Burung Poksay Mandarin

Burung poksay mandarin ( Pterorhinus chinensis ) begitu disukai penggemarnya karena kicauannya yang merdu dan nyaring. Spesies burung yang masuk ke dalam famili Leiothrichidae ini dulunya di masukkan ke dalam genus Garrulax tetapi berdasarkan bukti bukri morfologi dan genetik yang kuat, para ahli biologi pada tahun 2018 akhirnya sepakat untuk memasukkannya ke dalam genus Pterorhinus. Burung ini sejak 1 oktober 2016 masuk kedalam iucn redlist sebagai spesies yang populasinya sudah mulai berkurang, dimana populasinya di alam sudah kurang dari 10 ribu individu.

Ada kisah aneh dibalik kemerduan suara burung poksay mandarin ini, dimana burung ini disebut sebut sebagai penguhuni daerah perkuburan. Bahkan, ada sebagian orang yang mengatakan bahwa kicauan burung poksay mandarin kadang kadang terdengar bernada sedih dan penuh duka. Pendapat ini memang agak ironis karena pada kenyataannya poksay terkenal sebagai burung yang bersuara lantang, lincah serta senang bermain main dan menari nari dengan riangnya. Gerakan kedua sayapnya dapat mengembang lebar seperti kipas dan ekornya tegak bediri berkibas kibas. Belum lagi jika poksay mulai berkicau. Burung ini dapat mengeluarkan suara dengan berbagai variasi. Seekor poksay pada umumnya dapat memiliki lima variasi suara. Bahkan, tak jarang dalam suatu perlombaan ditemukan burung poksay mandarin yang mampu menyuaraka tujuh sampai sembilan variasi suara.

Jenis burung poksay ini termasuk burung liar dan sulit dijinakkan. Burung ini tidak suka menjadi pusat perhatian dan berusaha bersembunyi dari pandangan. Karena alasan itulah burung ini menyukai hidup di puncak pepohonan di hutan.

Morfologi Burung Poksay Mandarin

Burung poksay mandarin dewasa berukuran antara 28 – 30 cm dengan berat  64 – 113 gram. Kakinya pendek dan kokoh. Paruh berwarna hitam, warna bulu sebagian besar berwarna hitam kecuali di bagian tenggorokan yang berwarna putih atau kadang abu abu serta di bagian sayapnya yang berwarna kecokelatan. Warna tubuh inilah yang menjadi ciri khas dari poksay mandarin sehingga orang barat menyebutnya sebagai Black-throated laughingthrush.

Habitat dan Penyebaran

Berbagai jenis burung poksay dapat di temukan di Cina, misalnya poksay kalung ( Pterorhinus pectoralis ). Jenis poksay ini di temukan di pegunungan himalaya dengan ketinggian 1.500 m dpl. Sementara itu poksay jambul putih hongkong ( Garrulax leucolophus ) sering ditemukan di barat laut Cina. Sedangkan burung poksay mandarin ( Pterorhnus pectoralis )  yang merupakan jenis burung poksay yang paling banyak diminati habitatnya ada di sebelah selatan Cina. Dalam aktivitas sehari hari, ketiga jenis poksay ini sering kali terlihat di tanah. Poksay juga menyukai habitat semak semak.

Makanan Burung Poksay Mandarin

Pakan burung poksay mandarin berupa jangkrik, belalang dan serangga serangga lainnya. Kadang kala saat sedang bermain main, burung burung tersebut juga suka makan pucuk daun muda. Bahkan di taiwan, burung ini dianggap sebagai hama tanaman sayur seperti kol dan sawi.

Dalam pemeliharaan, poksay dapat diberi pakan buatan dan alami. Pakan buatan untuk poksay mudah dibeli di pasar burung dengan berbagai merek dagang. Sementara untuk pakan alami dapat diberikan ulat hongkong dan jangkrik. Namun, pemberian pakan alami ini jangan terlal banyak, yaitu kira kira cukup 5 ekor per hari.

Perawatan

Secara umum, perawatan burung poksay mandarin tidak berbeda dengan burung yang lain. Hal yang perlu diperhatikan adalah, meningat poksay termasuk burung yang lincah maka pemelihara perlu menyediakan tenggeran di dalam sangkar atau kandang. Ukuran diameter tenggeran harus disesuaikan dengan ukuran cengkraman kaki poksay.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah saat burung ini mengalami ganti bulu. Pada saat itu pemilih harus lebih memperhatikan perawatannya, misalnya dengan memberi pakan yang lebih bergizi dan vitmin serta menempatkan burung di lokasi yang lebih tenang. Penjemuran burung  juga cukup dilakukan selama 15 menit saja lalu diletakkan di tempat yang sejuk kembali.

Memilih Bakalan Burung Poksay Mandarin

Untuk menentukan bakalan yang baik diperlukan beberapa kriteria. Berikut ini beberapa kriteria yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk memilih bakalan burung poksay mandarin yang baik.

  1. Jenis Kelamin
    Pemilihan jenis kelamin ini cukup menentukan proses selanjutnya karena dalam dunia aves, burung yang berkelamin jantan lebih menarik dan rajin berkicau.
  2. Berpenampilan Sehat, Menarik dan Tidak Cacat
    Kriteria lain yang perlu diperhatikan dalam memilih bakalan adalah berpenampilan sehat dan menarik. Selalu bergerak lincah merupakan ciri yang paling mudah dilihat dari bakalan burung yang sehat.
  3. Berbulu Indah dan Mengkilap
    Burung yang sehat biasanya memiliki warna bulu yang cerah dan mengkilap. Hal itu disebabkan burung yang sehat memiliki nafsu makan yang baik sehingga sistem metabolisme berjalan baik.
  4. Bentuk Paruh
    Bakalan yang baik antara lain dicirikan dengan keadaan paruhnya. Burung dengan paruh yang memiliki kedudukan seimbang antara paruh atas dan bawah menunjukkan bahwa burung tersebut rajin berkicau. Selain itu, paruh yang tipis dan panjang menunjukkan bahwa burung tersebut berusia muda.
  5. Usia
    Burung yang ingin dipelihara untuk dijadikan burung ocehan hendaknya masih berusia muda. Pada banyak kejadian burung yang berusia muda lebih cepat dan mudah untuk diisi suaranya.
  6. Kaki Tidak Bersisik dan Bersik
    Kriteria terakhir adalah kaki yang bersih dan tidak bersisik. Burung dengan kaki yang bersisik menandakan burung poksay mandarin tersebut telah berusia tua.