Categories: Hewan

Jenis Burung Pleci

Burung pleci merupakan jenis burung pengicau kecil (passeriformes) yang cenderung tersebar di daerah tropis yang ada di dunia. Dalam taksonomi hewan, semua jenis burung pleci dimasukkan ke dalam genus Zosterops. Nama genus ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya kaca mata. Hal itu wajar karena burung-burung anggota genus ini mayoritas memiliki lingkaran di sekitar matanya yang berwarna putih (dari sini nama bahasa inggris white eye bird berasal) atau abu-abu.

Pendahuluan

Semua jenis burung pleci dimasukkan ke dalam genus Zosterops. Genus ini memiliki jumlah anggota yang sangat besar. Hingga saat ini, genus ini terdiri dari 87 spesies yang telah berhasil teridentifikasi. Dulunya, genus ini dimasukkan ke dalam famili Zosteropidae, namun berdasarkan kajian filogeni terbaru, ternyata kelompok ini merupakan bagian dari suku Timaliidae.

Banyak anggota genus ini yang bersifat endemik di suatu pulau atau kepualauan,  contohnya saja pleci Ambon (Zosterops kuehni) dan Pleci Papua (Zoesterops novaeguinae). Anggota genus ini tidak memiliki ciri yang terlihat mencolok selain adanya segaris lingkaran di sekitar matanya. Tubuhnya berukuran kecil, maksimal hanya sepanjang 15 cm. Pleci memiliki sayap berbentuk melingkar dan kaki yang kuat. Bulunya biasanya berwarna hijau kelabu, tetapi ada juga yang memiliki bulu leher dan perut berwarna putih atau kuning.

Jenis Burung Pleci di Indonesia

Dari total sekitar 87 spesies burung pleci yang tersebar di dunia, 22 diantaranya dapat ditemukan di Indonesia. Jenis burung pleci yang ada di Indonesia diantaranya adalah sebagai berikut :

Burung Pleci Oriental

Jenis burung yang bernama latin Zosterops palpebrosus ini banyak ditemukan di seluruh Indonesia. Ia dapat dijumpai di berbagai daerah, mulai dari daerah dataran rendah serta daerah dataran tinggi hingga ketinggian 1.400 meter. Burung ini berukuran kecil dan berwarna hijau, sehingga sulit untuk dilihat di pepohonan. Walau begitu, ia sering terlihat terbang secara bergerombol di angkasa.

Burung Pleci Togan

Jenis burung pleci ini baru ditemukan oleh para peneliti Indonesia pada tahun 2007. Ia kemudian diberi nama latin Zosterops somadikartai oleh para penemunya. Burung ini hanya terdapat di Pulau Togian, Sulawesi Tengah. Secara fisik bentuk tubuhnya mirip dengan pleci dahi hitam tetapi disekitar matanya tidak terdapat lingkaran putih.

Burung Pleci Jawa

Burung pleci jawa dikeal juga dengan sebutan pleci dakun maput, yang merupakan singkatan dari dada kuning mata putih. Hal itu dikarenakan spesies burung dengan nama latin Zosterops flavus ini dibedakan dari spesies pleci lain dari bagian dadanya yang berbulu kuning serta adanya lingkaran putih di sekitar matanya. Spesies burung ini ukuran tubuhnya lebih kecil dari mayoritas spesies pleci, sekitar 10 – 11 cm. Pada bagian atas tubuhnya berwarna hijau sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna kuning.

Related Post

Burung ini dapat ditemukan di alami di daerah hutan, semak belukar ataupun mangrove yang ada di pulau jawa dan kalimantan. Jenis burung pleci ini banyak digemari oleh penggemar pemula karena harganya yang relatif terjangkau dan mudahnya pemeliharaannya. Suara kicauannya relatif nyaring dan bernada tinggi.

Burung Pleci Laut

Burung pleci laut memiliki nama latin Zosterops chloris, ia merupakan burung yang hanya terdapat di Indonesia. Spesies burung ini tersebar di pulau-pulau kecil yang ada di laut jawa, Sulawesi dan Maluku. Spesies ini dicirikan dari warna tubuhnya yang berwarna kuning di bagian perutnya sedangkan bagian atasnya berwarna kuning kehijauan. Bagian kaki dan paruhnya berwarna hitam dan disekitar matanya terdapat lingkaran putih.

Burung Pleci Limau

Jenis burung yang memiliki nama latin Zosterops citrinella ini hidup di banyak kepulauan yang berada di Nusa Tenggara seperti Timor, sumba, roti dan lain lain. Ia tumbuh secara alami di hutan mangrove, hutan cemara ataupun lahan budidaya yang berada di dekat pantai. Saat ini populasi spesies burung ini sudah semakin berkurang di alam sehingga IUCN Red List memasukkannya ke dalam salah satu jenis hewan yang terancam kepunahan.

Burung Pleci Kai

Jenis burung pleci ini merupakan hewan endemik di pulau Kai yang berada di Indonesia. Habitat alaminya berada di hutan dataran rendah pulau ini. Saat ini burung yang bernama latin Zosterops grayi ini populasinya sudah sangat sedikit karena berkurangnya habitatnya dikarenakan penebangan hutan yang terjadi di pulau tersebut.

Burung Pleci Sulawesi

Jenis burung ini merupakan hewan endemik yang hanya ada di Sulawesi Tenggara. Ia hidup secara alami di hutan hujan tropis yang ada di dataran rendah. Persebarannya sangat terbatas dan ia sangat peka terhadap kehadiran manusia. Karena kedua hal tersebut menyebabkan populasi burung yang bernama latin Zosterops consobrinorum sangat sedikit sehingga terancam kepunahan. Burung ini dikenali dari warna perutnya yang pucat, sehingga orang barat menyebutnya dengan nama Pale bellied white eye.

Pleci Dahi Hitam

Burung yang bernama latin Zosterops atrifrons ini dicirikan memiliki bulu di dahi yang berwarna hitam. Burung ini hanya dapat ditemukan di sekitar Sulawesi, khususnya sekitar Manado. Panjang tubuh burung dewasa sekitar 11-12 cm, bulu bagian atasna berwarna kuning kehijauan dan bagian bawah tubuhnya berwarna putih keabu-abuan. Populasi burung ini di habitat alamnya sudah sangat sedikit sehingga masuk ke dalam daftar merah IUCN.

Pleci Sangihe

Burung yang bernama latin Zosterops nehrkorni ini meruakan hewan endemik yang hanya ada di Kepulauan Sangihe, Indonesia. Habitat alaminya berada di hutan primer yang ada di perbukitan dengna ketinggian 700-1.000 meter diatas permukaan laut. Luas habitat burung ini hanya sekitar 8 km², kecilnya luas habitatnya membuatnya tidak dapat berkembang dengan baik. Ia merupakan salah satu hewan yang sudah sangat kritis populasinya, diperkirakan populasi burung ini di dunia hanya tinggal kurang dari 50 ekor saja.

Secara fisik, jenis burung pleci ini mirip dengan pleci dahi hitam. Ia memiliki tubuh berukuran sekitar 12 cm, dengan dahi berwara hitam. Bagian atas tubuhnya berwarna hijau zaitun dengan tunggir yang berwarna kuning. Ekornya berwarna hitam dan lingkaran matanya berwarna putih yang lebih lebar dari pleci dahi hitam. Suara burung ini tipis dan halus, kicauannya memiliki intonasi nada yang cepat.