Gejala Rabies pada Manusia

Gejala rabies pada manusia terjadi ketika virus ini telah mulai menginfeksi sistem saraf. Biasanya apabila virus telah terlanjur menginfeksi sistem saraf, maka tidak ada lagi penanganan efektif yang bisa dilakukan. Rabies merupakan virus yang mematikan dengan tingkat kematian mencapai hampir 100%. Walau begitu, tidak ada salahnya membawa pasien yang terinfeksi rabies ini ke dokter karena ada sebagian kecil orang yang bisa selamat.

Rabies sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus lyssaviruses yang dapat menginfeksi otak dan sistem saraf mamalia. Penularannya melalui air liur atau darah yang masuk ke dalam tubuh orang atau mamalia lain yang sehat. Penularan biasanya terjadi akibat gigitan hewan yang terinfeksi, terutama Anjing. Lebih dari 99% manusia tertular rabies akibat anjing, sehingga anda sangat perlu untuk mengetahui ciri ciri anjing rabies agar bisa menghindari mereka ketika bertemu.

Gejala Rabies Pada Manusia

Ketika masuk ke dalam tubuh seseorang, virus rabies akan mengalami masa dorman dalam waktu antara 4 hingga 12 minggu. Diduga lama singkatnya waktu masa dorman ini dipengaruhi oleh daya tubuh orang yang terinfeksi. Ketika masa dorman sudah usai, beberapa gejala rabies pada manusia yang biasanya terjadi adalah :

Kesemutan

Pada bagian yang tergigit / tercakar hewan yang terinfeksi rabies biasanya akan terasa kesemutan dan pegal linu. Terkadang dalam beberapa kasus, orang yang tertular virus ini juga akan mengalami rasa gatal disekitar bagian yang terinfeksi tersebut. Ini menjadi pertanda bahwa virus sudah masuk ke dalam tubuh dan mulai menyebar ke bagian tubuh sekitar luka.

Demam

Sebagian besar orang yang terinfeksi rabies akan mengalami demam yang menandakan adanya penyakit yang berusaha menginfeksi tubuh. Demam juga menjadi gejala awal rabies pada manusia, dimana penanganan yang cepat ketika baru mengalami gejala ini berkemungkinan selamat lebih besar. Hanya saja, banyak orang yang menganggap demam yang muncul ini sebagai flu biasanya sehingga sering disepelekan. Akibatnya, banyak pasien rabies yang datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan telat sehingga biasanya sudah tidak bisa tertolong.

Mirip Gejala Flu

Biasanya setelah mengalami demam, pasien akan mengalami gejala lain yang menyerupai flu. Beberapa gejala lain yang muncul adalah meriang, mudah lelah, pegal linu, susah menelan, pusing dan insomnia. Gejala flu ini awalnya ringan tetapi dengan cepat akan berubah menjadi semakin memburuk. Berita buruknya adalah dokter pun seringkali salah melakukan diagnosa apabila pasien tidak menceritakan bahwa ia telah mengalami gigitan atau kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi rabies.

Gelisah dan Kebingungan

Ketika virus telah berhasil menginfeksi sistem saraf, terutama bagian otak maka pasien akan merasa gelisah dan kebingungan. Hal ini disebabkan karena pasien mengalami halusinasi akibat berhasil dikuasainya sistem saraf oleh virus. Pasien yang terinfeksi ini biasanya menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan, cahaya terang dan suara yang keras. Tak jarang pasien akan menyerang orang disekitarnya yang dianggapnya mengancam. Oleh karena itu, pasien rabies biasanya wajib untuk dikarantina sehingga tidak membahayakan orang yang ada di sekitarnya.

Keluarnya Air Liur Berlebihan

Sama seperti mamalia lain yang terinfeksi rabies, manusia yang terinfeksi juga akan menghasilkan air liur secara berlebih. Berhati-hatilah terhadap air liur yang dikeluarkan pasien, karena ini merupakan media penularan virus. Ingatlah bahwa rabies yang ada di manusia, bisa juga ditularkan kepada manusia lainnya. Walau begitu, penularan antar manusia ini biasanya jarang sekali terjadi karena virus hanya dapat menular apabila air liur dan darah pasien masuk ke dalam tubuh orang lain yang sehat.

Pencegahan Rabies Pada Manusia

Karena merupakan penyakit yang mematikan, pencegahan menjadi hal terpenting untuk bisa selamat dari penyakit ini. Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai langkah pencegahan rabies pada manusia adalah :

  1. Vaksin
    Anda perlu diberikan vaksin rabies, terutama ketika berencana pergi ke tempat dimana rabies masih banyak terjadi. Vaksin rabies dapat membuat tubuh kita memproduksi antibodi yang nantinya dapat melawan virus ketika masuk ke dalam tubuh.
  2. Vaksin hewan peliharaan anda
    Bagi anda yang memiliki hewan peliharaan di rumah, terutama anjing atau kucing maka sebaiknya berikan ia vaksin.
  3. Pelihara hewan peliharaan secara indoor
    Sangat disarankan untuk memelihara hewan peliharaan secara indoor sehingga ia terjaga dari kontak dengan hewan liar yang rawan terinfeksi rabies. Anda juga perlu mencegah hewan liar memasuki rumah anda yang dapat membawa penyakit ini ke lingkungan sekitar rumah anda.
  4. Lapor apabila ada hewan yang dicurigai terinfeksi
    Anda perlu melaporkan kepada petugas kesehatan apabila melihat hewan yang dicurigai terinfeksi rabies. Biasanya petugas kesehatan akan menangkap dan mengkarantina hewan yang dicurigai rabies tersebut.
  5. Jauhi hewan liar
    Sebaiknya anda menjauhi hewan liar yang berpotensi membawa penyakit ini, terutama yang telah memunculkan gejala rabies di dalam tubuhnya.

Pengobatan Rabies

Ketika gejala rabies pada manusia telah muncul, sebenarnya pengobatan sudah sulit untuk dilakukan. Hal itu dikarenakan metode pengobatan rabies saat ini hanya berusaha mencegah virus menyerang sistem saraf dan mengandalkan antibodi didalam tubuh untuk melawannya. Pengobatan rabies perlu segera dilakukan dimulai dari ketika orang tersebut baru tergigit hewan yang dicurigai terinfeksi. Penanganan awal pada luka gigitan oleh hewan yang terinfeksi rabies, diantaranya :

  1. Bersihkan luka menggunakan sabun dan air mengalir hingga bersih.
  2. Berikan antiseptik pada luka tersebut, seperti menggunakan alkohol 70%.
  3. Segera ke rumah sakit terdekat untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Sangat disarankan untuk menangkap hewan dan mengkarantina hewan yang menggigit tersebut untuk melihat apakah terdapat gejala rabies terhadapnya. Apabila dalam 10-14 hari masa karantina, hewan tersebut tidak menunjukkan gejala rabies maka orang yang terkena gigitannya tidak perlu diberikan serum anti rabies dan vaksinasi.

Masalah jenis luka yang dialami seseorang juga menjadi salah satu dasar dokter menilai apakah perlu tidaknya diberikan serum anti rabies. Apabila luka gigitan cukup dalam dan terutama berada di daerah yang banyak saraf, biasanya pasien akan diberikan serum anti rabies segera setelah mengalami gigitan.

Apabila luka tidak cukup dalam dan berada di daerah yang tidak begitu banyak saraf, maka langkah observasi terhadap hewan yang menggigit lebih didahulukan. Ketika hewan yang menggigit memunculkan gejala rabies, maka manusia yang digigitnya akan diberikan suntikan vaksin dan serum. Pemberian serum anti rabies ini dapat mencegah virus menyerang sistem saraf dalam 7 – 10 hari sehingga, rabies tidak bisa menimbulkan gejala pada manusia dalam kurun waktu tersebut. Diharapkan dengan pemberian vaksin, antibodi dalam tubuh pasien dapat terbentuk dalam rentang waktu tersebut sehingga virus dapat dibasmi oleh sistem pertahanan tubuh.

 

Categories: Kesehatan