Bonsai Ileng Ileng Terbaik Yang Menjadi Juara Kontes

Bonsai ileng ileng memang tidak terlalu populer jika kita bandingkan dengan bonsai serut apalagi beringin. Tetapi tanaman yang sering juga dikenal dengan nama buah tinta ini bagi saya merupakan tanaman yang menarik untuk dibonsai, apalagi bagi anda yang masih pemula. Bisa dibilang tanaman ileng-ileng merupakan bonsai terbaik bagi pemula, hal ini salah satu sebabnya dikarenakan cepatnya tanaman ini tumbuh.

Mengenal Tanaman Ileng Ileng

Tanaman ini memiliki nama ilmiah Phyllanthus reticulatus poiratau dan di Indonesia sendiri dikenal dengan beberapa nama seperti Mahasu mambei (Sulawesi), Wawalutan / Trembilu / Ileng Ileng(Jawa) dan Mangsi mangsian / Buah tinta (Sumatera). Tanaman yang masuk ke dalam family Phyllantaceae ini merupakan tanaman yang berasal dari asia, habitat aslinya pada hutan hutan di negara Cina, Malaysia, Indonesia, India dan Taiwan.

Di hutan tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 5 meter dan biasanya pada tanaman muda akan ada serabut serabut rambut pada batangnya yang akan hilang saat tanaman telah tua. Di alam tanaman ini menghasilkan buah berwarna hitam seperti warna tinta yang ternyata memiliki banya kandungan nutrisi seperti protein, kalsium, magnesium dan berbagai macam vitamin. Sedangkan setelah dibuat bonsai saya belum menemukan bonsai ileng ileng yang menghasilkan buah.

Mengapa Bonsai Ileng Ileng ?

Penyebab saya merekomendasikan jenis bonsai ini bagi pemula selain dikarenakan cepatnya tanaman ini tumbuh adalah dikarenakan bakalan bonsai atau malah bonsai ileng ileng yang sudah siap dinikmati harganya cukup bersahabat. Contohnya saja bakalan bonsai diatas yang berasal dari hutan dan telah memiliki bentuk yang cukup menarik dan berprospek menjadi bonsai yang bagus, dihargai cukup murah tidak sampai 200 ribu rupiah.

Sedangkan untuk bakalan bonsai sederhana seperti diatas ini dihargai 250 ribu rupiah. Tentu jika dibandingkan dengan bakalan dari jenis lainnya seperti beringin, serut atau santigi harga ileng ileng ini jauh lebih bersahabat. Dengan merogoh kocek sekitar 200 – 500 ribu rupiah anda sudah mendapatkan bakalan yang memiliki prospek bagus jika bisa dirawat dengan benar.

Selain masalah harga, pemilihan bonsai ini bagi pemula dikarenakan mudahnya tanaman ini tumbuh. Dahan dari tanaman ileng ileng jika menempel tanah akan dengan begitu mudahnya tumbuh akar. Sehingga tidak perlu repot repot mentreatment untuk merangsang pertumbuhan akar jika anda mencoba menanam dari stek batang, kemungkinan keberhasilannya sangat tinggi.

Selain ada kelebihan pasti ada kekurangannnya, ada beberapa kekurangan dari tanaman ini yang membuatnya kurang disukai bagi seniman bonsai yang sudah ahli. Banyak yang menanggap bahwa tanaman ini hanya khusus untuk orang yang baru belajar membonsai saja. Beberapa kekurangannya adalah sulit dibentuk sehingga gaya bonsai yang bisa digunakan untuk tanaman ileng-ileng sangat terbatas. Biasanya hanya gaya konvensional (tegal lurus), sedikit miring ataupun tertiup angin. Saya sendiri beberapa kali pernah melihat ada yang mencoba membuat tanaman ileng-ileng menjadi bonsai tertiup angin, sayangnya hasilnya cukup mengecewakan.

Penyebabnya adalah kerapatan percabangan daunnya tidak bisa dibuat sangat rapat, hal itu dikarenakan tanaman ini memiliki daun bertipe majemuk. Penyebab kedua adalah batang dan rantingnya secara alami memiliki bentuk yang meliuk-liuk, setelah dikawat pun akan tetap susah untuk mengaturnya. Walau begitu bonsai ileng-ileng ini tidak dapat dianggap remeh, karena beberapa kali juga menjadi juara kontes. Beberapa kategori yang sering dimenangankannya adalah kategori bonsai konvensional dan mame.

Bonsai Ileng Ileng Juara

Jujur saja bonsai ileng ileng yang menjadi juara kontes itu sangat jarang sekali. Penyebabkan karena memang kepopulerannya kurang sehingga jarang orang yang membonsainya. Walaupun begitu bukannya tidak ada jenis bonsai ini yang menjadi juara kontes. Contohnya saja bonsai ileng-ileng yang menjadi juara kontes kategori mame dibawah ini.

Walaupun terlihat sangat sederhana, bonsai yang mengandalkan gaya cengkraman akar di batu dan bentuk batangnya ini terlihat cukup menarik. Walaupun dia hanya memenangi kontes skala kabupaten saja, saya sendiri belum mendengar kabar lain lagi tentang bonsai ini di kejuaraan yang lebih besar. Apalagi dengan adanya pandemi corona membuat kontes bonsai, nyaris sudah tidak diadakan lagi selama ini.

Masih dalam kategori mame, adalagi satu bonsai ileng-ileng yang menjadi juara kontes di Hongkong. Bonsai ini mengandalkan daun majemuk dengan kerabatan tinggi yang dimilikinya serta  liukan batangnya yang cukup ekstrim di bagian pangkalnya.

Walaupun terlihat sederhana, membuat bonsai ileng ileng yang menjadi juara kontes di hongkong ini sangat sulit lho. Untuk membuat liukan yang ekstrem di pangkalnya tersebut hanya bisa dilakukan, jika tanaman ini ditanam melalui biji dan sejak dari kecil telah dibentuk untuk membuat liukan ekstrim tersebut. Selain itu sang pemilik juga harus selalu menjaga liukan agar tetap terjaga keindahannya selama tanaman miliknya tumbuh dan berkembang.

Itulah sedikit tentang bonsai ileng ileng, silahkan baca juga ulasan saya mengenai bonsai hokiantea. Ada cukup banyak foto bonsai berkualitas disana, mengingat memang hokiantea merupakan salah satu tanaman yang cukup populer untuk dibonsai.