Peranan Lumut

Banyak orang yang meremehkan peranan lumut, kebanyakan beranggapan bahwa lumut tidak ada gunanya bagi manusia kecuali, Sphagnum. Ternyata di Jepang lumut daun (mosses) sangat terkenal untuk keentingan hortikultura, sedangkan di China beberapa jenis lumut terutama mosses digunakan sebagai bahan obat, hingga dalam perkembangan terakhir telah merubah pandangan orang mengenai lumut sebagai tumbuhan yang bermanfaat.

Disamping itu lumut memang memiliki peranan yang sangat penting dalam putaran ekologi alam, hal in dikarenakan lumut memainkan peranan pentingdalam keseimbangan alam. Tidak seperti kebanyakan tumbuhan tingkat tinggi, lumut secara umum selalu muncul dalam komunitas tumbuhan. Meskipun tidak dikenal, lumut menunjukkan fungsi pokok dalam pemeliharaan kesehatan habitat, misalnya dapat menahan erosi dan dapat menjadi tempat berkecambahnya biji, hingga secara tidak langsung telah bermanfaat bagi manusia.

Tumbuhan lumut di daerah tropis mempunyai bentuk kehidupan yang beraneka macam, yaitu dapat seperti bantalan (cushion), dapat seperti keset (mats), dapat seperti anyaman (wets), seperti pohon (dendroid) dan seperti rumput yang tinggi atau pendek (tall turfs / short turfs), dengan bentuk-bentuk tersebut tumbuhan lumut dapat berperan penting sebagai tempat tumbuhnya biji (seed bud) dari tumbuhan tingkat tinggi. Bentuk kehidupan lumut di suatu tempat selain berperan dalam kehidupan hewan avertebrata sebagai tempat hidup dan tempat berkembang biak, juga sebagai makanan.

Dalam proses rehabilitasi hutan secara alami, tumbuhan lumut mempunyai peran besar dalam kehidupan biota alam. Peranan tumbuhan lumut secara umum dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu :

  1. Peranan lumut bagi kehidupan hewan.
  2. Peranan lumut bagi kehidupan tumbuhan.
  3. peranan lumut bagi kehidupan manusia.

Peranan Lumut Bagi Kehidupan Hewan

1. Lumut Sebagai habitat Hewan
Kegunaan lumut sebagai habitat hewan secara umum disebabkan lumut dapat berfungsi sebagai isolator melawan panas, dingin dan angin. Lumut juga dapat dijadikan bantaan untuk menghadapi perubahan iklim. Selain itu, ia juga dapat berfungsi sebagai penaring suara, tempat berlindung yang aman untuk bersembunyi dan tempat bertelur.

2. Lumut Sebagai Sumber Makanan Hewan
Beberapa hewan avertebrata pemakan lumut diantaranya Rotifera (memakan partikel-partikel yang berasal dari lumut), beberapa jenis Nematoda, Molusca (beberapa jenis siput/Gastropdoda), Tardigrada, Artropoda, semut pemakan spora dan belalang yang hidup di batu. Hewan vertebratajuga ada yang memakan lumut, diantaranya kijang kutub. Kijang kutub memakan lumut sebagai sumber makanan sehari-hari untuk melawan kedinginan.

Hasil penelitian beberapa substansi sekunder dari lumut seperti terpenoid, pinene, limonene, champene, cardinene, sterols, sitosterol dan stigma sterol menyebabkan terbentuknya Mixed Function Oxidace (MFO) pada ulat. MFO ini digunakan sebagai proteksi herbivora melawan tekanan kimia dari senyawa kimia sekunder tumbuhan. Substansi ini pada beberapa herbivora memungkinkan untuk memakan apa saja yang ada di tumbuhan.

Peranan Lumut Bagi Kehidupan Tumbuhan

Semua habitat di hutan pegunungan jauh lebih banyak didominasi oleh lumut dan bryflora di hutan pegunungan keanekaragaman jenisnya sangat banyak. Contohnya padabeberapa tipe hutan pegunungan terdapat suatu karpet tebal yang terdiri dari berbagai macam spesies lumut yang menutupi tanah. Bryovegetasi pada hutan pegunungan ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi keseimbangan air dan akumulasi humus. Kenyataan ini sangat menguntungkan bagi kelangsungan hidup tumbuhan tingkat yang lebih tinggi. Dari hasil penelitian biji-biji tumbuhan yang jatuh pada vegetasi lumut, 90% akan berkecambah.

Di hutan pegunungan, lumut yang bersifat epifit membentuk sarang dan memainkan peranan penting dalam akumulasi humus dari udara. Dengan bentuk kehidupan yang khusus terbukti merupakan inceptor air hujan yang paling efektif, karena tumbuhan lumut mempunyai kemampuan seperti spore, dapat menyiman dan menopang air hujan sampai 25 kali berat keringnya. Selain itu, ia juga mempunyai kemampuan menjaga kelembapan atmosfir dan hanya melepaskan air secara bertahap. Selain itu, tumbuhan lumut juga memberikan kontribusi dalam penyaringan atau pembersihan udara dari karbondioksida, dan juga memberi sumbangan dalam pengembalian nutrisi ke alam. Dari kemampuan lumut epifit tersebut di atas, jelas bahwa kehadiran tumbuhan lumut di alam memberikan keseimbangan air dan kesuburan tanahnya terjaga, sehingga peranannya sangat besar bagi kehidupan tumbuhan tingkat tinggi di daerah pegunungan.

Berdasarkan hasil penelitian dari ahli biologi bernama Muthi Muftihah, menunjukkan bahwa tumbuhan lumut mempunyai kandungan senyawa anti mikrobia dan anti fungi, serta mempunyai bentuk pertumbuhan dengan airase dan drainase yang baik. Sehingga di alam tumbuhan lumut epifit merupakan media pertumbuhan Pteridophyta dan Spermatophyta yang bersifat epifit.

Peranan Lumut Bagi Kehidupan Manusia

1. Lumut Sebagai Indikator Deposit Mineral
Bryophyta yang sebagian besar merupakan tumbuhan tahunan (perennial), mampu mengakumulasi beberapa unsur yang kebanyakan terdapat di tanah atau subtrat lain di tempat tumbuhnya dalam konsentrasi yang berlebihan. Oleh karena itu, analisis terhadap lumut sebagai indikator terdapatnya mineral barang kali lebih dapat dipercaya dari pada analisa secara langsung terhadap subtrat di lingkungannya. Untuk evaluasi geokimia, nilai potensial lumut lebih tinggi dari pada tumbuhan vaskuler.

Jenis lumut tertentu diketahui ada hubungannya dengan jenis mineral tertentu. Contohnya adalah lumut tembaga, jenis lumut ini ditemukan pada batuan atau tanah yang mengandung tembaga. Beberapa spesies yang termasuk ke dalam kelompok ini antara lain Cephaloziella massalongoi, Gymnocela acutiloba, Milichloferia elongate, M. milichoferi dan Scopeloptida ligulata.

2. Lumut Sebagai Indikator Ekologi
Kebanyakan Bryophyta dari jenis tertentu mempunyai kisaran ekologis yang sangat terbatas dan agak sempit. Hal ini menyebabkan Bryohyta mempunyai nilai yang sangat penting sebagai indikator kondisi habitat tertentu.

  • Ahli Briologi Bringman, Harman dan Simon menemukan bahwa lumut tertentu berperan sebagai indikator yang cukup bagus untuk kualitas tanah di hutan.
  • Romanova, Jeglun dan Pakarinen, mengevaluasi lumut sebagai indikator terhadap kondisi pH dan kandungan air pada tanah gambut.
  • Bell dan Lotge, menunjukkan keberadaan lumut akuatik tertentu umumnya berkaitan dengan kandungan kalium (nutrisi) dalam air.
  • Kajandelz dalam teori yang terkenal mengenai tipe hutan di Firlandia menggunakan lumut terestrial sebagai salah satu tumbuhan peciri dalam engklasifikasian tipe hutan.
  • Postphysele melaporkan nilai ekologis lumut Pterogonionum subselide dan Peopatum sebagai indikator iklim tertentu di Cekoslovakia.
  • Sjokgren, yang mempelajari lumut sebagai indikator lingkungan hutan di Pulau Olan menyatakan preferensi lumut tahunan yang kecil terhadap pH tertentu, kandungan kapur, banyaknya pasir atau debu di lapangan memungkinkan lumut sebagai permulaan penentuan kecocokan lahan tertentu terhadap berbagai tanaman pertanian tertentu.

3. Lumut Sebagai Indikator Pencemaran Air dan Udara
Penggunaan lumut akuatik sebagai indikator tingkat pencemaran air dapat diharapkan peranannya meskipun sampai saat ini penelitian mengenai hal tersebut masih lebih sedikit apabila dibandingkan dengan pencemaran udara.

Telah diketahui bahwa jenis tumbuhan tingkat tinggi tertentu dan beberapa tumbuhan non vascular (tidak berpembuluh) seperti lumut dan Liken sangat mudah terpengaruh oleh polutan udara yang berupa gas dan partikel. Oleh karena itu, lumut dapat digunakan sebagai petunjuk adanya pencemaran udara maupun untuk memonitor konsentrasi polutan.

4. Lumut Untuk Pengobatan
Pada awal sejarahnya, penggunaan obat tradisional dari lumut dihubungkan dengan kesamaan bentuk dan susunan yang ada pada orga tubuh manusia. Misalnya lumut hati Marchantia polymorpha mempunyai bentuk yang dianggap sama dengan hati manusia, lalu dipercaya sebagai obat penyakit hati (liver). Polytrihum commune mempunyai kaliptra yang berambut maka dipercaya sebagai bahan minyak rambut.

Kemudian semakin banyak jenis lumut yang dikenal efektif sebagai bahan obat. Orang Cina dan penduduk asli AMerika menggunakan jenis lumut Philonotis, Bryum dan Minium yang dihancurkan menjadi semacam pasta untuk digunakan sebagai obat luka. Di Indi khususnya darah himalaya, orang menggunakan abu dari lumut dicampur minyak dan madu untuk digunakan sebagai salep pada luka luar. Masih banyak jenis lumut lainnya yang sudah terbukti memiliki manfaat positif dalam mengobati suatu penyakit. Oleh karena itu, peranan lumut dalam bidang medis ini tidak dapat disepelekan.

5. Lumut Sebagai Bahan Untuk Kepentingan Hortikultura
Lumut mempunyai kegunaan yang bervariasi dalam bidang hortikultura. Lumut dapat disediakan sebagai soil addtivis (bahan tanah tambahan), pengepakan akar dan material untuk pupuk, sebagai material ornamentasi untuk mendesain pot atau mangkok dan sebagai penutup bawah (ground cover) bonsai.

Peranan lumut dalam bidang hortikultura ini telah lama dikenal. Lumut Spagnum basah dan peat (bahan bakar) Spagnum memiliki peranan penting dalam bidang pertanian. Hal itu disebabkan ia mempunyai kapasitas menangkap air yang tinggi dan permeabilitas untuk udara dan elastik.