Bonsai Gaya Air Terjun

Bonsai gaya air terjun adalah bonsai yang tumbuhnya menukik ke bawah sehingga menyerupai air terjun. Di dalam bahasa jepang bonsai ini disebut sebagai kengai. Pohon menukik ini juga bisa tumbuh secara alami di alam, biasanya pohon yang hidup di tebing curam dapat menekuk ke bawah sebagai akibat dari beberapa faktor, seperti salju atau batu jatuh.

Selain akibat hal diatas, cukup sulit untuk mempertahankan pohon untuk tumbuh ke bawah karena arah pertumbuhan secara alami pohon adalah mengikuti sinar matahari dan berlawanan dengan arah gravitasi sehingga secara natural tanaman untuk tumbuh tegak. Akan tetapi dengan campur tangan manusia, kita bisa membuat pohon bonsai yang tumbuhnya menukik ini dengan mudah.

Bonsai gaya air terjun bagusnya ditanam di pot tinggi, sehingga kita akan bisa melihat lekukan bawahnya dengan lebih mantap. Pohon itu tumbuh tegak untuk bentangan kecil tetapi kemudian membungkuk ke bawah. Pohon biasanya tumbuh di atas tepi pot, tetapi cabang berikutnya bergantian kiri dan kanan pada kurva terluar dari batang berbentuk S. Cabang-cabang ini harus tumbuh secara horizontal untuk menjaga keseimbangan pohon.

Cara Membuat Bonsai Gaya Air Terjun

Untuk membuat bonsai gaya air terjun, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sehingga pohon anda bentuknya terlihat alami.

  1. Pertama, anda perlu memotong setengah hingga tiga per empat cabang yang ada di bonsai anda. Potonglah cabang yang berukuran kecil dan kira-kira pertumbuhannya kurang elok ketika kita membuat tanaman kita dengan gaya air terjun. Anda perlu menggunakan imajinasi anda untuk memperkirakan cabang mana yang terbaik untuk dipotong.
  2. Gunakan kabel untuk membentuk lekukan pada bonsai anda, gunakan kabel berukuran besar yang sekiranya tidak akan melupakan tanaman anda. Jika tidak memiliki kabel, anda boleh menggunakan tali rafia dan bungkuslah 3/4 tanaman anda.
  3. Untuk membuat lekukan semakin permanen, anda perlu menggunakan kawat bonsai. Pilihlah kawan yang memiliki ketebalan cukup, minimal diameternya 3 mm. Ketika anda melilit percabangan bonsai anda dengan kawan, anda perlu melakukannya dengan hati-hati dan tidak terlalu kencang. Lilitan kawat yang terlalu kencang seringkali menyebabkan terjadinya penyempitan pada jaringan angkut tanaman, sehingga tanaman tidak bisa mengedarkan nutrisinya.
  4. Setelah membungkusnya dengan kabelan kawat, sekarang anda perlu menekuk percabangan bonsai anda. Pikirkan bentuk lekukan yang pas, sehingga terkesan alami. Ana perlu membayangkan bahwa lekukan yang terjadi ini akibat tanaman yang tertekan oleh batu atau salju secara alami. Dengan imajinasi yang pas, maka tanaman anda memiliki bentuk lekukan yang terkesan alami sehingga lebih bagus untuk dilihat.
  5. Anda perlu mempertahankan tekukan anda dengan lilitan kabel dan kawat selama beberapa waktu. Ketika sekiranya tekukan awal anda sudah tumbuh dengan bagus, maka anda bisa semakin menekuk bonsai anda sehingga terlihat menukik. Lakukan cara ini beberapa kali hingga terbentuk tanaman bonsai yang sesuai dengan imajinasi anda.
  6. Langkah terakhir tentunya melepaskan lilitan kabel dan kawat tadi sehingga tanaman memiliki kesan alami. Jika bonsai gaya air terjun anda sukses dibuat maka akan terbentuk suatu tanaman yang mengesankan kegigihan melawan cekaman alam.

Gambar Bonsai Gaya Air Terjun

Berikut beberapa contoh bonsai yang bisa anda contoh dari beberapa jenis tanaman yang dibuat oleh penghobi bonsai dari indonesia yang mengikuti gaya ini.

Pohon juniper yang dibuat menjadi bonsai gaya air terjun dengan lekukan yang ekstrim  ke bawah. Perpaduan antara percabangan yang tumbuh ke atas dan menukik kebawah, membuai tanaman juniper ini terlihat begitu indah.

Pohon cemara yang dicoba dibuat dengan gaya air terjun, walaupun lekukannya masih kurang maksimal.Tanaman ini justru lebih mirip gaya tertiup angin, apabila lekukannya seikit dibuat lebih menukik, tentunya akan terlihat lebih indah.

Selain diambil minyaknya, ternyata pohon zaitun memiliki tampilan yang tidak kalah menarik ketika dibuat bonsai. Lekukannya terlihat sederhana dan natural, membuat bonsai satu ini memiliki nilai artistik yang tinggi. Apalagi bagian batangnya terlihat tua karena memang untuk bonsai satu ini sudah lebih dari 10 tahun.

Bonsai ficus satu ini memiliki keindahan yang luar biasa, karena lekukannya begitu ekstrim. Lekukan bonsai ini ternyata terjadi karena proses alami, karena kebetulan tanaman ini tumbuh di dekat tebing. Oleh sebab itu, secara alami bonsai ficus ini memiliki bentuk yang estetik.

Bonsai serut juga cukup menarik untuk dibuat gaya air terjun, seperti gambar diatas. Pemiliknya menjadi batu sebagai dudukan untuk membuat lekukannya terlihat ektrim. Hasil lekuannya cukup lumayan lah ya, hanya saja  memang percabangannya perlu dirapikan lagi agar terlihat lebih indah.