Jenis Cabe Rawit Unggul

Cabe rawit atau dalam nama latinnya disebut dengan Capsicum frutescens merupakan salah satu jenis cabe yang berukuran kecil. Walaupun ukurannya lebih kecil, cabe rawit memiliki rasa yang lebih pedas. Karena tingkat kepedesannya itu, ia sangat populer di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Bagi sebagian orang Indonesia, makan tidak ada nikmatnya jika tidak ada cabe rawit. Sehingga saat stoknya menipis harga cabe rawit di pasaran bisa melambung drastis.

Jenis Cabe Rawit Unggul di Indonesia

Budidaya cabe rawit merupakan suatu hal yang menjanjikan dikarenakan kebutuhannya cukup tinggi. Sayangnya, saat ini kebanyakan petani masih menggunakan bibit yang didapatkan dari hasil panen sebelumnya. Hal itu menjadi salah satu yang menyebabkan tingkat produktivitas cabe kita masih rendah. Penggunaan bibit yang diproduksi sendiri ini juga menyebabkan tanaman rentan terserang hama dan penyakit yang dapat mengakibatkan kegagalan panen.

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas budidaya cabe rawit adalah dengan menggunakan benih yang berasal dari jenis cabe rawit unggul. Benih unggul ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya lebih tahan dari serangan hama, produktivitas yang lebih tinggi dan masa panen yang lebih singkat. Nah pada kesempatan kali ini, mari mengenai berbagai jenis cabe rawit unggul beserta kelebihannya.

Cabe Rawit Pelita

Jenis cabe rawit unggul ini sudah banyak digunakan oleh para petani. Wajar saja karena ia telah dirilis sejak cukup lama dan di tahun 2020 ini ia sudah memasuki versi ke 8. Selain itu, benihnya sangat mudah didapatkan, baik itu di toko pertanian yang ada disekitar rumah anda ataupun di marketplace seperti Shopee dan bukalapak. Harganya juga relatif terjangkau, untuk kemasan isi 2250 biji, biasa dijual dengan harga 35 ribu rupiah.

Buah cabe yang dihasilkan berwarna hijau saat muda yang kemudian akan berubah menjadi warna kemerahan saat matang. Ukurannya adalah panjang sekitar 4 cm dengan lebar sekitar 0,7 cm. Beberapa keunggulan varietas Pelita diantaranya ialah dapat di tanam pada lahan pertanian yang ada di dataran rendah ataupun tinggi, memiliki rasa yang sangat pedas serta produktivitas cukup tinggi yaitu sekitar 0,6-0,7 kg/tanaman. Selain itu varietas ini juga cukup tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri layu dan virus CMV. Waktu panennya juga relatif cepat, dibutuhkan sekitar 80 hari bagi tanaman untuk bisa dipanen pertama kali.

Cabe Rawit Sigantung

Jika anda ingin menanam cabe secara hidropnik, varietas ini merupakan pilihan yang baik. Hal itu dikarenakan varietas ini dispesialisasikan untuk ditanam di daerah yang banyak terdapat air seperti di areal persawahan atau ditanam secara hidrponik. Buah yang dihasilkan agak gemuk dengan ukuran panjang 4-5 cm dan lebat 1,2 – 1,5 cm. Buahnya ini berwarna putih kehijauan saat muda dan akan berubah menjadi merah tua saat matang. Rasa buahnya tidak usah ditanya lagi, sangat pedas.

Keunggulan dari varietas in diantaranya adalah memiliki waktu panen yang relatif cepat yaitu sekitar 80-90 hari setelah tanam, Produktivitasnya sangat tinggi mencapai 1,5 kg per tanaman dan tahan dari serangan penyakit layu dan antraknosa serta hama trips. Harga benihnya juga relatif ekonomis yaitu sekitar 12-15 ribu rupiah untuk kemasan berisi 350 biji.

Cabe Rawit Bangjo

Jenis cabe unggul ini cocok ditanam pada daerah dataran rendah. Ia diklaim memiliki ketahanan secara alami terhadap bakteri layu dan berbagai virus. Selain itu, varietas ini relatif tahan terhadap kekeringan. Cabe rawit bangjo memiliki buah yang berukuran agak besar dibandingkan jenis cabe rawit lainnya dan berwarna hijau.

Dibalik keunggulannya yang tahan akan berbagai penyakit itu, ia memiliki beberapa kekurangan diantaranya waktu panennya yang agak lama yaitu sekitar 120 hari setelah tanam. Tingkat produktivitasnya juga tidak terlalu baik yaitu sekitar 0,5 – 0,6 kg per tanaman. Walau begitu varietas ini tidak dapat dikesampingkan karena di beberapa daerah yang rentan terhadap serangan penyakit dan persediaan airnya terbatas, varietas ini bisa menjadi solusi.

Cabe Rawit Or Kencana

Merupakan varietas cabe yang dikhususkan untuk ditanam di daerah dataran rendah dengan ketinggian 350-400 meter diatas permukaan laut. Batang tanamannya kokoh dan memiliki banyak cabang. Buahnya berwarna putih kekuningan saat muda dan akan berubah menjadi berwarna merah saat masak. Buahnya berukuran besar dengan panjang mencapai 7 cm dan lebar sekitar 1,3 cm.

Ia memiliki ketahanan terhadap berbagai kondisi air, sehingga dapat ditanam saat musim hujan dan kemarau. Keunggulan lain dari varietas ini ialah memiliki ketahanan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, waktu panennya relatif cepat yaitu sekitar 80 hari setelah tanam. Sayangnya, tingkat produktivitasnya agak rendah dibandingkan jenis cabe rawit unggul lain yang saya sajikan disini.

Cabe Rawit Bangkok

Sesuai namanya, ia merupakan jenis cabe rawit unggul yang berasal dari Thailand. Buahnya berwarna hijau tua saat muda dan akan berubah menjadi merah menyala saat telah matang. Batang tanamannya kokoh dan bercabang banyak, dari cabang-cabang ini akan keluar buah dalam jumlah cukup banyak. Tingkat produktivitasnya per tanaman dapat mencapai 1,2 kg. Buahnya berukuran relatif besar yaitu panjang 5-7,5 cm dan lebar 1-1,4 cm. Varietas ini memiliki ketahanan secara alami terhadap penyakit antraknosa.