Cara Melestarikan Badak Bercula Satu

Badak bercula satu merupakan salah satu hewan langka yang populasinya telah mengkhawatirkan. Penyebab kelangkaan badak bercula satu yang paling utama adalah karena perburuan manusia, untuk diambil culanya. Oleh karena itu, cara melestarikan badak bercula satu yang paling utama adalah dengan menghentikan adanya perburuan terhadap hewan ini.

Penyebab Kelangkaan Badak Bercula Satu

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara melestarikan badak bercula satu. Kita perlu mengetahui lebih dulu apa yang menjadi penyebab kelangkaannya. Mengetahui penyebab penting untuk diketahui, agar bisa memberikan solusi untuk masalah satu ini.

Paling tidak ada 4 penyebab kelangkaan badak bercula satu, yaitu :

Perburuan Liar

Seperti yang telah saya tuliskan diatas, perburuan liar menjadi penyebab utama mengapa populasi hewan ini bisa menjadi langka seperti sekarang. Badak telah diburu oleh manusia selama ribuan tahun lama, padahal dulunya populasi hewan ini tersebar cukup luas di seluruh dunia. Badak bercula satu awalnya dapat ditemukan di India, China, Thailand, Laos, Myanmar, Indonesia dan beberapa negara lain disekitarnya.

Akan tetapi, dikarenakan cula dari hewan ini dikenal sebagai salah satu obat tradisional yang sangat mujarab maka perburuan terus dilakukan oleh manusia. Cula hewan ini memiliki harga jual yang sangat tinggi hingga sekarang, bahkan permintaan akan komoditas ini tetap tinggi walaupun badak bercula satu sudah hampir punah.

Berkurangnya Habitat

Kita harus tahu bahwa karena populasi manusia terus bertambah maka banyak hutan dan habitat hewan lain yang dialih fungsikan untuk menjadi tempat hidup manusia. Pembangunan oleh manusia terus dilakukan yang mengakibatkan habitat hewan liar menjadi semakin minim setiap tahunnya. Misalnya saja untuk badak bercula satu, dulunya ia juga bisa ditemukan di Gunung Salak, Jawa Barat akan tetapi karena daerah tersebut telah dialih fungsikan maka kita tidak bisa menemukan lagi badak disini.

Berkurangnya habitat, tentu berpengaruh akan jumlah sumber daya yang bisa didapatkan oleh hewan ini. Habitat yang menyempit membuat badak lebih susah untuk mencari tempat untuk makan dan berkembang biak. Kehadiran manusia juga menyebabkan terjadinya perubahan ekosistem yang tidak bisa kita sanggah. Hadirnya manusia membawa sampah, polusi dan berbagai hal buruk lain terhadap alam sehingga membuat badak menjadi semakin sulit untuk bertahan hidup.

Lambatnya Berkembang Biak

Penyebab berikutnya mengapa populasi hewan ini terus berkurang adalah karena lambatnya ia dalam bereproduksi. Bahkan ketika dibiarkan hidup secara alami di sebuah hutan lindung tanpa ada gangguan, populasi badak masih berkurang tiap tahunnya. Penyebabnya adalah karena dari sisi reproduksi badak betina yang telah mendapatkan pasangan pejantan biasanya baru hamil setelah sekitar 16 – 19 bulan kemudian. Setelah ia melahirkan anaknya, badak betina ini baru akan mengalami birahi kembali setelah 5 tahun kemudian.

Karena perilaku reproduksi yang seperti itu, idealnya dalam sebuah populasi badak terdapat perbandingan antara pejantan dan betina 1 : 4. Dengan begitu, setiap tahunnya badan jantan dapat menghamili betina secara bergantian. Sayangnya kenyataan berada diluar harapan, populasi badak di ujung kulon justru malah lebih banyak betinanya.Tentunya komposisi populasi yang demikian tidaklah ideal untuk memperbanyak populasi hewan langka ini.

Cara Melestarikan Badak Bercula Satu

Setelah mengetahui penyebab mengapa hewan ini mengalami ancaman kepunahan diatas, cara melestarikan badak bercula satu yang kita lakukan haruslah bisa mengatasi ketiga hal diatas. Beberapa cara melestarikan badak bercula satu yang bisa kita lakukan antara lain :

Mencegah Perburuan

Perburuan menjadi hal utama yang perlu kita lakukan dalam cara melestarikan badak bercula satu. Walau sudah dilindungi sangat ketat, ternyata masih ada saja orang yang nekat untuk berburu hewan ini. Faktor ekonomi menjadi penyebabnya, harga cula yang sangat mahal membuat orang tergiur untuk memburu hewan ini.

Oleh sebab itu mencegah perburuan badak bercula satu perlu dilakukan secara terpadu oleh berbagai segmen masyarakat. Pemberian edukasi kepada masyarakat di sekitar habitat hewan ini juga penting untuk dilakukan. Edukasi ini selain membuat masyarakat bisa mencegah adanya perburuan juga agar mereka bisa hidup tanpa mengganggu habitat hewan ini.

Menjaga Kelestarian Habitat

Sepertinya untuk memperluas habitat badak bercula satu sangat sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebagai alternatifnya salah satu cara melestarikan badak bercula satu yang perlu kita lakukan adalah dengan menjaga kelestarian habitatnya. Tindakan ini telah dilakukan pemerintah dengan menyediakan taman nasional ujung kulon sebagai tempat hidup hewan ini secara alami yang tidak diganggu oleh manusia. Kawasan tersebut terus dijaga kesterilannya dari campur tangan manusia, sehingga diharapkan secara alami populasi badak bisa berkembang di alam.

Penangkaran

Seperti yang kita ketahui bahwa badak memiliki kecenderungan susah berkembang biak secara alami. Selain melestarikan hewan ini secara alami di habitatnya, membuat sebuah penangkaran untuk mengintensifkan proses perkembangbiak yang terkontrol bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa ekor badak. Upaya melestarikan badak bercula satu melalui penangkaran telah dilakukan di Gunung Honje, seluas 3.000 hektar yang sayangnya belum berjalan dengan baik. Padahal Gunung Honje merupakan salah satu tempat yang cukup strategis karena ketersediaan pakan hewan ini dalam jumlah cukup banyak.

Edukasi Terhadap Masyarakat

Cara melestarikan badak bercula satu lainnya yang tak kalah penting adalah dengan melakukan edukasi kepada masyarakat terutama anak-anak. Dengan membuat anak-anak mengerti pentingnya menjaga kelestarian hewan, maka diharapkan generasi penerus kita bisa menjaga lingkungannya dengan lebih baik. Selain itu, diharapkan generasi penerus kita bisa menemukan solusi untuk melestarikan hewan ini dengan lebih baik.