Daur Hidup Ubur-Ubur

Ketika ada yang bilang tentang ubur-ubur, yang dalam bayangan banyak orang pastilah sebuah hewan laut yang berbentuk seperti lonceng dengan tentakel yang panjang. Meskipun bentuk ini sangat ikonik, sebenarnya itu hanya salah satu fase di dalam daur hidup ubur-ubur, yaitu fase Medusa. Daur hidup ubur-ubur lebih lama dan menarik daripada yang anda bayangkan.

Tahapan Daur Hidup Ubur-Ubur

Secara singkat daur hidup ubur-ubur dimulai dari telur yang akan menetas menjadi larva planula. Larva planula akan berkembang menjadi sebuah polip yang menempel pada suatu substrat. Polip akan berkembang memasuki fase Skyphistoma yang mampu melakukan perkembanganbiakan vegetatif menghasilkan Ephyra. Ephyra kemudian akan tumbuh menjadi ubur-ubur dewasa (fase medusa) yang akan berkembang biak secara seksual. Nah, secara detailnya tahapan tersebut akan saya jelaskan pada artikel di bawah ini.

Daur Hidup Ubur-Ubur Dimulai Dari Telur

Daur hidup ubur-ubur dimulai dari telur, yang merupakan hasil perkawinan dari ubur-ubur dewasa yang disebut dengan medusa. Medusa akan berkumpul dalam jumlah besar dan mengeluarkan telur dan sperma secara bersama-sama di lautan. Hal itu akan menyebabkan terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma secara massal. Telur yang telah dibuahi kemudian akan mengapung bebas di arus laut, yang kemudian akan menetas menjadi sebuah larva Planula.

Walaupun begitu, ada juga spesies ubur-ubur yang protektif terhadap telurnya. Misalnya saja ubur-ubur bulan yang akan membiarkan telur yang telah dibuahi ini menempel di bagian lengan mulutnya. Sang induk kemudian akan melindungi telur ini sampai menetas.

Larva Planula

Telur tumbuh menjadi larva kecil yang disebut dengan planula. Planula ini dapat berenang dengan bebas dan menyerupai cacing pipih mikroskopis. Tubuhnya ditutupi rambut-rambut kecil yang disebut silia. Silia akan berdetak secara ritmis yang membuat planula dapat berenang. Planula akan terus tumbuh dan ketika ukurannya sudah cukup besar, ia akan mencari substrat padat yang cocok untuk melekatkan dirinya.

Dalam banyak kasus, planula akan menempelkan tubuhnya pada bagian dasar laut yang padat. Akan tetapi setiap spesies memiliki memiliki preferensi jenis substrat yang berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, ada larva planula ubur-ubur yang akan menempel pada hewan laut lainnya, terutama pada tubuh ubur-ubur dewasa. Setelah mendapatkan tempat melekat yang cocok, planula akan memasuki fase berikutnya.

Daur Hidup Ubur-Ubur Selanjutnya : Polip

Setelah planula menempel ke substrat yang cocok, ia akan berkembang ke tahap selanjutnya, yaitu polip. Polip dapat diartikan sebagai hewan kecil bertangkai dengan satu ujung yang menempel ke substrat, ujung lainnya menjulur ke dalam air dengan cincin tentakel yang mengelilingi mulut/anusnya. Pada fase ini, ubur-ubur memiliki sistem pencernaan yang telah berkembang dengan sempurna sehingga mampu menangkap mangsa untuk dikonsumsinya secara efisien. Lama fase polip ini sangat tergantung pada jenis spesiesnya, ada ubur-ubur yang berada di fase polip selama bertahun-tahun.

Fase polip dalam daur hidup ubur-ubur ini mirip dengan hewan laut lainnya, yaitu hidroid, anemon dan karang. Faktanya, ketiga hewan tersebut memang berkerabat dekat dengan ubur-ubur dan akan mengikuti daur hidup yang sama hingga saat ini. Perbedaanya adalah di daur hidup ubur-ubur, setelah fase polip mereka akan berkembang menjadi fase medusa sedangkan hewan seperti anemon tidak memiliki fase medusa di dalam siklus hidupnya.

Fase Remaja – Scyphistoma

Ketika kondisi lingkungan ideal, polip akan berkembang biak secara aseksual dengan mengkloning dirinya sendiri. Polip akan memanjang dan membentuk ruas-ruas yang pada akhirnya akan bertunas untuk menjadi individu baru. Proses yang dikenal dengan nama strobilasi ini, dimulai dengan tentakel polip yang akan diserap kembali ke dalam tubuhnya. Tubuh polip kemudian akan menjadi lebih sempit dan segmen-segmen yang ada di dalam tubuhnya akan terlihat jelas. Akhirnya, alur diantara segmen-segmen ini akan cukup lebar sehingga kedua segmen tersebut akan terpisah seluruhya. Setiap segmen telah terdapat sekumpulan otot, saraf dan sistem pencernaan yang sepenuhnya mandiri.

Ephyra

Ephyra merupakan segmen polip kecil yang baru terlepas menjadi organisme baru yang hidup besar, ia merupakan prekursor ubur-ubur dewasa. Pada fase ini, ephyra ukurannya tidak lebih dari beberapa milimeter saja, tetapi ia mampu berenang jauh, makan dan tumbuh hingga besar. Ephyra tidak memiliki bentuk lonceng tertutup dan tentakel menyengat seperti pada ubur-ubur dewasa dan harus bergantung pada lobus lonceng yang belum berkembang sempurna untuk mendorong makanan ke mulutnya.

Fase Terakhir Daur Hidup Ubur-Ubur – Medusa

Setelah ephyra tumbuh, tubuhnya akan berbentuk lonceng yang khas dan akan muncul tentakel serta lengan di sekitar mulutnya. Bentuk dewasa ini disebut sebagai medusa dan merupakan fase akhir dalam daur hidup ubur-ubur. Pada fase medusa ini, ubur-ubur makan dalam jumlah sangat banyak. Mereka ingin berkembang menjadi besar dengan cepat.

Setelah memiliki tubuh yang relatif besar, ubur-ubur akan berkumpul dalam jumlah besar kemudian mereka akan berkembang biak secara bersama-sama. Cara berkembang biak ubur-ubur dewasa ini terbilang sangat unik, karena setiap individu akan berusaha menghasilkan sperma dan telur sebanyak mungkin. Setelah terjadi pembuahan maka daur hidup ubur-ubur akan kembali ke titik awal lagi.