Habitat Lumut

Kebanyakan jenis tumbuhan lumut bersifat kosmpolitan, artinya ia dapat hidup di berbagai macam habitat, hanya sebagian kecil saja yang mempunyai daerah distribusi yang terbatas. Dalam hidupnya tumbuhan lumut umumnya lebih menyukai tempat-tempat yang memiliki kelembapan tinggi dan terlindung dari sinar matahari. Oleh sebab itu, lumut lebih banyak dijumpai di habitat hutan yang lebat, diatas tanah, batu, kayu lapuk atau menempel pada kulit pohon sebagai epifit.

Tetapi karena tumbuhan lumut terdiri dari berbagai kelompok yang masing-masing mempunyai sifat hidup yang tidak selalu sama, maka masing-masing kelompok juga mempunyai daerah distribusi yang mungkin berbeda.

Klasifikasi dunia tumbuhan saat ini menempatkan lumut dalam satu subkingdom Bryobiotina dan mengelompokkannya menjadi tiga filum (divisi) yaitu Marchatiophta, Anthocerotopsida dan Bryopsida.

Habitat Lumut Hati

Lumut hati (Hepaticae) umumnya terdapat d daerah yang beriklim sedang, sebagian terbatas pada habitat terestrial yang terlindung dan selalu basah sepanjang musim panas atau dengan kata lain lumut hati dapat hidup dan hidup dengan baik ada tempat yang kelembapannya tinggi dan tidak menerima sinar matahari langsung. Habitat semacam ini termasuk termpat berpaya-paya, rawa-rawa, tebing jurang yang curam, tepi sungai dan dihutan-hutan yang lebat dimana lumut tumbuh pada potongan-potongan kayu yang lapuk, pada dasar batang pohon atau ada bukit-bukit.

Oleh sebab itu, golongan lumut ni tumbuhnya dapat mempunyai struktur yang higromorf (misalnya dalam tubuhnya terdapat rongga-rongga udara). Namun ada pula lumut hati yang hidup dirawa-rawa seperti dari genus Reilla dan ada pula yang hidup terapung di air yaitu jenis Rccia fluitans. Lumut hati yang bersifat epifit ada yang dapat hidup pada daun pohon-pohon dalam hutan daerah tropis dan karena kehidupannya yang diatas pohon itu, lumut tadi merupakan suatu bentuk ekologi khusus yang dinamakan epifil.

Tidak semua lumut hati hidupnya terbatas di habitat yang selalu ada air, bahkan juga ada yang terdapat pada tempat-tempat yang kering, misalnya pada kulit pohon, di atas batu cadang, hingga tubuhnya perlu mempunyai struktur yang seromorf (misalnya di dalam tubuhnya terdapat alat penyimpanan air). Sebagai contoh Porella platyphylloidea, lumut ini tumbuh di karang-karang atau di kulit pohon kering sampai beberapa bulan tanpa air.

Di daerah iklim sedang di mana musim panas yang panjang dan kering seperti di California, lumut hati yang tumbuh di ladang dan lembah terbuka menjadi kering pada permulaan musim kering dan tinggal dalam keadaan istirahat (laten) selama musim pana. Bagian pangkal yang tua dari gametofit akan mati, tetapi jaringan yang dibagian ujung tetap hidup dan dapat tumbuh lagi setelah ada air (basah). Demikian setelah mulai musim hujan dalam waktu yang singkat akan membuat lumut membentuk organ kelamin dan terjadilah perbanyakan generatif hingga tidak lama kemudian populasinya berkembang.

Keberadaan lumut hati secara geografi, jumlah genus yang terdapat di daerah tropis jauh lebih banyak dari pada di bagian lain dunia, ada dua daerah (area) yang terkaya flora lumut hati yaitu di daerah tropis Amerika dan India Timur. Penyebaran genus-genus yang muncul kebanyakan dari kelompok Jungermanniales yang berdaun yaitu kelompok lumut hati yang termasuk anak bangsa Jungermannieae yang berisi kira-kira 180 genus. Beberapa darinya bersifat kosmopolitan artinya terdapat di seluruh dunia dimana ada tempat tumbuh yang daat mendukung, sedang genus yang lainnya bersifa endemik.

Habitat Lumut Daun

Lumut daun atau kelas Musci, merupakan kelompok besar tanaman yang terdiri kurang lebih 660 genus da 14.500 spesies yang terbagi dalam 3 anak kelas Sphagnobrya, Andreaobrya dan Eubrya (Smith, 1955) masing-masing mempunyai daerah penyebaran yang tidak sama.

Sphagnobrya (Lumut Rawa)

Spagnobrya atau sering disebut dengan nama lumut rawa merupakan subkelas yang terdiri dari 1 ordo Spagnales, satufamili Spagnaceae dan satu genus Sphagnum dengan 320 spesies didalamnya. Semua anggota sub kelas ini hidup habitat kolam, paya atau tempat-tempat lain yang berair dan biasanya hanya di daerah-daerah berair yang dangkal dan sedikit berkapur. Gametofit dari Sphagnum tumbuh terus menerus dari tahun ke tahun, tetapi bagian pangkalnya akan mati dan menjadi busuk. Jaringan gametofit yang mati ni bersama-sama denga tumbuhan lain (bukan lumut) akan menjadi padat dan dinamakan peat. Di beberapa negara bagian utara, terutama di Irlandia, peat dgunakan secara luas sebagai bahan bakar. Balok-balok peat digali dari rawa-rawa dan dikeringkan sampai beberapa bulan sebelum digunakan sebagai bahan bakar karena mempunyai kapasitas menyimpan air yang sangat besar. Bahkan karena kemampuannya menyimpan air ini maka peat juga dimanfaatka untuk mengirim tanaman melalui kapal dan juga untuk memperbaiki kualitas tanah. Pertumbuhan Sphagnum yang cepat dan terus menerus dari tahun ke tahun memiliki peranan penting dari segi ekologi karena dapat menutup danau-danau kecil serta merubah danau menjadi rawa-rawa dalam waktu relatif singkat.

Andreaobrya (Lumut Granit)

Andreaobrya atau yang sering disebut dengan nama lumut granit merupakan anak kelas dari lumut daun yang hanya terdiri dari satu ordo Andreales, satu suku Andreaceae dengan dua genus yaitus Andreaea yang memiliki 120 spesies dan genus Neuroloma yang hanya memiliki satu spesies saja. Andreaea adalah suatu kelompok kecil lumut daun yang warnanya cokelat tua kehitam-hitaman dan tumbuh mencolok di batu-batuan dengan batag yang melekat di batu-batuan, biasanya terbatas di daerah-daerah yang berhawa dingin dan tumbuh dengan baik di tempat yang tinggi atau di puncak-puncak gunung yang tinggi.

Eubrya (Lumut Daun Sejati)

Eubrya atau yang dikenal dengan nama lumut daun sejati adalah anak kelas yang paling besar dari kelas lumut daun (Musci) yang terdiri dari 650 genus dan 14.000 spesies. Jenis lumut ini ditemukan melimpah di berbagai jenis habitat, dari daerah kutup sampai daerah tropis. Mereka bisa tumbuh di tepi kolam, di rawa-rawa dan di paya-paa, pada tanah yang padat atau tidak padat, di batu-batu karang dan sebagai epifit pada batang atau daun tumbuhan tertentu. Lumut tersebut hidup sebagai hydrofit, sebagai mesofit atau sebagai xerofit.

Pertumbuhan jenis lumut ini dipengaruhi oleh kelembapan udara dan substrat. Kebanyakan lumut Eubrya tumbuh dengan baik pada intensitas cahaya yang sedang maupun intensitas cahaya yang rendah. Dalam hubungannya dengan cahaya setempat, pada tiap habitat tertentu mungkin tidak begitu berpengaruh langsung seperti pengaruh sinar matahari dalam keadaan lembab. Sebagai contoh yaitu kemelimpahan lumut daun  yang ada di sisi utara dari pohon atau di permukaan lereng yang menghadap ke utara biasanya lebih besar daripada yang ada disisi lain, ini menggambarkan sebagai keadaan yang lebih baik kelembapannya dibandingkan dengan intensitas cahaya yang lebih rendah. Disamping itu, keasaman (pH) dari substrat juga merupakan faktor penting lain yang mempengaruhi distribusi lumut daun, maka komposisi dari flora lumut pada batu-batuan yang berkapus dan bersilika dalam area geografi yang sama berbeda sangat jelas. Faktor ini mungkin juga mempengaruhi lumut epifit, jadi perbedaan antara flora lumut pada batang konifer dan tanaman yang mengalami gugur daun ada musim panas berhubungan dengan keasaman dari konifer.

Kolonisasi lumut pada habitat yang sesuai dapat cepat atau dapat lambat. Pada tanah yang lembab dan gundul seperti pada lapangan yang baru dibajak atau pada tepian tanah dari pembangunan jalan adalah sangat cepat dan dalam beberapa minggu saja tanah sudah tertutup dengan lapisan protonema yang mengandung gametofit muda. Pada permukaan batu-batuan kolonsasi lumut lambat, ini ditunjukkan dengan eksperimen memindahkan semua lumut dari permukaan batu dan mencatat waktu ang dibutuhkan untuk rekolonisasi. Ternyata dalam waktu lima tahun hanya terdapat lumut dalam jumlah yang sangat sedikit. Jenis pionir pada suatu habiat mungkin digantikan oleh jenis lumut lain selama berjalannya waktu.