di kemasannya untuk mengurangi efek negatif yang ditimbulkannya.

Pengorok Daun

Pengorok daun (liriomyza trifolii) merupakan hama yang bersifat polifag, sehingga mudah menyebar di berbagai lokasi di Indonesia, khususnya daerah dataran tinggi. Siklus hidup hama ini berlangsung sekitar 165 hari, bergantung pada suhu lingkungan. Ciri-ciri hama ditandai dengan tampilan serangga dewasa (imago) berwarna coklat tua kehitaman dan terdapat bintik kuning pada tubuhnya. Tubuh imago berukuran panjang sekitar 1,5 – 2 mm dengan sayap transparan mengkilap dan rentang sayap mencapai 2,25 mm. Sayap terlipat di atas tubuhnya. Bentuk tubuh hama pengorok daun ini seperti lalat kacang, namun lebih kecil dan lebih ramping.

Telurnya berwarna putih dan agak transparan dengan panjang 0,2 – 0,5 mm. Stadium telur berlangsung selama 2-4 hari. Larva instar pertama berwarna bening, setelah melakukan molting tubuhnya akan berangsung-angsung berarna kuning kecoklatan dengan panjang 2 – 2,5 mm. Serangga betina dewasa meletakkan telurnya pada jaringan daun sehari setelah kawin. Serangga betina dapat menghasilkan telur sebanyak 600 – 700 butir selama hidupnya. Telur menetas setelah 3-4 hari dan larva berada pada liang korok pada jaringan tanaman, tepatnya di bawah kutikula dari permukaan atas daun tersebut.

Selain diakibatkan korokan larva,tanaman bunga krisan juga mengalami kerusakan akibat adanya tusukan ovipositor serangga betina dewasa. Hama bunga krisan ini menyerang bagian daunnya, maulai dari yang muda hingga tua dengan cara menghisap cairan yang ada di dalam daun tersebut. Beberapa larva sering secara bersama-sama menyerang satu daun yang sama, sehingga daun layu sebelum waktunya dan mati. Gejala serangan hama ini ditandai dengan terjadinya bintik-bintik putih.

Cara menghilangkan hama bunga krisan ini dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan pertanaman, memotong dan membuang daun yang terserang dan pemasangan penutup tanah dari mulsa plastik hitam. Anda juga bisa menananam tanaman perangkap misalnya penanaman tanaman kacang merah yang ditanam lebih awal (2 minggu sebelum tanam krisan). Tanaman perangkap ini ditanam di sekitar pinggiran kebun, setiap daun kacang merah yang terserang pengorok daun dipetik atau diambil dan dimusnahkan. Pemasangan perangkap likat kuning secara massal juga dapat efektif menghilangkan hama bunga krisan ini. Aplikasi insektisida nabati, seperti mimba (Azadirachta indica) juga merupakan salah satu cara efektif menghilangkan larva ataupun imago hama bunga krisan ini. Penggunaan insektisida ini harus memperhatikan tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara agar bisa berfungsi dengan sempurna.

Kutu Daun

Kutu daun atau dalam nama latin Aphis gossypii merupakan hama yang bersifat polybag, berukuran kecil, berbentuk bulan dan berwarna kekuningan atau kehitaman. Kutu daun dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual (partenogenesis). Ketika suhu lingkungan dingin, kutu daun akan melakuan partenogenesis yaitu menghasilkan telur fertil tanpa melalui perkawinan. Kutu daun betina dewasa mampu menghasilkan ribuan butir telur dalam waktu 4-6 minggu.

Nimfa yang dihasilkan akan melewati empat fase sebelum menjadi serangga dewasa dalam waktu 8-10 minggu. Serangga dewasa akan bereproduksi dalam 2-3 hari kemudian. Serangga dewasa bersayap, sehingga mampu berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain secara cepat dan akan mempercepat kerusakan di area budidaya bunga krisan. Kutu daun biasanya hidup bergerombol di pucuk dan tangkai bunga krisan.

Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan sel tanaman hingga menyebabkan pucuk atau bunga krisan merana (kerdil), menguning dan menjadi keriting. Kutu daun selain mengeluarkan cairan madu yang dapat mengundang semut, juga menjadi penular penyakit. Cara menghilangkan hama kutu daun pada bunga krisan dapat dilakukan dengan cara penanaman serempak, memotong dan membuang daun yang terserang, pemasangan penutup tanah dari mulsa plastik hitam, pemasangan perangkap likat kuning secara massal dan aplikasi insektisida nabati seperti mimba (Azadirachta indica). Bila terjadi serangan berat di atas ambang kendali dapat dilakukan aplikasi insektisida berbahan aktif tiametoksam, dimetoat, fipronil dan imidakloprid.

 

Itulah beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman bunga krisan dan cara menghilangkan hama tersebut secara efektif.