Kepik

Kepik dalam bahasa Indonesia mengacu pada serangga yang menjadi anggota ordo Hemiptera. Ordo Hemiptera merupakan serangga yang memiliki bagian pangkal sayap depan agak keras dan bagan ujung berupa membran, yang akan tumpang tindih dibagian abdomen antara sayap kanan dan kiri ketika beristirahat. Tipe mulut anggota ordo Hemiptera ialah menghisap dan sebagian besar serangga yang masuk ke dalam kelompok ini merupakan hama tanaman pertanian.

Nama Latin Kepik

Dalam taksonomi hewan kepik mereferensikan serangga yang masuk ke dalam ordo Hemiptera. Sehingga nama latin kepik ialah Hemiptera. Nama ini berasal dari bahasa yunani yang artinya setengah sayap. Hal itu dikarenakan serangga yang masuk ke dalam ordo ini setengah sayapnya (sayap depan) keras sedangkan setengah bagian sayap lainnya (sayap belakang) tipis seperti membran.

Jenis Kepik

Habitat hewan ini dapat ditemukan di seluruh pelosok dunia, terutama pada tempat-tempat yang menyediakan bahan makannya. Jenis spesies kepik yang ada di dunia kurang lebih ada 80.000 spesies. Tentu di artikel ini saya tidak dapat membahas semuanya, karena keterbatasan waktu dan ilmu yang saya miliki. Beberapa jenis kepik diantaranya adalah sebagai berikut :

Kepik Emas

Kepik emasSerangga ini memiliki nama latin Charidotella sexpucata, ia hidup secara alami di daerah persawahan, kebun dan pinggiran hutan. Walau begitu saat ini kepik emas sudah jarang terlihat di kebun dan persawahan, penyebabnya adalah banyaknya petani yang menggunakan pestisida secara berlebihan.

Sesuai dengan namanya, serangga ini memiliki tubuh yang berwarna emas. Ukuran tubuhnya sangat kecil, antara 5 hingga 7 mm panjangnya. Karena warnanya yang menawan itu, ia memiliki harga yang sangat mahal. Disitus jual beli e-bay misalnya, 1 buah awetan kepik emas harganya 10 dollar atau didalam rupiah sekitar 140 ribu rupiah.

Kepik Hijau

Kepik hijauNama latin kepik hijau adalah Nezara viridula, ia merupakan serangga yang banyak terdapat di daerah beriklim tropis dan subtropis. Serangga ini merupakan hama berbagai jenis budidaya pertanian, mulai dari tanaman pangan, tanaman buah dan tanaman hias menjadi target serangannya.

Serangga ini memiliki tubuh berbentuk segi lima yang pipih, panjangnya sekitar 1 cm. Identifikasi kepik hijau diantaranya adalah dengan melihat bagian kepala dan thoraksnya. Dimana disana terdapat kombinasi warna kekuningan dengan tiga bintik berwarna hijau di punggungnya. Pada kedua sisi thoraksnya terdapat duri yang juga merupakan ciri khas spesies ini.

Kepik Sawah

Coccinella undecimpunctataSerangga yang memiliki nama latin Coccinella sp, ia dapat ditemukan dengan mudah di area persawahan. Tubuhnya berbentuk berbentuk bundar dengan punggung yang berwarna merah dan berbintik hitam. Sayap yang menempel pada punggungnya cukup keras untuk dapat melindungi tubuhnya. Kepik memiliki sayap belakang yang transparan. Sayap belakangnya digunakan pada saat terbang.

Kakinya sangat pendek dengan kepala yang terlihat membungkuk. Ia dapat berjalan di langit-langit dan pada bidang kaca karena pada kakinya terdapat rambut-rambut halus yang ujungnya seperti sendok. Rambut-rambut halus yang ada di kakinya tersebut dapat menghasilkan bahan berminyak yang lengket.

Kepik Hitam

Kepik hitamKepik hitam memiliki nama latin Coptosoma sp, ia merupakan anggota famili Plataspididae. Ia memiliki tubuh berukuran kecil dengan panjang antara 2,5 sampai 7 mm. Spesies ini diidentifikasi dari adanya oceli yang berada di dekat matanya. Kepalanya berukuran kecil, kira-kira 1/3 dari lebar pronotumnya.

Ia merupakan serangga yang memakan sari makanan yang berada di floem tanaman. Beberapa tanaman yang menjadi makanannya diantaranya anggota famili Leguminoceae dan Fabaceae. Karena makanannya yang beragam, ia menjadi salah satu hama yang paling ditakuti petani. Apalagi saat melakukan serangan, serangga ini datang dalam jumlah banyak sehingga dapt mengakibatkan kematian tanaman-tanaman yang sedang dibudidayakan.

Makanan

Karena merupakan kelompok serangga yang sangat beranekaragam jenisnya, makanan kepik sangat bervariasi. Ada spesies yang menjadi karnivora, yakni memakan hewan-hewan yang lebih kecil seperti kutu daun. Cara makan mereka adalah dengan menghisap cairan tubuh mangsanya. Alat penghisap makanan berupa tabung khusus yang terdapat pada mulutnya. Mereka akan menyuntikkan enzim pencerna pada tubuh mangsanya dan menghisap jaringan tubuh mangsannya yang sudah berbentuk cairan. Selain sebagai pemakan hewan-hewan kecil, ada juga yang memakan daunan ataupun menghisap sari makanan pada tumbuhan.

Metamorfosis Kepik

Proses perkembangbiakan kepik dilakukan secara normal. Sepasang indukan akan melakukan perkawinan agar dapat berkembang biak. Perkawinan kepik tidak hanya dilakukan oleh kepik yang memiliki corak tubuh yang sama. Hal ini dapat dilakukan pula pada yang memiliki warna berbeda pada coraknya. Setelah melakukan perkawinan, indukan betina akan menaruh telurnya di tempat yang banyak terdapat makanannya. Hal ini dilakukan agar setelah telur-telur tersebut menetas menjadi larva, mereka akan mendapat makanan dengan mudah.

Metamorfosis kepik dilakukan secara sempurna, mulai dari telur, larva, kepompong dan serangga dewasa. Telur-telurnya yang berbentuk lonjong dan berwarna kuning aka menetas dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu. Telur-telur tersebut akan berkembang menjadi larva yang bertubuh panjang, berkaki enam dan diselimuti bulu. Larva-larva tersebut akan memakan makanan sesuai dengan makanan induknya. Setelah larva berkembang, mereka akan berganti kulit dan berubah menjadi kepompong dan menempel pada ranting dan daun. Setelah kurang lebih satu minggu, kepompong tersebut akan berubah menjadi serangga dewasa.