Categories: Hewan

Kelabang Raksasa

Kelabang raksasa merupakan salah satu Arthropoda yang masuk ke dalam famili Scolopendridae. Hewan yang memiliki nama latin Scolopendra gigantea ini ukuran tubuhnya memang sangat besar, panjang tubuhnya dapat mencapai lebih dari 30 cm. Munculya sebuah video tentang orang yang memelihara jenis kelabang ini di Indonesia membuat jagat dunia maya heboh. Banyak yang mengira video tersebut hoax, padahal hewan ini memang benar-benar ada di dunia.

Morfologi Kelabang Raksasa

Seperti morfologi Arthopoda lainnya, tubuh kelabang raksasa terdiri atas ruas-ruas. Setiap ruas memiliki sepasang kaki yang berwarna putih kekuningan, hal itulah yang menyebabkannya dijuluki dengan nama Peruvian Giant Yellowleg Centipede. Setiap ruas yang dimiliki hewan ini berwarna kemerahan dengan sedikit warna hitam di bagian punggungya. Biasanya pada kelabang dewasa, tubuhnya terdiri atas 20 hingga 23 ruas dengan panjang tubuh total sekitar 26 – 30 cm.

Habitat dan Persebaran

Kelabang raksasa merupakan hewan yang berasal dari Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia. Mereka biasanya hidup di hutan, bersembunyi dibawah batu ataupun di dalam tanah. Sambil bersembunyi, mereka akan mengincar mangsa buruannya yang mendekat.

Saat ini selain hidup di habitat aslinya, kelabang raksasa sudah mulai tersebar di seluruh dunia. Tersebarnya hewan ini ke berbagai negara dikarenakan ia menjadi salah satu hewan peliharaan yang banyak diperdagangkan. Saat melarikan diri dari pemiliknya dan hidup di alam liar, ia akan menjadi spesies invasif yang dapat berkembang biak di habitat barunya.

Di Indonesia jenis kelabang ini bukan pertama kali viral di tahun 2020. Pada tahun 2014 lalu, kota malang dihebohkan dengan kehadiran hewan ini yang merambat di halaman Maporles Malang. Tidak diketahui jelas, sumber kehadiran kelabang raksasa yang ada di Maporles Malang. Bisa jadi merupakan hewan peliharaan seseorang di sana yang terlepas. Selain di Indonesia, di negara lain seperti Malaysia dan China juga pernah diberitakan adanya hewan ini yang hidup secara liar. Untungnya penemuan spesimen kelabang raksasa ini tidak dalam jumlah yang banyak. Jika sampai hewan ini bisa berkembang biak di negara lain secara massal, ia dapat merusak keseimbangan ekosistem dikarenakan hewan ini merupakan spesies invasif. Apalagi ia merupakan hewan predator yang memakan berbagai jenis hewan seperti arthropoda, kadal, kodok, burung, tikus, kucing hingga binatang lainnya.

Kelabang Raksasa Memiliki Bisa Yang Bisa Membunuh Manusia

Kelabang raksasa mengandalkan bisa yang dimilikinya untuk bisa memburu mangsanya. Untuk memburu avertebtrata lainnya seperti serangga besar, laba-laba ataupun kalajengking tentu bukanlah hal yang susah baginya. Bahkan dengan bisa yang dimilikinya ini, ia bisa melumpuhkan berbagai jenis vertebrata seperti burung, tikus, kelawar, kadal, katak dan bahkan ia juga akan memangsa ular.

Pertarungan antara ular dan kelabang raksasa ini tentu sangat menarik untuk di tonton, sebelum hasil akhir pertarungan selesai kita tidak mengetahui siapa yang akan dimangsa ataupun yang memangsa. Bisa jadi si kelabang terkena gigitan bisa ular terlebih dahulu sehingga mati ataupun ularnya yang terkena gigitan bisa kelabang ini terlebih dahulu kemudian menjadi mangsanya. Bahkan, tak jarang terjadi pula kedua hewan ini saling menggigit dan meracuni sehingga akhirnya keduanya mati dalam waktu yang hampir bersamaan.

Related Post

Dikutip dari roaring.earth, dengan bisa yang dimilikinya kelabang raksasa mampu melumpuhkan hewan lain yang berukuran 15 kali dari besar tubuhnya. Hal itu diungkapkan oleh sebuah tim ahli biologi dari Thailand yang mengamati kemampuan berburu hewan ini. Dalam hasil penelitian mereka, kelabang ini mampu membunuh hewan lain yang berukuran 15 kali ukuran tubuhnya hanya dalam waktu 30 menit.

Bisa yang dimiliki kelabang raksasa ini ternyata bisa juga membahayakan nyawa manusia. Walaupun kasus kematian diakibatkan serangan kelabang jarang terjadi tetapi berdasarkan data yang saya punya, pada tahun 2014 di Venezuela seorang anak berusia empat tahun meninggal diakibatkan serangan hewan ini.

Oleh karena itu jika anda secara tidak sengaja menemukannya, anda harus mewaspadai gigitan kelabang ini. Racun bisa yang dimiliki kelabang raksasa akan mengganggu sistem kardiovaskular, pernapasan, otot dan saraf sehingga akan menyebabkan kelumpuhan yang cepat lalu kematian. Dalam kebanyakan kasus yang terjadi pada manusia dewasa, gigitannya akan menyebabkan rasa sakit yang hebat, pembengkakan, demam dan mual.

Untungnya jika racun bisa ini ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan biasanya bisa dari kelabang raksasa jarang mengakibatkan kematian. Kasus kematian seringkali terjadi bila orang yang terkena gigitan tidak ditangani oleh tenaga medis dengan baik ataupun saat korbannya masih anak-anak.

Merupakan Hewan Peliharaan Berharga Mahal

Walaupun merupakan hewan berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian, ternyata banyak juga yang memelihara hewan ini. Kelabang raksasa berukuran diatas 20 cm biasanya memiliki harga jual sekitar 100 dolar AS atau sekitar 1,5 juta rupiah. Semakin besar ukurannya maka semakin mahal pula harga jualnya.

Salah satunya adalah kelabang raksasa yang dimiliki oleh Clayton Cambra di Honooka, Hawai, yang pernah ditawar seharga 1.500 dollar AS atau sekitar 22,5 juta rupiah. Kelabang ini berharga mahal dikarenakan ukurannya yang mencapai panjang 36,8 cm, walaupun telah ditawar dengan harga tinggi Clayton Cambra belum rela untuk menjual hewan peliharaannya tersebut.

Di Indonesia, walaupun belum banyak terdapat komunitas tersendiri bagi orang yang memelihara kelabang raksasa ini. Saat ini anggota komunitas ini telah mencapai ratusan orang. Mungkin menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi diri mereka untuk memeliki hewan peliharaan yang bersifat mematikan.