13 Jenis Burung Hantu Yang Ada Di Indonesia

Burung merupakan salah satu jenis unggas yang banyak dipelihara. Mempunyai kicauan hingga karakteristik yang unik, unggas terbang tersebut memiliki nilai keindahan tersendiri. Seperti contohnya dengan burung hantu atau yang akrab disapa owl. Burung pemakan daging tersebut ternyata memiliki penggemar yang tidak sedikit. Ditambah dengan jenis burung hantu yang ada, semakin membuat varian binatang ini wajib dikoleksi.

Bagi para pecinta burung pastinya mempunyai ketertarikan terhadap jenis unggas tertentu. Salah satunya adalah burung hantu, hewan malam yang dikenal cukup buas. Berbeda dengan unggas terbang lain, hewan satu ini cukup unik.

Nama Dan Arti Burung Hantu

Di belahan negara barat, burung dengan nama ilmiah strigiformes ini melambangkan kebijaksaan. Tapi berbeda dengan di Indonesia, sebab owl ini dianggap sebagai pembawa pertanda maut. Karena itulah hewan ini disebut burung hantu. Hingga membuat sebagian besar merasa takut ketika menjumpai burung malam ini.

Tapi tahukah Anda, bahwa tidak semua burung hantu si nokturnal atau hewan malam ini menyeramkan. Pasalnya varian dari binatang ini sangat banyak. Bahkan tidak selalu seseram yang dibayangkan. Apa saja ya jenis-jenis strigiformes ini ya?

Jenis Burung Hantu Di Indonesia

Ada banyak sekali jenis burung malam, akan tetapi tidak semuanya dapat ditemui di negara kita. Berikut ini adalah beberapa jenis burung hantu yang ada di Indonesia:

Burung Hantu Serak Jawa

Sesuai dengan namanya ia merupakan burung hantu yang berasal dari pulau Jawa. Ia mempunyai warna bulu yang bagus, perpaduan antara kuning tua kecoklatan dan putih pada bagian wajahnya Ukurannya cukup besar, panjangnya dapat mencapai 35 cm dan saat ia merentangkan sayapnya burung hantu serak jawa ini lebarnya mencapai 110 cm. Kemampuannya yang dapat terbang tanpa menimbulkan suara membuatnya dapat memburu mangsanya.

Burung Hantu Serak Bukit

Orang luar negeri menyebutnya dengan nama oriental bay owl sedangkan orang Indonesia menyebutnya dengan nama burung pemalu. Burung yang memiliki nama latin Phodilus badius ini merupakan burung yang hidup di wilayah asia tenggara. Ia memiliki tubuh yang berwarna cokelat tua pada bagian atasnya dan putih kecokelatan pada bagian bawahnya. Wajahnya berbentuk seperti hati dengan bagian samping kanan kiri yang mirip seperti telinga. Di habitat alamnya ia biasa memangsa kelelawar, ular, kadal, katak dan serangga berukuran besar.

Celepuk Gunung

Nama latinnya adalah Otus spilocephalus, ia merupakan salah satu burung nokturnal yang mudah dipelihara. Ukurannya juga relatif kecil, jadi tidak perlu kandang jumbo. Habitat alaminya berada di daerah yang bersuhu dingin. Hal itulah yang menyebabkan celepuk gunung biasanya ditemukan di daerah pegunungan Indonesia. Selain di Indonesia, burung hantu ini dapat ditemukan diberbagai negara asia, seperti Bangladesh, Myanmar, India, Malaysia, Nepal, Taiwan dan Thailand.

Celepuk Merah

Satu-satunya varian burung hantu berukuran mini, sekitar 15-18 cm. Warna tubuhnya kemerah-merahan dan hitam putih. Berbeda dengan jenis burung hantu lainnya, celepuk merah dapat hidup dengan baik di dataran rendah. Sayangnya, saat ini populasi celepuk merah sudah sangat berkurang dikarenakan rusaknya habitat alaminya. Selain itu dikarenakan ukurannya yang kecil, burung ini memiliki banyak predator. Tak jarang ia menjadi mangsa burung hantu jenis lain yang berukuran lebih besar.

Celepuk Rajah

Burung ini merupakan spesies yang hanya ada di Indonesia. Tubuhnya berukuran sedang, dengan panjang maksimal 28 cm. Ia memiliki sayap yang pendek dan membulat. Tubuhnya berwarna cokelat dengan sedikit warna putih di beberapa bagian tubuhnya. Habitat alami celepuk rajah berada di daerah pegunungan yang bersuhu dingin. Populasi burung ini di alam liar masih cukup banyak, sehingga belum terancam kepunahan.

Related Post

Celepuk Reban

Dalam bahasa jawa, hewan ini disebut “manuk kuwek”. Memiliki daun telinga yang unik dengan postur berukuran kecil. Ia memiliki ukuran tubuh yang kecil, panjangnya hanya sekitar 20 cm dengan berat sekitar 100 gram. Jenis burung hantu ini umumnya berada di daerah yang masih banyak pohon rimbunnya. Ia bisa hidup di daerah dengan ketinggian 300 sampai 1.600 meter diatas permukaan laut. Daerah bersebaran hewan ini berada di Filipina, Malaysia dan Indonesia.

Burung Hantu Beluk Watu Jawa

Orang barat memanggilnya dengan sebutan Asian barred Owl. Beruk watu jawa merupakan burung hantu yang hanya terdapat di pulau jawa dan Bali. Tubuhnya berukuran sedang, yaitu saat dewasa rata-rata memiliki panjang sekitar 25 cm. Kepala berbentuk bulat, diatas kepalanya tidak terlihat bulu yang bentuknya seperti daun telinga (seperti pada celepuk).  Bulunya berwarna warna merah bata dan putih tetapi dari kejauhan tampak seperti berwarna kecoklatan.

Burung Hantu Beluk Ketupa

Ia merupakan jenis burung hantu yang berukuran besar. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 50 cm dan lebar sekitar 70 cm saat ia merentangkan sayapnya. Tubuhnya berwarna cokelat dengan binting hitam, bintik di bagian atas tubuhnya lebih banyak daripada yang ada di bagian bawah. Bintik itu merupakan salah satu bentuk adaptasi dari beluk ketupa agar tidak terlihat oleh mangsa dan predatornya pada saat malam hari. Persebaran burung ini ada di negara Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia.

Burung Hantu Punggok Cokelat

Berbeda dengan jenis burung hantu lainnya, punggok cokelat memiliki kepala yang berukuran kecil. Diduga, burung ini berasal dari India da kemudian menyebar ke Asia Tenggara dan Cina. Panjang tubuhnya dapat menccapai sekitar 35 cm saat dewasa. Ia memiliki bulu yang berwarna cokelat gelap di bagian atas badannya dan campuran putih dan cokelat di bagian bawah tubuh. Burung ini disebut dengan nama punggok karena kicauannya yang berbunyi pung-ok pung-ok.

Burung Hantu Seloputo

Mungkin jarang orang yang mengetahui tentang burung hantu seloputo ini. Hal itu menjadi wajar karena ia merupakan burung hantu yang hanya ada di pulau Bawean. Bawean merupakan sebuah pulau yang berada diantara pulau Jawa dan Kalimantan. Jaraknya dengan pulau Jawa sekitar 120 km sedangkan dengan pulau Kalimantan sekitar 300 km. Jauhnya jarak tersebut menyebabkan hewan yang ada di pulau ini tidak dapat pergi ke luar pulau. Ukuran tubuh burung ini cukup besar, panjang tubuhnya antara 44 – 48 cm dengan lebarnya sekitar 75 – 80 cm saat ia mengepakkan sayapnya. Warna tubuhnya di bagian atas adalah cokelat gelap, bagian wajahnya berwarna oranye sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna belang hitam putih.

Burung Bubo Sumatrus

Disebut juga dengan burung hantu beluk jampuk. Jenis ini banyak disukai para penggemar burung hantu untuk dipelihara. Penyebabnya dikarenakan ia iemiliki ukuran tubuh besar sampai 45 cm. Tubuh jenis burung hantu ini ada yang memiliki warna abu tua, putih dan coklat.

Burung Hantu Beluk Telinga Pendek

Burung hantu ini mempunyai ukuran tubuh medium. Berkisar 37 cm dengan warna mata kuning yang dikelilingi corak hitam.

Burung Hantu Kukuk Beluk

Owl kukuk beluk mempunyai warna kuning tua dan bergaris-garis coklat tua. Mata coklat berukuran bulat besar, burung ini khas denga suara “buuu”.

Itulah jenis burung hantu yang bisa ditemui di Indonesia. Masing-masing memiliki karakteristik dan keistimewaan tersendiri.

Makanan Burung Hantu

Burung hantu termasuk binatang karnivora sehingga makanannya adalah daging/binatang lainnya. Jenis dan ukuran tubuh menjadi faktor yang mempengaruhi makanan apa yang dimakannya. Misalnya saja anakan burung hantu kecil seperti celepuk dapat diberikan serangga berukuran kecil seperti jangkrik. Lain halnya dengan tyto alba yang berukuran besar, tentunya tidak akan kenyang jika diberikan jangkrik. Maka dari itu biasanya tyto alba diberikan tikus, kadal, ikan lele atau hewan lain yang seukuran dengannya sebagai makanan.

Karena menjadikan tikus dan berbagai macam hama pertanian lain sebagai makanan, banyak petani yang memelihara tyto alba di areal persawahan mereka. Diharapkan dengan adanya tyto alba maka tikus dan berbagai hama pertanian lain dapat dibasmi oleh jenis burung hantu ini. Hingga saat ini penggunaannya di areal pertanian terbukti sangat sukses untuk bisa membasmi hama secara ramah lingkungan namun tetap efektif.