Bunga Nasional Brunei Darussalam

Bunga Nasional Brunei DarussalamBesar, cerah dan indah merupakan kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan bunga nasional Brunei Darussalam ini. Simpor diilustrasikan dengan indah dalam uang kertas satu dollar brunei, bunga ini juga dapat dengan mudah ditemukan di sepanjang sungai yang ada di Brunei, khususnya Sungai Temburong.

Ada 8 spesies bunga simpor yang dikenal secara lokal dan beberapa spesies yang digunakan sebagai herbal untuk menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan, seperti simpor Bini. Tanaman ini memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga dapat tumbuh dan bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan. Bagi orang Brunei, bunga simpor dianggap melambangkan keberhasilan dan perkembangan negara tersebut.

Morfologi Bunga Nasional Brunei Darussalam

Tanaman berbunga yang memiliki nama latin Dillenia sp ini merupakan sebuah tanaman semak berukuran besar yang tingginya dapat mencapai 6 meter. Ia memiliki daun berbentuk lonjong, berurat penni dan berukuran sekitar 12-40 cm x 6-12 cm.

Ia memiliki bunga berukuran sedang dengan diameter antara 10-12 cm. Bunganya tidak berbau karena tidak menghasilkan nektar sehingga tidak ada serangga yang menghampirinya. Bunganya ini memiliki kelopak berwarna kuning berjumlah 5 buah. Bunga simpor tumbuh ditangkai tangkai panjang dan menghadap ke bawah. Tanaman ini berbunga sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli – November dan November – Januari. Bunga mulai mekar pada pukul 3 pagi dan akan mekar dengan sempurna satu jam sebelum matahari terbit.

Bunga yang telah berhasil menyerbuk akan berubah menjadi buah. Buah simpor membutuhkan waktu sekitar 5 minggu untuk berkembang. Buah tanaman simpor ini berwarna merah muda dan berbentuk membulat dengan biji berwarna ungu. Buahnya ini merupakan salah satu makanan kesukaan burung dan monyet karena memiliki rasa yang manis dan berair.

Habitat dan Persebaran

Tanaman ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara dan banyak ditemukan di hutan bakau, rawa-rawa, tepi sungai dan lereng bukit pada ketinggian kurang dari 700 meter diatas permukaan laut. Simpor dapat ditemukan dengan mudah di negara brunei, banyak penduduk kerajaan islam ini yang menanamnya di pekarangan rumah mereka. Tetapi di Sri Langka, Simpor justru dianggap sebagai salah spesies gulma invasif yang berusaha di basmi disana.

Tanaman ini dianggap sebagai salah satu indikator sumber air bawah tanah. Di Brunei banyak orang yang menggali sumur berdasarkan kehadiran tanaman ini ditempat tersebut. Tanah yang ditumbuhi tanaman ini biasanya memiliki kandungan air tanah di bawahnya. Simpor merupakan tanaman yang akarnya masuk jauh ke dalam tanah untuk mencapai sumber air bawah tanah. Panjang akarnya bisa mencapai 2 kali lipat dari tinggi tanaman ini.

Makna Bunga Simpor Bagi Rakyat Brunei Darussalam

Selain digunakan  sebagai simbol negara, sipon telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Brunei. Tanaman ini banyak diambil kayunya untuk bahan bangunan atau furniture karena kayunya dikenal memiliki kualitas yang cukup baik. Kayu simpor digolongkan kejenis kayu menengah dan berat yang memiliki berat jenis sekitar 560 Р930 kg/m.

Kayunya mirip seperti kayu gubal, berwarna cokelat kemerahan dan terkadang seperti ada kilau ungu. Sayangnya, jenis kayu ini memiliki tingkat keawetan yang sedang, walau begitu dengan penggunaan bahan pengawet seperti kreosot, kayu simpor dapat memiliki keawetan yang tak kalah dengan kayu jati.

Selain diambil kayunya, tanaman ini sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Bagian buahnya bermanfaat untuk menyembuhkan sariawan, peradangan pada gusi dan mag. Buahnya juga memiliki rasa yang segar sehingga banyak warga Brunei yang mengkonsumsinya.

Bunga simpor memiliki kelopak besar yang berwarna kuning cerah, menyebar seperti payung. Diatas bagian tengah bunganya terdapat benang sari berwarna putih yang tumbuh berkolompok. Bunga nasional Brunei Darusallam yang berwarna kuning cerah ini dianggap melambangkan cerahnya perkembangan investasi ekonomi Brunei ke arah lebih baik sehingga dapat menjadi sebuah negara yang disegani di kancah peradaban dunia.

Singkatnya, tanaman ini memiliki peran signifikan bagi negara tersebut. Simbol nasional Bruinei ini melambangkan keberhasilan dan pembangunan negara. Tanaman ini sendiri sangat ulet dan dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan. Hal itu dianggap melambangkan soliditas negara ini untuk bertahan dari bahaya apapun, terutama penurunan ekonomi. Itulah mengapa tanaman ini dipilih sebagai bunga nasional Brunei.