Jenis Burung Kacer

Di dalam dunia perburungan nusantara, dikenal ada 5 jenis burung kacer yang beredar di pasaran. Kacer (Copyschus saularis) merupakan burung yang biasa hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi seperti di perkebunan, lahan pertanian, hutan, semak belukar, perbukitan dan pegunungan. Ia dianggap sebagai salah satu jenis burung yang rajin bunyi dan oleh karena itu memiliki banyak penggemar diakibatkan kemampuan kicaunya tersebut.

Pendahuluan

Sebelum kita membahas mengenai jenis burung kacer, ada baiknya kita mengenal beberapa hal tentang burung ini terlebih dahulu. Di dalam taksnomi hewan, klasifikasi ilmiah burung kacer adalah sebagai berikut :

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Ordo : Passeriformes
Kelas : Aves
Famli : Muscicapidae
Genus : Copsychus
Spesies : C. saularis

Ciri-Ciri Burung Kacer

Secara fisik burung kacer memiliki kemiripan dengan burung murai, hal itu menjadi wajar dikarenakan memang keduanya memiliki kekerabatan yang sangat dekat yaitu sama-sama merupakan genus Copyschus.

Secara fisik, ciri-ciri Burung kacer dapat dilihat dari :

  • Buluya berwarna hitam dengan warna putih di bagian sayap dan perut hingga dubur dan ekor bagian bawah.
  • Paruh dan kakinya berwarna hitam.
  • Kicauannya khas dan merdu.
  • Burung ini mampu menirukan kicauan burung lain.

Sedangkan untuk membedakan kacer jantan dan betina dapat dilihat dari beberapa hal ini :

  1. Burung Betina memiliki bentuk tubuh yang membulat.
  2. Burung jantan memiliki tubuh yang lebih ringan.
  3. Bulu burung jantan terlihat lebih hitam dibandingkan bulu burung betina.
  4. Paruh burung betina lebih panjang dibanding paruh burung jantan.
  5. Burung betina memiliki kepala yang lonjong.

Makanan

Burung kacer termasuk ke dalam omnivora (pemakan segala) sehingga makanannya mudah didapatkan di pasar dengan harga yang terjangkau. Jenis pakan nabati yang dapat diberikan kepadanya diantaranya pepaya, jeruk, pisang dan apel. Sedangkan pakan hewani bagi kacer diantaranya kroto, jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang, belalang. Selain diberi makanan alami, burung kaer anda perlu juga diberi voer yang diproduksi oleh pabrik pembuat pakan agar nutrisi yang dibutuhkan burung anda dapat terpenuhi dengan baik. Dengan begitu, kacer akan selalu tampil sehan dan rajin berkicau.

Cara Memaster Burung Kacer

Memaster burung kacer adalah melatih kacer agar dapat menirukan kicauan burung lain yang dijadikan sebagai master. Burung kacer sebaiknya mulai dimasterkan pada saat masih anakan, yaitu saat berumur 1,5 hingga 5 bulan dan pada saat ia berganti bulu. Ada dua cara memaster burung kacer, antara lain :

  1. Menggunakan kaset atau Mp3 suara burung master khusus kacer
    Putar Mp3 rekaman burung master dengan volume sedang namun terdengar dengan jelas dan di daerah yang tidak berisik. Proses pemasteran dilakukan sesering mungkin, setiap hari secara intensif dan berkelanjutan hingga burung anda mampu menirukan suara burung master.
  2. Dengan mendengar langsung suara burung yang dimasterkan
    Sangkar yang berisi burung kacer dikrodong dan burung yang akan dimasterkan diletakkan di dekatnya. Tujuannya agar kacer dapat lebih berkonsentrasi dalam mendengarkan kicauan burung yang dimasterkan. Waktu yang baik untuk memasterkan adalah pada waktu burung kacer diam, tidak aktif atau istirahat karena pada saat itu ia lebih berkonsentrasi untuk mendengarkan kicauan burung sekitar. Proses pemasteran sebaiknya dilakukan di tempat yang sepi dan tenang agar konsentrasi burung kacer dalam mendengarkan kicauan burung masternya tidak terganggu. Lakukan pemasteran setiap hari secara berkelanjutan dan intensif hingga burung mampu menirukan kicauan burung masternya.

Jenis Burung Kacer

Seperti yang telah saya jelaskan diatas, terdapat 5 jenis burung kacer yang ada di pedagangan burung Indonesia. Dari kelima jenis tersebut, empat merupakan spesies asli Indonesia sedangkan yang satu merupakan burung impor dari Madagaskar. Kelima jenis burung kacer tersebut yaitu :

Burung Kacer Poci

Burung ini dikenal juga dengan nama kacer Sumatera karena dulunya ia banyak dijumpai di pulau ini. Sayangnya, akibatnya banyak perburuan serta rusaknya habitat alami akibat ulah manusia saat ini populasinya sudah jauh berkurang. Selain di Pulau Sumatera, Kacer Poci dapat ditemukan secara alami di Filipina, Thailand, Cina dan Malaysia.

Secara fisik kacer poci dapat diidentifikasi dari kombinasi warna bulu yang ada ditubuhnya. Bagian dada, punggung, tengah sayap dan bola matanya berwarna putih, selain bagian-bagian tersebut bulunya berwarna hitam. Saat ini kacer poci merupakan jenis burung kacer yang paling banyak dicari oleh para penggemar burung Indonesia.

Hal tersebut salah satunya dikarenakan kicauannya yang kencang dan bervariatif sehingga enak didengar. Selain itu, harga burung ini tergolong masih ekonomis yaitu sekitar 600 – 800 ribu rupiah untuk kualitas cukup baik. Sedangkan untuk yang pernah menjuarai kontes biasanya harganya antara 2 – 10 juta rupiah.

Burung Kacer Jawa

Kacer jawa hampir seluruh bulu tubuhnya berwarna hitam, hanya bulu sayapnya saja yang berwarna putih. Ia dapat tumbuh hingga memiliki panjang sekitar 25 cm. Umur kacer jawa pun cukup panjang, banyak yang dapat bertahan hidup lebih dari 15 tahun.

Sesuai namanya, burung ini banyak ditemukan di pulau jawa. Jenis ini merupakan yang paling umum terdapat di pasar burung. Harganya pun biasanya sangat murah, hanya sekitar 250 ribu untuk yang masih bakalan dan sekitar 500 ribu untuk burung dewasa dengan kualitas kicau cukup baik.

Akan tetapi burung kacer jawa biasanya memiliki kicau yang lebih sederhana dibandingkan poci. Ia masih bisa menirukan suara berbagai kicauan burung lain walaupun suara yang dikeluarkan lebih sederhana dibandingkan burung yang ia tiru. Salah satu hal minus lainnya dari jenis burung kacer ini ialah biasanya memiliki bau tubuh yang kurang sedap. Anda perlu rajin-rajin memandikan burung ini setiap hari untuk mengurangi bau tersebut.

Burung Kacer Madagaskar

Sekilas burung ini memiliki tekstur warna yang sama dengan kacer poci. Akan tetapi jika kita perhatikan lebih detail secara dekat, warna hitam yang ada pada bulunya terlihat sedikit kebiru-biruan jika terkena sinar matahari secara langsung. Sesuai namanya, jenis burung kacer berasal dari Pulau Madagaskar.

Selain dari ciri fisiknya yang mirip dengan kacer poci, tipikal suara keduanya pun tidak berbeda jauh. Ia memiliki suara yang lantang, selain itu kacer Madagaskar dapat menirukan suara burung lain dengan sangat mirip. Ciri khas dari burung ini ialah seringnya ia membusungkan dadanya sehingga terlihat gagah, khususnya saat sedang berkicau. Untuk segi harga, ia sedikit lebih mahal yaitu sekitar sejuta rupiah untuk burung yang telah dewasa.

Burung Kacer Blorok

Kacer blorok merupakan hasil persilanga antara kacer poci dan jawa. Warna bulu tubuhnya memang tidak terlihat terlalu indah karena terkesan kurang elegan. Hal tersebut dikarenakan adanya warna abu-abu yang ada disekujur tubuhnya sehinga menyebabkan ia dijuluki blorok.

Walaupun dari tampilan fisiknya kurang menarik, si blorok ini memiliki kualitas suara yang lumayan baik. Suaranya kencang dan cukup bervariasi, kira-kira dibawahnya poci dan diatasnya kacer jawa lah. Karena suaranya tersebut ia banyak diburu di pasaran oleh pecinta burung yang memiliki budget pas-pasan. Harga burung dewasa sekitar 600 ribu rupiah per ekornya, tergantung juga dari kualitas kicauannya.

Burung Kacer Kalimantan

Secara tampilan fisik kacer kalimantan mirip dengan poci. Perbedaan keduanya adalah pada bagian bulu dadanya. Jika kacer poci bagian bulu dadanya berwarna putih, jenis burung ini bagian dadanya berwarna hitam pekat. Habiat alami burung ini tidak hanya ada di Kalimantan saja, tetapi ia juga secara alami terdapat di pulau Nias dan Bangka Belintung. Hanya karena populasi terbanyaknya di kalimantan maka disebutlah ia dengan sebutan kacer kalimantan.

Dari kelima jenis burung kacer yang ada di Indonesia, sepertinya jenis inilah yang paling jarang ada di pasaran. Dari segi suara memang ia memang memiliki kualitas kicauan dibawah poci dan bentuk tubuhnya terlihat membulat dan gendut. Mungkin itulah yang menjadi penyeab jarangnya orang membudidayakannya.