Batu Red Borneo

Saat pertama kali ditemukan, masyarakat sekitar mengira batu red borneo sebagai salah satu jenis batu ruby. Penemuan batu ini sempat menggemparkan perdagangan batu akik Indonesia, khusus pada daerah Martapura dan sekitarnya. Oleh karena itu, batu ini awalnya disebut dengan nama Ruby Borneo. Barulah setelah dilakukan pengamatan oleh beberapa pakar gemologi, diketahui batu ini ternyata merupakan jenis Rhodonite(MnSiO3).

Ciri-Ciri

Batu Red Borneo ditemukan di kawasan hutan lindung, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Ia merupakan batu yang termasuk kelompok bijih mangan, hal itu berbeda dengan ruby yang merupakan Aluminium Oksida yang berikatan dengan Kromium. Batu ini berwarna pink dengan motif dendrit berwarna hitam, warna hitam di dalam batu ini merupakan logam mangan. Motif dendrit yang ada dalam batu ini sebenarnya justru memberikan keindahan tersendiri, walaupun banyak juga yang ingin menghilangkan warna hitam yang ada pada batu ini.

Dengan menggunakan hardness pencil kita dapat mengetahui kekerasan batu ini berkisar antara 5.5 – 6,5 skala mohs. Jangan menggunakan diamond selector untuk mengetes kekerasan batu, karena hasilnya tidak akan akurat. Ciri-Ciri lain dari batu ini ialah memiliki berat jenis 3.57 – 3.76 dan ia tidak bereaksi dengan larutan HCl Hal tersebut berbeda dengan batu ruby yang memiliki kekerasan 9 skala mohs, berat jenis 3,97 – 4,05 dan jika kita tetesi larutan HCl akan mengalami reaksi.

Harga Batu Red Borneo

Batu ini memiliki harga yang cukup mahal pada saat awal-awal ditemukannya pada awal tahun 2011. Penyebab utamanya adalah karena banyak pedagang yang menjualnya sebagai batu ruby yang berasal dari kalimantan. Pada saat itu satu buah batu ini berukuran sekitar 20 mm dibanderol dengan harga mencapai 5 juta rupiah, tergantung dari tingkat kemerahannya. Hanya saja, setelah diketahui bahwa batu ini bukan termasuk ruby, harganya menjadi terus turun karena peminatnya yang sedikit.

Saat ini harga batu red borneo yang berwarna pink muda dengan motif dendrit berwarna hitam sudah tidak berharga lagi. Banyak yang menjualnya dengan harga obral, yaitu sekitar 200-300 ribu per kodi. Akan tetapi untuk yang berwarna kemerahan dan tanpa motif dendrit hitam, harga batu red borneo masih disekitar 500-750 ribu per bijinya untuk ukuran kantoran. Perbedaan jauh ini dikarenakan pembeli batu saat ini sangat mementingkan kualitas batu yang akan dibelinya. Maklum batu akik dan permata merupakan perhiasan, tujuan utamanya adalah untuk menghias tubuh. Nah kalau batunya berkualitas rendah, tentu bukanya mempercantik tubuh tetapi justru mengurangi keindahan penampilan kita.

Batu Red Borneo Termahal

Batu red borneo termahal yang pernah dijual memiliki warna merah polos yang mendekati warna strawberry . Pada saat booming batu akik di tahun 2011-2013, red borneo dengan warna seperti itu dapat terjual hingga mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini, red borneo dengan warna seperti itu dipasaran hampir tidak pernah ditemukan lagi. Penyebabnya karena deposit batu ini di kalimantan yang berkualitas baik telah habis, yang tersisa hanyalah yang berkualitas rendah. Para kolektor yang memiliki red borneo berwarna merah pun rata-rata tidak mau menjual batu koleksinya tersebut. Sehingga bisa jadi karena ketiadaan stok, harga batu red borneo termahal justru mengalami peningkatan.

Cara Menghilangkan Warna Hitam

Seperti yang telah saya jelaskan diatas, warna hitam yang ada batu red borneo dikarenakan kandungan mangan yang ada di dalamnya. Sehingga salah satu cara menghilangkan warna hitam ini dengan perupaya mengoksidasi mangan yang ada tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan merendamnya kedalam larutan asam kuat sehingga mangan akan tereduksi sehingga menjadi tidak berwarna.

Walau begitu, proses menghilangkan warna hitam dengan larutan asam kuat ini biasanya dapat merusak tekstur batu dan membuat pori-porinya membesar sehingga menjadi tidak bisa dibuat kinclong. Untuk menutup pori-pori batu yang membesar ini, anda bisa melapisi permukaannya dengan resin bening. Setelah resinnya kering, batu dipoles menggunakan amplas halus grade 2.000 dan 5.000 agar menjadi kinclong. Pelapisan menggunakan kaca seperti pada ruby juga bisa dilakukan, hanya saja diperlukan peralatan yang canggih untuk melakukan hal tersebut.

Selain dengan direndam asam kuat, ada juga yang mencoba menjemurnya diatas sinar matahari yang terik seperti saat melakukan treatment pada bacan doko. Saya sendiri belum pernah mencoba menjemur batu ini, hanya saja menurut orang yang pernah melakukannya, teknik penjemuran ini tidak memiliki efek apapun terhadap perubahan warna batu ini. Justru teknik penjemuran akan menyebabkan naiknya kapur yang ada didalam batu.

Khasiat Batu Red Borneo

Seperti yang telah kita bahas diatas, batu ini merupakan jenis batu yang baru ditemukan pada awal tahun 2011. Oleh karena itu, di kalangan masyarakat belum ada mitos mengenai khasiat batu red borneo. Kalaupun nantinya ada mitos yang beredar mengenai khasiat batu ini, sebaiknya tidak usah dipercayai karena itu merupakan syirik. Percaya dan minta tolonglah hanya kepada Allah swt, jangan bergantung kepada sebuah benda mati karena tidak akan bisa memberikan apa-apa bagimu.