Alat Pernapasan Belalang

alat pernapasan belalangBelalang merupakan serangga yang berasal dari ordo Orthoptera dan termasuk ke dalam hewan herbivora. Salah satu keunikan yang dimiliki dari serangga satu ini ialah pada alat pernapasan belalang yang disebut sebagai trakea.

Jadi, belalang tidak bernafas menggunakan paru-paru seperti pada manusia atau hewan mamalia. Bagian tubuh belalang berupa trakea lah yang digunakan sebagai alat pernapasannya. Cara kerja trakea pun berbeda dengan paru-paru dan memiliki sistem yang lebih kompleks.

Bagi kalian yang ingin mengetahui tentang apa itu trakea dan bagaimana cara kerjanya, maka kami akan membahas secara detail dalam artikel kali ini.

Apa itu Trakea pada Belalang?

Jika pada manusia, trakea disebut juga sebagai tenggorokan yang berfungsi sebagai jalur respirasi keluar masuknya oksigen dan karbondioksida dari dan ke paru-paru.

Namun, trakea pada serangga merupakan salah satu alat pernapasan yang berbentuk seperti tabung yang terbuka pada abdomen dan toraks yang terhubung pada pasangan katup spirakel.

Jadi, apabila manusia menyalurkan oksigen dan karbondioksida melalui darah, serangga mengangkutnya melalui alat yang bernama trakea ini. Kebanyakan serangga pun demikian, misalnya lalat, kupu-kupu, lalat, dan lainnya.

Komponen Sistem Alat Pernapasan Belalang

Ada beberapa komponen yang terdapat pada sistem alat pernapasan trakea pada belalang. Berikut penjelasan detailnya:

Spirakel

Spirakel merupakan tempat masuk dan keluarnya udara. Spirakel yang berfungsi untuk jalur masuk udara dari luar berjumlah empat pasang. Sedangkan untuk jalur keluarnya memiliki enam pasang.

Dari sepuluh pasang spirakel tersebut, dua diantaranya terletak pada bagian dada bagian samping. Sedangkan delapan pasang sisanya terletak di bagian perut samping (kanan kiri) bagian bawah.

Saat belalang sedang aktif seperti melompat, berjalan, terbang, dan lainnya maka spirakel akan terbuka. Sedangkan saat istirahat seperti saat sedang tidur atau hibernasi, maka spirakel akan tertutup.

Trakea

Trakea berbentuk seperti pipa atau tabung panjang spiral yang tersusun atas bagian sel yang dinamakan sebagai sel epitel. Sel ini akan menghasilkan zat bernama kutikula yang akan membuat trakea kuat dan tidak akan pecah.

Alat pernapasan belalang inilah yang berfungsi untuk menghubungkan udara yang telah diserap ke agar dapat diangkut ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan. Karena itu, trakea terhubung langsung dengan spirakel maupun trakeolus,

Trakeolus

Trakeolus merupakan pipa lebih kecil yang menghubungkan antara trakea dengan kantung udara dan sel sel tubuh. Organ ini berukuran sangat kecil dan memiliki percabangan yang kompleks, rumit, dan halus.

Ujung trakeolus akan terhubung langsung pada bagian sel-sel tubuh. Didalamnya terdapat cairan yang berguna dalam menjaga kelembaban permukaan sel dan jaringan serta membantu pengikatan oksigen agar lebih mudah diserap sel tersebut.

Mekanisme Kerja Alat Pernapasan Belalang

Cara kerja pada sistem pernapasan belalang berbeda jauh dengan hewan vertebrata maupun invertebrata yang menggunakan sistem pernapasan berupa paru-paru, insang, maupun melalui kulit.

Pernapasan pada belalang jauh lebih kompleks dan memiliki sistem yang unik. Berikut kami berikan sedikit gambaran tentang bagaimana mekanisme alat pernapasan belalang:

Udara Masuk

Alat pernapasan yang berguna untuk masuknya udara disebut spirakel. Sedangkan organ yang bertugas untuk membantu masuk dan keluarnya udara disebut sebagai otot abdomen yang terletak pada bagian bawah perut / dada.

Udara akan masuk apabila katup udara terbuka. Disaat inilah otot abdomen mengendur pada tingkatan yang tertinggi. Demikian pula sebaliknya, jika otot abdomen menyusut, maka udara akan terdorong ke luar melalui spirakel.

Pertukaran Udara

Setelah udara masuk, maka selanjutnya akan dialirkan melalui organ bernama trakea menuju trakeolus. Dalam trakeolus, terdapat sebuah zat berwarna hitam kebiruan yang berfungsi untuk membantu pengikatan antara berbagai unsur dalam udara seperti oksigen dan karbondioksida.

Proses pertukaran udara ditandai dengan terjadinya mekanisme penyerapan oksigen dan juga pembuangan karbondioksida. Semakin aktif belalang, maka kontraksi otot abdomen akan terjadi semakin cepat, ini sama seperti manusia yang ngos-ngosan saat habis olahraga.

Pengeluaran Udara

Hasil pernapasan pada belalang adalah karbondioksida yang nantinya akan dibuang melalui spirakel. Uniknya, spirakel yang bertugas untuk mengambil udara memiliki jumlah empat pasang. Sedangkan spirakel untuk pengeluaran udara berjumlah enam pasang.

Sebelum dibuang ke luar, karbondioksida masih akan diproses lagi oleh enam pasang spirakel tersebut. Bila memang sudah tidak dapat diolah oleh tubuh, baru akan sepenuhnya dibuang ke luar.

Penyaluran Oksigen

Oksigen yang telah diserap akan dialirkan ke seluruh sel dan jaringan tubuh yang membutuhkan. Penyaluran oksigen pada belalang tidak membutuhkan darah, sehingga langsung ditujukan ke sel-sel menuju ke kantung-kantung udara.

Darah pada belalang hanya berfungsi untuk menyalurkan sari-sari makanan yang telah diolah di sistem pencernaan. Sehingga darah akan bergerak bebas ke seluruh tubuh melalui alat yang bernama aorta.

Demikianlah sedikit informasi yang dapat kami informasikan seputar alat pernapasan belalang beserta mekanisme kerjanya. Semoga bermanfaat!