Alga Merah

Alga merah adalah kelompok tanaman yang masuk kedalam filum Rhodophyta. Sesuai dengan namanya, salah satu ciri-ciri dari alga merah adalah tubuhnya berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan karena adanya pigmen fikoentrin dalam jumlah yang banyak, pigmen ini juga berfungsi untuk fotosintesis. Filum ini hanya mempunyai satu kelas didalamnya, yaitu Rhodophyceae.

Didalam kelompok ini terdapat sekitar 2.500 spesies yang mayoritas hidup di habitat laut, terutama pada perairan pantai tropis dengan kedalaman maksimal 200 meter. Pada kedalaman tersebut, sinar matahari masih dapat masuk sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis. Kelompok tanaman dikenal oleh orang awam dengan nama rumput laut, hal itu dikarenakan karena bentuk tubuhnya yang mirip seperti rumput. Mereka merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi oleh manusia.

Ciri-Ciri Alga Merah

Secara umum, Ciri-Ciri alga merah adalah sebagai berikut :

  1. Walau warna merah mendominasi warna tubuhnya, di dalam tubuh alga merah terdapat 3 macam pigmen yaitu :
    a. Pigmen fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan b.
    b. Fikoeritrin yang memberi warna merah pada tubuhnya dan fikosianin yang memberi warna biru, keduanya juga berperan dalam proses fotosintesis.
    c. β-karoten, pigmen ini merupakan sebuah antioksidan kuat yang jika sangat baik bagi kesehatan mata manusia. β-karoten ini terdapat di dalam plastidanya.
  2. Hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk tepung floridea atau galaktosida. Keduanya berada di luar plastida.
  3. Sel dari alga merah dikelilingi oleh dinding sel. Kebanyakan dari jenis-jenis Rhodophyceae, komponen utama yang menyusun dinding selnya adalah selulosa. Disamping selulosa, dinding sel juga mengandung manan (polimer dari manose) dan silam (polimer dari silose). Mukopolisakarida yang dihasilkan dalam dinding sel Rhodophyceae adalah agar dan karagenan, keduanya merupakan polimer galaktosa yang penting secara komersial, karena dapat digunakan sebagai stabiliser dan bahan pembuatan gel.
  4. Berbeda dengan kelompok alga lainnya, alga merah tidak pernah membentuk sel-sel berflagela, baik itu berbentuk zoospora, zoogamet maupun anterozoid.

Bentuk Talus

Talus dari semua anggota Rhodophyta adalah multiseller yang pada dasarnya merupakan filamen-filamen yang bercabang bebas satu sama lain atau cabang-cabang tadi saling menjalin di dalam suatu matriks yang menyerupai gelatin, hingga membentuk talus yang parenkimatik yang berbentuk lembaran atau silinder yang sederhana atau bercabang-cabang  atau seperti kerak yang melekat erat pada substrat yag keras atau batu karang. Pertumbuhan talus bersifat apikal, dilakukan dengan pembelahan sel apikal dari satu atau lebih filamen aksial, hingga talus tadi mempunyai struktur yang monoaksial atau multiaksial.

Manfaat Alga Merah

Alga Merah memiliki manfaat penting bagi lingkungan. Mereka merupakan bagian penting dari rantai makanan dan juga terlibat dalam memproduksi sekitar 40 hingga 60 persen dari total oksigen global.

Berikut ini beberapa manfaat alga dalam bidang Ekologi dan Manusia

  1. Sumber makanan secara alami untuk ikan dan hewan air lainnya.
  2. Agar-agar, topping susu dan produk makanan instan lainnya diekstraksi dari alga merah.
  3. Alga merah telah digunakan sebagai sumber makanan selama ribuan tahun karena mengandung banyak vitamin, mineral, sumber kalsium, magnesium, dan antioksidan yang tinggi.
  4. Memakannya secara teratur mampu menekan kadar gula didalam darah.

Reproduksi Alga Merah

Alga merah dapat melakukan reproduksi secara vegetatif, yaitu dengan fragmentasi talusnya. Akan tetapi cara demikian ini hanya terdapat pada beberapa jenis tertentu saja.

Alga merah membentu satu atau beberapa macam spora yang tidak berflagela, yaitu karpospora, spora netral, monospora, bispora, tetraspora atau polispora. Karpospora adalah spora yang terbentuk secara seksual, spora ini terbentuk secara langsung atau tidak langsung dari zigot. Spora-spora lainnya adalah spora aseksual. Spora netral adalah spora yang terbentuk langsung dari sel vegetatif yang mengalami metamorfosis. Monospora adalah spora yang terbentuk dalam sporangium yang hanya menghasilkan satu spora saja.

Reproduksi seksual pada alga merah berbeda dengan golongan alga lainnya dan struktur yang berkaitan dengan reproduksi ini, mempunyai terminologi tersendiri. Alat kelamin jantan disebut spermatangium, sel kelamin jantan tidak berflagela disebut spermatium, dalam satu spermatangium hanya dibentuk satu spermatium saja. Alat kelamin betina disebut karpogonium yang terdiri atas satu sel yang di bagian ujung distalnya terapat suatu tonjolan yang disebut trikogin, inti terdapat di bagian dasar dari karpogonium. Spermatium yang dibebaskan dari spermatangium terbawa gerakan air sampai pada trikogin. Pada tempat menempelnya spermatium terbentuklah lubang kecil sehingga inti dari spermatium dapat masuk ke dalam trikogin dan bermigrasi ke bagian dasar dari karpogonium dimana inti karpogonium berada. Kedua inti bersatu dan terbentuklah zigot.

Siklus Hidup Alga Merah

Siklus hidup ini juga berkaitan erat dengan masalah klasfikasi alga merah, karena sebagian besar ordonya dikelompokkan berdasarkan atas perkembangan dari stadium-stadium yang ada dalam siklus hidupnya. Anggota Alga merah yang tinggi tingkatannya mempunyai siklus hidup dengan pergantian keturunan yang bifasik dan trifasik

Pergantian Keturunan yang Bifasik

Pergantian keturunan yang bifasik mempunyai dua tipe, yaitu sebagai berikut :

  1. Inti zigot langsung mengadakan pembelahan reduksi hingga terbentuklah karpospora yang haploid kemudian tumbuh menjadi gametofit dan yang diploid hanya zigot saja.
  2. Inti zigot tidak mengadakan pembelahan reduksi, tetapi pembelahannya secara mitosis maka terbentuklah karpospofit yang diploid dan menghasilkan karposporangium yang intinya mengadakan pembelahan reduksi membentuk karspospora yang haploid dan tumbuh menjadi gametofit.

Jadi pada alga merah yang mempunyai siklis hidup seperti tersebut diatas, talus adalah gametofitnya.

Pergantian Keturunan yang Trifasik

Disini terdapat keturunan gametofit,karposporofit (berada dalam gametofit) dan tetrasporofit. Hal ini terjadi karena inti zigot membelah secara mitosis hingga terbentuklah karposporofit dengan karposporangium yang karposporanya diploid. Setelah karpospora diploid tersebut dibebaskan, kemudian tumbuh menjadi tetrasporofit yang hidup bebas dan membentuk tetrasporangium yang intinya diploid dan akan mengalami pembelahan reduksi hingga membuat empat spora haploid yang disebut tetraspora.

Habitat Alga Merah

Meskipun filum ini ditemukan hidup di seluruh garis lintang, tetapi kemelimpahan terbesar dan jumlah jenis yang terbanyak terdapat di ekuator. jenis-jenis yang hidup di daerah beriklim sedang talusnya berukuran besar dan lebih berdaging, sedangkan yang hidup di daerah tropis ukurannya lebih kecil.

Alga merah mempunyai kemampuan untuk hidup di kedalaman yang lebih besar daripada alga dari filum yang lain. Ia dapat hidup sampai kedalaman 200 meter. Kemampuan ini berkaitan dengan pigmen aksesoris yang dimilikina. Kurang lebih ada 200 spesies darinya yang hidup di habitat air tawar yang mengalir, tetapi ukuran darinya tidak pernah mencapai sebesar rumput laut.

Klasifiaksi Alga Merah

Dahulu di dalam klasifiaksi alga merah, kelas Rhodophyceae dibagi menjadi dua anak kelas yaitu Bangiophycidae dan Florideophycidae. Perbedaan antara kedua anak kelas tadi dasarnya ialah bahwa Bangiophycidae tidak mempunyai pit connection (suatu area yang berkesinambungan antara dua sel alga merah yang terdiri atas apertura dalam dinding sel, sumbat dan tudung sumbat), tidak menunjukkan pertumbuhan apikal dan jarang menunjukkan reproduksi seksual. Sedangkan Florideophycidae mempunya pit connection, pertumbuhan apikal dan reproduksi seskual dengna daur hidup yang bifasik (daur hidup yang terdiri atas gametofit dan karposporofit) dan trifasik (daur hidup yang terdiri atas gametofit, karposporofit dan tetrasporofit).

Akan tetapi, kini telah ditemukan pit connection dan pertumbuhan apikal pada beberapa anggota dari Bangiophycidae di salah satu stadium dalam siklus hidupnya yaitu stadium Conchoselis (suatu stadium filamentik dari Bangiophycidae yang berada di dalam cangkang kerang). Sebaliknya pada beberapa Florideophycidae, contohnya Dellesericeae (ordo Ceramiales) dan Corallinaceae (Ordo Cryptonemiales) tidak ditemukan daur hidup yang trifasik, maka dengan alasan tersebut diatas kedua anak kelas tadi telah dihapus hingga pembagiannya langsung ke ordonya.

Secara lengkap, klasifikasi alga merah adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Ordo :
– Porphyridales   – Bangialis   –  Lemaneales  – Nemaliales
– Gelidiales  – Cryptonemiales  –  Gigartinales  – Ceramiales

Contoh Alga Merah

Beberapa contoh alga merah yang hidup di dunia diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Cyanidum
Alga merah ini hidupnya di bagian dasar dari sumber air panas yang asin hingga membentuk lapisan yang berwarna hijau biru cerah. Mempunyai kemampuan hidup dalam air dengan pH tinggi dan temperatur 80ºC. Dahulu banyak yang mengira bahwa jenis ini adalah anggota dari Cyaniphyceae, tetapi dengan adanya kloroplas tanpa adanya kloroplas ER (retikulum endoplasmik), serta adanya tilakoid yang letaknya terpisah, maka jenis ini adalah anggota dari Rhodophyceae.

2. Bangia
Talus dari Bangia merupakan benangfilamen tegak yang mula-mula hanya terdiri atas selapis sel saja (uniseriate), sel-selnya kemudian membelah ke arah longitudinal hingga terbentuklah talus yang filamentik yang terdiri atas 2-3 lapis sel.

3. Batrachisperum
Talusnya berwarna hijau, hidup di air tawar yang mengalir. Dengan mata telanjang contoh alga merah ini tampak sebagai untaian manik-manik berwarna hijau. Tiap manik terdiri atas cabang-cabang lateral yang melekat pada filamen aksial utama

4. Nemalion
Nemalion merupakan alga yang hidup di daerah pasut (pasang surut) di lautan daerah beriklim sedang. Talus berbentuk silindris yang panjangnya mencapai 25 cm dengan percabangan dikotom terbatas, multiaksial. Jadi yang tampak dilapanga adalah gametofitnya yang sifatnya homotalik.

5. Galaxaura
Galaxaura merupakan contoh alga merah yang mengandung kapur dan tersebar luas di daerah tropis. Galaaxaura merupakan alga tetrasporofitik yang gametofit dan tetrasporofitnya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama.