Perbedaan SMA dan SMK

Jenjang pendidikan yang harus ditempuh setelah lulus SMP adalah SMA atau SMK. Kedua jenis pendidikan itu sebenarnya setara, hanya saja kurikulum yang digunakan sangat berbeda. Tujuan didirikannya sekolah tersebut juga tidak sama. Lantas tahukan anda apa saja perbedaan SMA dan SMK? Yuk simak ulasan selengkapnya di sini.

Deretan Perbedaan SMA dan SMK

Paling tidak ada 4 perbedaan SMA dan SMK yang bisa anda jadikan pertimbangan untuk masuk ke dalamnya. Keempat perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perbedaan Tujuan atau Output

agar lebih mudah memahami perbedaan kedua jenis sekolah ini, anda harus mengenal terlebih dahulu apa tujuan dan fungsi keduanya. SMA merupakan satuan pendidikan yang mengutamakan kemampuan teoritik siswanya. Pelajaran yang diajarkan juga hanya sebatas pelajaran umum yang biasa ditemukan di jenjang sekolah biasanya.

Setelahnya lulus dari SMA, para siswa harus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Nantinya di sanalah mereka kana diajarkan ilmu ilmu yang lebih spesifik dan lebih siap untuk dunia kerja. Lain halnya dengan SMK, para murid yang mengenyam pendidikan di sana dididik untuk memiliki keahlian khusus yang membuatnya langsung siap bekerja.

Murid SMK lebih banyak dibekali oleh ilmu praktik lapang sehingga memiliki skill yang mumpuni tanpa perlu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun dari segi kematangan ilmu pengetahuan, siswa SMA yang melanjutkan kuliahlah yang lebih lengkap. Hal ini terjadi karena di masa kuliah, mereka memperoleh ilmu yang jauh lebih kompleks.

2. Perbedaan Biaya Sekolah

Anggaran yang dibutuhkan untuk sekolah SMK kabarnya jika lebih besar dibandingkan dengan SMA. Perbedaan SMA dan SMK dari segi biaya ini timbul karena anak SMK memerlukan dana lebih banyak untuk melakukan praktik lapang. Kebutuhan ini tentu tidak diperlukan oleh murid murid SMA. Oleh karena itu, biaya untuk sekolah SMK dinilai lebih tinggi.

Apabila anda memutuskan untuk sekolah di SMA swasta, maka biaya yang dikeluarkan tidak kalah mahal. Hal ini terjadi karena anda tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dan biasanya, pembengkakan biaya bagi anak yang mengambil SMA dikarenakan biaya bimbingan belajar yang harus diikutinya. Hal ini penting karena mereka masih harus memperebutkan kursi perguruan tinggi.

Nilai sangat berpengaruh bagi mereka karena masih ada tahapan pendidikan lain yang harus dikejar. Lain halnya dengan anak anak SMK yang langsung siap bekerja. Mereka hanya perlu mematangkan skill dan memperoleh nilai yang baik untuk bisa lolos seleksi sebuah perusahaan. Alasan inilah yang membuat sebagian orang lebih suka mengambil SMK dibandingkan SMA.

3. Adanya Jurusan di Sekolah SMK

Apabila mengambil jenjang pendidikan di SMK, maka anda harus mengikuti tes sekaligus mengambil jurusan yang sesuai dengan passion. Sedangkan di SMA, anda tidak perlu mengambil jurusan. Perbedaan SMA dan SMK ini terjadi karena murid SMA hanya akan masuk kelas reguler dan tidak ada pembagian berdasarkan bidang yang spesifik sebagaimana anak SMK.

Namun jika anda mengambil SMK, maka harus memilih jurusan terlebih dahulu begitu diterima di sana. Tahapan ini sangat penting karena jurusan yang diambil di kelas 10 tidak bisa diganti di tahun berikutnya. Ilmu itulah yang harus diasah dengan baik sebelum anda lulus dari SMK. Jangan sampai melewatkan magang atau praktek lapang karena itu poinnya besar.

Oleh karena itu, penting bagi kamu yang ingin melanjutkan sekolah di SMK agar memilih jurusan yang tepat. Dalam pemilihan jurusan ini, selain melihat bakat dan minat dari diri anda, sebaiknya juga melihat peluang kerjanya. Artikel tentang Jurusan SMK yang mudah mendapatkan pekerjaan yang pernah saya tulis sebelumnya bisa menjadi referensi untuk anda.

Related Post

Setiap perusahaan pasti akan melihat nilai praktik tersebut dengan baik. Jika memungkinkan, anda bisa mempersiapkan sertifikat penunjang yang bisa menambah penilaian HRD. Tips ini penting karena anda memiliki saingan dari sekolah SMK yang lain dengan jurusan yang sama. Jika kesulitan untuk mencari kerja, anda bisa mencoba untuk membuka usaha sendiri.

Skill bisnis juga menjadi bagian penting dalam kurikulum SMK yang harus dikembangkan. Hal ini penting karena membuka lapangan pekerjaan sendiri adalah harapan yang sangat diinginkan oleh semua orang. Dengan begitu, tingkat pengangguran akan sedikit berkurang karena adanya lapangan pekerjaan tambahan yang dibuka oleh anda.

4. Kesempatan Perguruan Tinggi Untuk SMA Lebih Besar

Anak lulusan SMA sangat memerlukan perguruan tinggi untuk mengasah skill. Perbedaan SMA dan SMK terkait dengan hal inilah yang membuat peluang anak SMA lebih besar di bangku kuliah. Tidak banyak perguruan tinggi yang membuka kelasnya untuk lulusan SMK. Kalau ada pun, anda yang lulusan SMK harus mengejar pengetahuan yang sebelumnya tidak didapat.

Meskipun jurusan kuliahnya linier dengan jurusan SMK, namun tes masuk yang diambil tetaplah mengikuti soal soal SMA. Oleh karena itu, diperlukan effort yang besar untuk bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Hal inilah pula yang membuat tidak banyak anak SMK yang mengambil jalur tersebut. Mereka lebih memilih untuk langsung bekerja saja.

Namun seperti yang telah dibahas tadi, masih ada perguruan tinggi yang membuka kelasnya untuk SMK. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bagi anda untuk memperoleh gelar sarjana. Jika tidak ingin S1, anda juga bisa mengambil D3 atau vokasi. Dengan mengambilnya, maka lama studi di perguruan tinggi tidak sampai empat tahun.

Tips Saat Bingung Memilih SMA atau SMK

Dari uraian perbedaan yang telah disebutkan sebelumnya, sudahkan anda memutuskan untuk mengambil SMA atau SMK? Jika dirasa masih bingung, maka anda perlu menanyakan pada diri sendiri apa minat dan bakat yang anda miliki. Informasi Perbedaan SMA dan SMK tadi hanya sebagai alat bantu bagi anda untuk menentukan pilihan.

Untuk mendapatkan jawabannya, cobalah untuk merenung dan menulis apa mimpi dan rencana jangka panjang yang hendak diambil. Anda juga harus melihat bagaimana nilai saat SMP. Jika nilainya terbilang bagus, maka anda adalah tipe orang yang suka dengan pelajaran teoritis. Sedangkan jika lebih unggul di nilai yang berbau praktik, maka anda adalah orang yang lebih suka kegiatan lapang.

Namun kembali lagi, itu semua hanya anda yang bisa menentukannya. Terkadang nilai yang ada di rapot tidak mencerminkan bakat dan minat. Apalagi kalau nilai tersebut didapat dari hasil toleh kanan kiri. Oleh karena itu, gunakan saja hati dan pikiran untuk mengambil keputusan yang satu ini. Anda juga bisa bertanya pada teman untuk meminta sedikit pendapat.

Anda Juga bisa meminta bantuan guru konseling yang ada di SMP. Mereka biasanya memberikan layanan konsultasi bagi murid muridnya yang sedang bingung untuk melanjutkan pendidikna ke mana. Mereka juga biasanya akan memberikan masukan yang berbobot dan bisa dipertimbangkan dengan baik. Jika ada waktu, anda bisa datang bersama dengan orang tua.

Mulailah untuk membahas perbedaan SMA dan SMK. Tahapan ini diambil agar ada kesamaan persepsi antara anda, guru, dan orang tua. Kemudian komunikasikan apa yang anda ragukan. Nantinya setelah berkonsultasi, diharapkan ada sedikit pencerahan yang bisa anda dapat. Setidaknya, anda bisa memperoleh saran dari orang yang berpengalaman.

Itulah beberapa informasi tentang perbedaan mengambil kelas di SMK dan SMA. Jangan lupa pula untuk menggunakan tips memilih yang telah disebutkan tadi. Jangan ragu untuk meminta bantuan jika memang kesulitan untuk mengambil keputusan. Akan sangat disayangkan jika anda mengambil langkah yang salah karena pilihan tidak bisa diulang.