Perbedaan Jurusan Biologi Dan Pendidikan Biologi

Mungkin masih banyak anak SMA yang tidak mengetahui tentang Perbedaan Jurusan Biologi Dan Pendidikan Biologi. Ketika saya masuk kuliah di fakultas biologi, masih ada juga teman seangkatan saya yang berpikir untuk menjadi guru. Padahal ketika anda masuk pada jurusan biologi murni maka kamu tidak bisa menjadi seorang guru, karena syarat menjadi guru adalah harus kuliah pada fakultas pendidikan. Memang kamu masih bisa mengajar setelah lulus dari jurusan biologi, tetapi itu dengan menjadi dosen bukan guru.

Perbedaan keduanya ternyata bukan hanya pada pekerjaan yang didapatkan setelah lulus, masih ada banyak lagi lainnya. Oleh sebab itu, pada artikel ini saya akan mencoba membahas mengenai perbedaan jurusan biologi dan pendidikan biologi. Diharapkan bagi anak yang sedang mencari kuliah, sudah tidak bingung lagi untuk menentukan memilih jurusan mana yang cocok untuk anda.

1. Materi Kuliah

Perbedaan jurusan biologi dan pendidikan biologi yang pertama adalah menyoal materi kuliah yang diajarkan selama studinya. Cakupan materi kuliah pada jurusan biologi sangatlah luas, disini akan dibahas dengan cukup mendetail mengenai segala hal yang berhubungan dengan biologi.

Salah satu contohnya saja mengenai tumbuhan, anda dituntut memahami tentang fisiologinya, struktur tubuhnya, embriologinya, lingkungan yang cocok untuk pertumbuhannya dan masih banyak lagi pokok bahasan lainnya. Itu baru tentang tumbuhan saja, anda juga perlu memahami tentang hewan, mikroba, evolusi, ekologi dan banyak lagi.

Berbeda dengan jurusan biologi, pembahasan di pendidikan biologi justru lebih berkutat tentang bagaimana teknik mengajar yang baik. Pembahasan seputar biologi pada prodi ini justru sangat sederhana, disesuaikan dengan materi sekolah yang akan diajarkannya. Tentu ini sudah sesuai dengan tujuan prodi ini untuk mendidik para calon guru mata pelajaran biologi.

2. Peluang Kerja

Karena cakupan materi kuliah yang didapatkan berbeda, jelas ada perbedaan peluang kerja antara lulusan jurusan biologi dan pendidikan biologi. Seorang lulusan pendidikan biologi tentunya hanya bisa menjadi seorang guru, baik itu mengajar secara formal di sekolah maupun informal seperti les.

Menjadi seorang guru juga merupakan pekerjaan yang eksklusif bisa dimasuki oleh lulusan pendidikan biologi saja. Sedangkan prospek kerja jurusan biologi murni sangat beragam, anda bisa bekerja di pertamina, teknisi laboratorium, peneliti, konsultan lingkungan, polisi dan lain sebagainya.

3. Gelar

Setelah menyelesaikan studinya, seorang lulusan jurusan biologi murni akan mendapatkan gelar sarjana sains atau disingkat S.Si. Sedangkan untuk seseorang yang menyelesaikan studi di pendidikan biologi, ia akan mendapatkan gelar sebagai sarjana pendidikan atau kalau disingkat menjadi S. Pd.

4. Kerja Praktek

Mahasiswa pendidikan melakukan kerja praktek dengan latihan mengajar di sekolah sedangkan kerja praktek yang dilakukan mahasiswa jurusan biologi bervariasi. Ada yang kerja prakteknya pada perusahaan makanan, kebun binatang, museum biologi dan lain sebagainya. Pilihan tempat kerja praktek ini tentunya disesuaikan dengan keinginan mahasiswa dan kemampuan yang bersangkutan.

5. Kemampuan

Dikarenakan materi kuliah yang diajarkan berbeda, maka terdapat kemampuan berbeda yang dimiliki sarjana pendidikan dan sarjana biologi. Seseorang yang lulus dari Pendidikan Biologi tentunya memiliki kemampuan mengajar yang baik. Pada saat studinya di kampus diajarkan tentang berbagai teknik mengajar dengan benar. Hal itulah yang menjadikan saat ini hanya sarjana pendidikan saja yang bisa mendaftarkan diri menjadi seorang guru.

Berbeda dengan seorang sarjana biologi, spesialisasi kemampuan yang dimilikinya sangat tergantung pada fokus studinya. Ada mahasiswa yang fokus studinya pada bidang mikrobiologi, lingkungan, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Fokus studi inilah yang membuat kemampuan seorang sarjana biologi relatif berbeda-beda.

6. Biaya

Perbedaan jurusan biologi dan pendidikan biologi lainnya adalah tentang biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi. Memang masalah biaya ini selain terkait dari jurusan studi yang ditempuh juga bergantung pada kampusnya. Setiap kampus memiliki patokan biaya berbeda, untuk dibayar para mahasiswanya. Sesama universitas negeri saja biayanya berbeda kok, kuliah di UNS dengan jurusan yang sama memiliki biaya lebih murah dari kuliah di UGM.

Untuk kedua jurusan ini, biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan studi di biologi murni relatif lebih tinggi. Dalam studinya di jurusan ini, akan ada banyak praktikum, ada yang di lapangan ataupun di laboratorium. Tentunya praktikum ini membutuhkan biaya lebih banyak dibandingkan belajar di kelas. Masalah tugas akhirnya (skripsi), seorang mahasiswa biologi harus membuat sebuah penelitian yang bisa mengeluarkan biaya mahal. Contohnya saja jika kamu memiliki skripsi tentang genetika atau mikroba, biaya yang dikeluarkan untuk tugas akhir ini bisa lebih dari 10 juta rupiah.

Mahasiswa pendidikan biologi, praktikumnya relatif sedikit dan sederhana sehingga biaya yang dikeluarkan juga lebih rendah. Begitupun tentang tugas akhirnya, biasanya berfokus tentang masalah mengajar siswa dan tentunya biaya yang dikeluarkan tidak begitu besar. Walau begitu, bukan berarti orang miskin tidak boleh kuliah di jurusan biologi. Banyak juga beasiswa yang diberikan, selain itu jika ikut proyek seorang dosen maka biaya tugas akhir ini akan ditanggung dosen bersangkutan.

Itulah beberapa hal tentang Perbedaan jurusan biologi dan pendidikan biologi, pilihan prodi mana yang akan dipilih tentunya tergantung minat kamu. Keduanya tidak ada yang lebih buruk, tergantung dari tujuan kamu dalam kuliah dan pilihan masa depanmu. Jangan sampai ketika kamu ingin menjadi seorang guru, justru masuknya ke jurusan biologi murni.