Cara Berkembang Biak Belalang

Belalang merupakan serangga yang berkembang biak dengan cara bertelur. Kemampuan reproduksi serangga ini sangatlah hebat karena dalam sekali bertelur indukan betina dapat menghasilkan sekitar 300 butir telur. Hal ini menjadikan serangga ini sangat populer dibudidayakan di luar negeri, karena dapat dijadikan sebagai sumber makanan bagi reptil dan amfibi yang menjadi hewan peliharaan manusia.

Manfaat lain dari belalang adalah dijadikan sebagai umpan memancing ikan, banyak jenis ikan berukuran besar yang sangat tertarik dengan umpan ini. Ia juga dapat dijadikan sebagai makanan alternatif bagi manusia, karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Hal itulah yang menjadikan membudidayakan belalang tidak hanya menyenangkan tetapi juga sangat menguntungkan. Di artikel ini saya akan membahas mengenai cara berkembang biak belalang dan tahapan melakukan ternak serangga ini.

Tahapan Cara Berkembang Biak Belalang

Didalam tahapan cara berkembang biak belalang ini saya akan menjelaskan mengenai apa saja organ reproduksi yang dimiliki serangga ini, bagaimana proses kopulasi mereka dan cara belalang betina meletakkan telurnya.

Organ Reproduksi Belalang

Belalang jantan memiliki organ reproduksi yang berupa testis dan Aedeagus. Testis merupakan organ yang didalamnya terkandung spermatosit yang akan membelah dan akhirnya membentuk sperma. Aedeagus merupakan sebuah organ yang digunakan untuk mengirimkan sperma yang telah matang ke belalang betina. Organ reproduksi betina terdiri atas ovipositor, micropyles dan ovarium. Ovipositor merupakan pintu masuk yang digunakan betina untuk menerima sperma, selain itu ovipositor juga berfungsi untuk meletakkan telur ke dalam substrat berupa tanah. Micropyles merupakan sebuah saluran halus yang menghubungkan ovarium dan ovipositor. Sedangkan ovarium merupakan tempat sel telur (ovum) dan berbagai bahan yang digunakan untuk memberi makan embrio selama perkembangan awalnya.

Kopulasi

Selama kopulasi, belalang jantan akan memasukkan aedeagusnya ke dalam ovipositor belalang betina. Belalang jantan kemudian akan mengirimkan spermatofornya, yang berisi sperma. Sperma yang akan digunakan oleh si betina untuk membuahi banyak sel telur ini, akan dialirkan melalui sebuah saluran berukuran kecil yang disebut dengan micropyles. Ketika sel telur telah berhasil dibuahi, indukan betina akan mencoba bertelur ke dalam substrat (tanah) menggunakan ovo positifnya.

Meletakkan Telur

Saat belalang betina sudah siap melepaskan telurnya, ia akan menggunakan sebuah tanduk khusus yang ada di perutnya untuk menggali tanah dengan kedalaman sekitar satu atau dua inci. Setelah itu, ia akan memasukkan ovipositornya ke dalam lubang yang digali dan meletakkan telur yang terbungkus oleh wadah pelindung yang bentuknya seperti kacang polong. Pelindung ini memiliki selubung tebal yang awalnya seperti gel dan kemudian akan mengeras. Dengan adanya pelindung ini, maka telur yang dikeluarkan betina menjadi lebih aman.

Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, belalang biasanya berkembang biak selama musim kemarau. Sedangkan ketika hidup di negara subtropis, biasanya mereka akan berkembang biak ketika sehabis musim dingin ketika cuaca mulai menghangat. Telur biasanya akan menetas selama beberapa minggu. Akan tetapi ketika berada di kondisi yang kurang menguntungkan, telur ini akan mengalami dormansi dan dapat bertahan hidup hingga selama sembilan bulan.

Cara Perkembangbiakan Belalang di Rumah

Mengembangbiakkan belalang merupakan suatu hal yang relatif menguntungkan. Banyak orang yang ingin membeli serangga ini untuk beragam kebutuhan yang dimilikinya, seperti untuk makanan bunglon, burung atau hewan peliharaan lainnya.

Kandang Belalang

Anda dapat menggunakan akuarium atau terarium berukuran sedang dengan tutup berventilasi sebagai kandang untuk mengembangbiakkan belalang anda. Agar belalang dapat hidup dengan nyaman, pastikan ukuran kandangnya cukup besar serta memiliki ventilasi udara yang cukup yang membuat udara segar bisa masuk kedalamnya. Pastikan juga bagian atasnya tertutup, untuk mencegah serangga ini melarikan diri. Akuarium yang terbuat kaca atau plastik bening merupakan sebuah pilihan tepat karena membuat anda bisa melihat belalang dari luar kandang dengan baik. Anda bisa membeli akuarium atau terarium di toko hewan terdekat, bisa juga membelinya melalui internet. Gunakan kandang yang memiliki ukuran sekitar 19 liter agar belalang memiliki cukup ruang untuk bergerak.

Isi bagian dasar menggunakan pasir dengan kedalaman 2,5 hingga 5 cm. Gunakan pasir bersih dan berukuran seragam untuk hal ini. Belalang betina akan bertelur di pasir, sehingga anda harus memastikan kebersihan dan ketebalan pasir ini sehingga ia menjadi nyaman untuk bertelur. Jangan menambahkan air ke dalam pasir karena akan membuat kandang belalang menjadi terlalu lembab. Anda juga bisa menggunakan sabut kelapa kering sebagai pengganti pasir ini.

Tempatkan juga beberapa cabang kering di kandang belalang. Beberapa ranting dan cabang akan memberikan serangga ini yang akan merangsang mereka untuk berkelahi berinteraksi satu sama lain. Hal itu akan membuang belalang menjadi lebih mudah berkembang biak. Tidak perlu banyak, cukup satu ada dua ranting saja.

Mengembangbiakkan Belalang

Hal pertama yang harus anda lakukan tentunya adalah dengan menyiapkan belalang jantan dan betina dan memasukkan ke kandang. Anda bisa menangkapnya sendiri, membeli dari toko hewan atau memesannya secara online. Hal terpenting yang dilakukan adalah anda harus memastikan di kelompok belalang yang anda beli terdapat belalang jantan dan betina dalam jumlah yang tidak terlalu timpang. Belalang betina memiliki ukuran lebih besar dengan abdomen yang lurus serta tidak memiliki lekukan, sedangkan belalang jantan bagian abdomennya membulat dan bagian ujungnya meruncing ke atas.

Tempatkan semangkuk kecil pasir lembab di pojok kandang. Belalang betina lebih suka bertelur di pasir yang lembab, jadi anda harus menyiapkan tempat bertelurnya tersebut. Isi mangkuk kecil dengan pasir dengan ketebalan dua inci dan semprot pasir dengan sedikit air hingga terlihat lembab. Semprotlah pasir tersebut dengan air setiap dua hari sekali agar tetap terjaga kelembabannya.

Agar belalang bisa berkembang biak dengan baik, pastikan anda memberikan makanan dengan cukup. Belalang tidak akan berkembang biak ketia mereka lapar dan mereka justru akan berkelahi satu sama lainnya ketika tidak terdapat cukup makanan di kandang. Beri mereka makanan rumput yang segar setiap hari dan buanglah rumput kering yang tidak termakannya.

Berikan suasana yang nyaman dan tenang ketika belalang sedang berkembang biak. Jika anda mempunyai belalang jantan dan betina di dalam kandang dan diberi makan dengan baik, mereka pada akhirnya akan berkopulasi. Belalang jantan akan naik ke punggung betina dan proses perkawinan terjadi. Proses ini dapat berlangsung sekitar 45 menit hingga seharian penuh.

Dalam waktu sekitar 1-2 minggu kemudian belalang betina akan bertelur. Setelah itu pindahkan mangkuk yang berisi telur ke kandang lain hingga menetas. Waktu tetas telur ini dipengaruhi oleh jenis belalang dan kondisi lingkungannya. Biasanya di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, telur belalang akan menetas dalam waktu 4 minggu.

Itulah sedikit tulisan saya tentang bagaimana cara berkembang biak belalang. Semoga artikel ini bermanfaat