Categories: Tanaman

Jenis Kencur

Jenis kencur secara botani dapat dikelompokkan ke dalam dua tipe, yaitu yang berdaun lebar dan berdaun sempit. Kencur berdaun lebar biasanya memiliki rimpang yang besar, sedangkan kencur berdaun sempit berimpang kecil. Kencur berdaun lebar banyak dibudidayakan di jawa barat, terutama di daerah Bogor, sedangkan kencur berdaun sempit pada umumnya di tanam di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain rimpangnya besar, kencur berdaun lebar memiliki produktivitas tinggi. Sekitar 12 – 16 ton/ha, sedangkan kencur berimpang kecil hanya 6-8 ton/ha. Namun kencur berimpang kecil memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi daripada yang berimpang besar. Selain minyak atsiri, mutu rimpangnya juga ditentukan oleh kadar pati dan kadar sari. Dan ketiga hal tersebut dimiliki jenis kencur berimpang kecil.

Di Kabupaten Subang dan Sumedang (Jawa Barat) banyak dibudidayakan jenis kencur berimpang kecil yang warna kulitnya gelap. Kencur jenis ini mengandung minyak atsiri tinggi, sehingga berpotensi dikembangkan untuk memperoleh produksi rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku oba tradisional. Mutu simplisia bahan baku obat ditentukan pula oleh presentase komponen bahan aktif tertentu yang terkandung dalam simplisia dibandingkan dengan standar yang diterapkan oleh Materia Medika Indonesia (MMI) atau standar perdagangan lainnnya. Oleh karena itu, dalam pengkategorian varietas unggul kencur, selain berproduksi tinggi, mutu rimpang terutama kadar minyak atsiri, pati dan kadar sari perlu diperhatikan.

Jenis Kencur Varietas Unggul Indonesia

Saat ini terdapat 4 jenis kencur unggur yang telah dirilis oleh Kementerian Pertanian RI. Keempat jenis kencur tersebut adalah :

Galesia-1

Varietas ini dirilis berdasarkan keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 316/Kpts/Sr.12/8/2005. Galesia-1 merupakan kencur yang berasal dari Cileungsi, Bogor. Disana ia dikenal dengan nama kencur Bangkok Cileungsi. Produksi rimpang sekitar 7,07 – 14,69 ton/ha dengan bobot rimpang 35,36 – 73,44 g/rumpun. Galesia-1 memiliki bentuk ruas rimpang gemuk dan membulat. Warna kulit rimpang cokelat terang, sedangkan warna dagingnya kuning. Aromanya kurang menyengat dengan rasa kurang pedas.

Mutu rimpang ditunjukan dengan kadar air 7,8 – 10,29%, kadar abu 7,04 – 7,68%, kadar pati 47,04 – 63,39%, kadar minyak atsiri 2,08 – 3,92%, kadar sari larut dalam air 23,71 – 23,76%, kadar sari larut dalam alokohol 2,63 – 5,15% dan kadar serat kasar 6,20 – 6,42%.

Kencur Jenis Galesia-1 ini memiliki ciri ciri :

  1. Bunga berwarna putih, pada bagian tengah mahkota berwarna ungu. Bentuk bunga majemuk, tangkai bunga tidak tampak. Jumlah bunga 2-3 kuntum/rumpun.
  2. Daun berbentuk membulat, bentuk ujung daun runcing. Bentuk pangkal daun membulat dan berlekuk. Pertulangan daun melengkung sejajar, pinggiran daun rata. Rasio Panjang : lebar daun adalah 3 : 2.
  3. Warna daun atas hijau gelap sedangkan bagian bawahnya hijau kemerahan. Warna tulang dan tangkai daun hijau kemerahan.

Galesia-2

Varietas ini dirilis berdasarkan keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 317/Kpts/Sr.120/8/2005. Nama aslinya adalah kencur Sumedang dan merupakan tanaman yang berasal dari Cileungsi, Bogor. Produksi rimpangnya 4,67 – 16,18 ton/ha dan bobot rimpang 23,31 – 80,92 g/rumpun. Bentuk ruas rimpang lonjong dengan warna kulit Cokelat gelap dan dagingnya berwarna putih bergaris ungu pada bagian tengah. Aroma rimpang menyengat dan rasa rimpang pedas.

Related Post

Mutu rimpang ditunjukan dengan kadar air 8,40 – 8,63%, kadar abu 6,58 – 7,61%, kadar pati 45,17 – 54.26%, kadar minyak atsiri 2,45 – 5,64%, kadar sari larut dalam air 22,28 – 22,49%, kadar sari larut dalam alokohol 43,56 – 5,19% dan kadar serat kasar 4,70 – 6,05%.

Ciri Morfologi kencur Galesia-2 adalah sebagai berikut :

  1. Bunga berwarna puutih dan berbentuk bunga majemuk. Tangkai bunga tidak tampak. Jumlah bunga/rumpun 2 – 3.
  2. Daunnya berbentuk jorong. Bentuk ujung daun meruncing. Bentuk pangkal daun meruncing dan berlekuk. Pertulangan daun melengkung sejajar dengan pinggiran rata. Rasio panjang dibanding lebar daun 1,2-1,5 : 1.
  3. Warna daun atas hijau terang dan bagian bawahnya hijau kemerahan. Warna tulang dan tangkai daun putih kehijauan.

Kencur Papan Kentala

Jenis kencur ini merupakan tanaman yang berasal dari Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan dan dilepas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 494/Kpts/Sr.120/12/2005.

Mutu rimpang ditunjukkan dengan kandungan minyak atsiri 3%, kandungan pati 11%, kadar air 71% dan kadar serat kasar 3%. Produksi jenis kencur ini sekitar 18 – 21 ton/ha. Kencur Papan Kentala dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah dengan ketinggian 27 – 43 m dpl.

Ciri Morfologi dari jenis kencur ini, adalah :

  1. Tinggi tanaman 7 – 12 cm dan Jumlah daun setiap tanamanhanya 3 – 6 helai yang bentuknya bulat longjong (eliptis).
  2. Kedudukan daun menghadap ke atas permukaan, berlekuk lekuk, pelepah terbenam dalam tanah. Tepi daun berwarna ungu, ujung daun tumpul, pangkal dan tumpul.
  3. Warna daun bagian atas hijau, bagian bawah hijau keputihan. Permukaan daun bagian atas agak kasap dan bagian bawahnya berbulu halus.
  4. Warna bunga putih dengan garis violet. Kedudukan bunga tumbuh di pucuk, di antara helaian daun yang tersusun dalam tandan. Benang sarinya berwarna ungu.
  5. Rimpang muda berwarna kuning dan bila sudah tua akan berwarna kuning kecokelatan. Dagingnya berwarna putih agak berserat.

Kencur Gading

Varietas kencur gading merupakan tanaman yang berasal dari Kecamtan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Jenis kencur ini dirilis berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 511/Kpts/SR.120/12/2005.

Ciri morfologi kencur gading adalah :

  1. Bentuk daun oval dan bentuk pangkal daun membulat. Bentuk ujung daun meruncing, tepi daun rata dan permukaan daun licik.
  2. Warna daunnya hijau dengan ukuran panjang sekitar 8 cm dan lebarnya sekitar 4 cm.
  3. Kelopak bunga berwarna putih. Jumlah kelopak 3 helai. Warna bunga putih ungu.
  4. Warna daging rimpang putih dan berat rimpang per tanaman antara 59,5 – 65,4 g. Rimpangnya memiliki wangi yang tajam.

Jenis kencur ini memiliki produktivitas cukup tinggi yaitu sekitar 13 ton/ha. Kadar minyak atsiri kencur gading adalah sekitar 4%. Varietas ini tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 100 – 600 m dpl.