Daur Hidup Belalang

Belalang merupakan salah satu jenis hama penting tanaman pertanian. Mengetahui tentang daur hidup belalang menjadi suatu hal yang lumayan dalam upaya pemberantasan hama ini. Apalagi akibat adanya pemanasan global yang membuat perkembangbiakan serangga ini berlangsung dengan sangat cepat. Banyak wilayah yang lahan pertaniannya rusak parah akibat serangan belalang. Di Indonesia daerah yang mengalami kerusakan pertanian cukup parah akibat serangga ini adalah di daerah Nusa Tenggara. Populasi serangga ini disana memang sangat banyak, yang mencapai puluhan juta individu.

Daur Hidup Belalang

Belalang merupakan seluruh anggota serangga yang masuk ke dalam ordo Orthoptera. Di dalam ordo ini, ada sekitar 11 ribu jenis belalang. Mereka merupakan serangga herbivora dan sering terlihat di musim gugur (pada daerah subtropis) dan pertengahan musim kemarau (daerah tropis).

Sebagai serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, di dalam daur hidup belalang hanya terdapat tiga stadium yaitu Telur, Nimfa dan Serangga Dewasa. Stadium nimfa (serangga anakan) dan serangga dewasa memiliki bentuk tubuh yang mirip. Perbedaan keduanya yang terlihat jelas adalah ada tidaknya sayap, kemunculan sayap ini jugalah yang menandakan apakah sebuah belalang telah menjadi dewasa atau belum.

Belalang membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan siklus hidupnya dari stadium telur menjadi serangga dewasa. Di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, belalang betina akan bertelur di tanah pada saat awal musim kemarau. Oleh sebab itu, jika pada saat itu populasinya tidak dikendalikan maka pada saat akhir musim kemarau ataupun awal musim hujan populasi serangga ini akan melonjak tajam.

Telur

Telur merupakan tahapan paling awal dalam daur hidup belalang. Induk belalang betina akan bertelur di awal atau pertengahan musim kemarau, Telurnya ini ditanam di dalam pasir dengan kedalaman 3 hingga 5 cm menggunakan ovopositornya. Selain di pasir, terkadang indukan belalang juga akan menaruh telur di serasah daun.

Indukan betina akan mengekskresikan wadah pelindung telur yang berbentuk seperti kacang polong. Wadah ini terbuat dari sebuah zat semi padat yang lengket. Di dalam setiap wadah ini berisi 15 hingga 150 butir telur, tergantung pada spesiesnya. Biasanya seekor betina dapat menghasilkan hingga 25 pelindung telur beserta telurnya di dalamnya setiap berkembang biak.

Waktu menetas telur ini berbeda-beda dengan kondisi lingkungan, pada saat kondisi cuaca tidak mendukung telur akan memasuki kondisi dorman. Telur belalang yang berada di daerah subtropis dapat mengalami kondisi dorman selama 10 bulan.

Nimfa

Nimfa merupakan stadium kedua yang ada di dalam daur hidup belalang. Ia juga merupakan stadium pertama seekor belalang muda melihat dunia luar. Saat belalang memasuki stadium nimfa ini, bentuk tubuhnya sudah mirip belalang dewasa. Perbedaannya terlihat pada tidak adanya sayap dan belum terlihatnya organ reproduksi.

Dalam stadium nimfa ini belalang melewati lima sub-stadium yang dikenal sebagai instar, sebelum ia berkembang sepenuhnya menjadi serangga dewasa. Setiap instar ditandai dengan pengelupasan kutikula dan pertumbuhan sayap secara bertahap. Pada saat masih berupa nimfa, belalang muda akan memakan daun tanaman yang berair dan lunak untuk bisa bertahan hidup. Stadium nimfa ini berlangsung selama sekitar lima hingga enam minggu, setelah itu belalang akan tumbuh menjadi sebuah serangga dewasa.

Didalam stadium nimfa ini, kita tidak dapat melepaskannya dengan yang namanya molting. Molting merupakan pelepasan rangka luar yang dilakukan oleh seekor serangga. Seperti yang kita ketahui bahwa pada serangga terdapa rangka luar yang fungsinya melindungi tubuh. Akan tetapi karena kekerasan rangka ini, membuat rangka ini tidak dapat bertambah besar. Padahal seperti yang kita ketahui, setiap harinya seekor serangga muda akan berkembang untuk menjadi tambah besar. Oleh sebab itu agar bisa tumbuh semakin besar, di dalam stadium nimfa belalang harus melakukan molting. Ia melakukan lima hingga enam molting selama stadium ini dan setiap kali selesai melakukan molting maka belalang masuk ke dalam instar berikutnya.

Belalang Dewasa

Setelah melakukan molting yang kelima atau keenam kalinya, belalang sudah memiliki sayap dan organ reproduksi yang terlihat. Setelah memiliki keduanya maka belalang secara resmi memasuki stadium serangga dewasa. Dibutuhkan waktu sekitar satu bulan sejak menjadi dewasa agar sayap dapat berkembang dengan penuh. Belalang dewasa lebih gesit daripada saat masih nimfa, itu sangat membantu mereka untuk mendapatkan makanan dan melarikan diri dari predator.

Dikarenakan organ reproduksinya yang tumbuh sempurna, mereka sudah dapat mencari pasangan untuk mulai berkembang biak. Setelah melakukan perkawinan, biasanya indukan belalang betina tidak akan bertelur sampai seminggu atau dua minggu kemudian. Begitu dia mulai bertelur, indukan betina ini akan terus bertelur setiap tiga hingga empat hari sekali sampai dia mati. Belalang dewasa biasanya hidup sekitar dua bulan, tergantung dari kondisi lingkungannya.