Categories: Hewan

Cara Berkembang Biak Cacing Pipih

Cacing pipih atau platyhelminthes adalah organisme sederhana yang dapat hidup bebas atau bersifat parasit. Cacing pipih dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual.  Pada artikel ini saya akan menjelaskan sekilas tentang reproduksi cacing pipih.

Pendahuluan

Cacing pipih digunakan untuk menyebutkan nama semua anggota filum Platyhelminthes. Sesuai dengan namanya, cacing yang masuk kelompok ini memiliki tubuh yang tipis, berbentuk pita dan pipih secara dorsoventral. Ukuran tubuhnya bervariasi, ada spesies yang berukuran mikroskopis akan tetapi juga ada juga panjangnya mencapai 27 meter. Spesies cacing pipih yang memiliki ukuran terpanjang adalah cacing pita, ia merupakan salah satu parasit  yang seringkali menyerang manusia.

Ciri-ciri yang dimiliki semua anggota cacing pipih diantaranya adalah tubuhnya bersifat triploblastik (terdiri atas tiga lapisan) dan simetris bilateral. Tubuh cacing ini dapat  dibagi menjadi dua bagian yang sama, seperti sebuah bayangan cermin satu sama lainnya.

Terdapat sekitar 20.000 spesies cacing pipih yang telah teridentifikasi secara ilmiah, persebarannya berada di habitat air tawar dan laut. Dari semua kelompok cacing yang ada di dunia, cacing pipiih merupakan bentuk yang paling sederhana. Dia belum memiliki sistem peredaran darah, dimana sari makanan diedarkan langsung melalui ususnya yang menyebar. Organisme ini memiliki satu buah lubang yang bertanggung jawab untuk memasukkan makanan dan sekaligus membuang kotorannya.

Cacing Pipih Berkembang Biak dengan Cara Apa?

Seperti yang telah saya tuliskan diatas, bahwa cacing pipih yang bersifat parasit dan juga yang hidup bebas di alam. Cacing parasit memiliki kait, scolex, mulut hisap  dan fitur lain yang digunakannya untuk menempel pada organisme inangnya. Contoh Platyhelmintes parasit yang sudah banyak diketahui  adalah cacing pita. Ia merupakan parasit pada usus manusia dan vertebrata lainnya.

Berbicara mengenai cara berkembang biak cacing pipih, mereka bisa melakukannya secara aseksual  dan seksual. Sama seperti sistem organ lainnya yang dimiliki hewan ini, sistem reproduksi cacing pipih sangat sederhana. Mari kita lihat bagaimana  cara reproduksi dari cacing pipih ini.

Related Post

Cara Berkembang Biak Cacing Pipih Secara Aseksual

Cara berkembang biak cacing secara aseksual ini telah diteliti secara mendetail oleh para ilmuwan. Beberapa spesies cacing pipih non parasit akan melakukan pembelahan diri secara melintang, dimana sebuah individu tunggal akan membelah menjadi fragmen yang lebih kecil. Karena hewan ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi  dirinya, bagian-bagian yang terpotong tadi akan dibentuk  kembali sehingga  masing-masing fragmen dapat tumbuh menjadi individu baru.

Hal yang sama terjadi pada cacing pipih yang bersifat parasit. Begitu mereka masuk ke dalam tubuh inangnya, mereka akan bermigrasi ke saluran usus dan memakan makanan yang ada disana. Setelah itu mereka akan membelah diri menjadi fragmen yang lebih kecil  dan setiap  bagian akan berkembang menjadi individu baru. Hal itulah mengapa cacing ini akan dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh manusia yang terjangkitnya dan kemudian menyebar keseluruh tubuh menggerogoti badan inagnnya tersebut.

Cara Berkembang Biak Secara Seksual

Studi tentang perkembangbiakan Platyhelminthes menunjukkan bahwa sebagian besar anggota kelompok  ini bersifat hermafrodit. Dengan kata lain, organ reproduksi jantan dan betina terdapat dalam satu tubuh cacing pipih. Hal ini menyebabkan beberapa speises mampu mereproduksi dirinya sendiri secara seksual.

Walaupun ada juga yang tidak bisa melakukannya, misalnya saja dikarenakan tingkat kematangan sel kelamin jantan dan betina berbeda atau karena tidak adanya  saluran yang menghubungkan kedua organ tersebut. Sehingga cara berkembang biak secara seksual pada Platyhelminthes ini bisa berbeda dari satu spesies  ke spesies  lainnya.

Semua spesies cacing pipih melakukan pembuahan secara internet, gamet jantan betina akan menyatu di dalamtubuhnya. Beberapa spesies Platyhelminthes akan melepaskan kepompong berisi  telur  yang kemudian menetas menjadi cacing muda yang mirip dengan cacing dewasa.

Dalam kasus lainnya, misalnya cacing pita, reproduksi didahului dengan pembuahan sendiri dalam satu  proglottid (segmen yang berisi organ reproduksi jantan dan betina) atau diatantara dua proglottid. Disisi lain, ada cacing pipih lain yang membutuhkan pembuahan silang agar bisa bereproduksi. Misalnya saja pada cara berkembang biak cacing planaria, dua cacing dewasa akan saling melekatkan diri dan bertukar sel kelamin sehingga terjadilah pembuahan.

Itulah seidkit gambaran umum tentang bagaimana cacing pipih berkembang biak. Cacing pipih yang bersifat parasit biasanyamemiliki pola reproduksi tertentu, dengan tahapan seksual berada pada organisme inang primer dan tahapan aseksual berada di  tubuh inang perantara. Laju perkembangbiakannya yang cepat menjadi perhatian utama manusia saat berhadapan dengan spesies cacing parasit ini.