Sansevieria trifasciata

Sansevieria trifasciataSansevieria trifasciata atau dikenal juga dengan sebutan tanaman lidah mertua, merupakan sebuah tanaman yang telah dibudidayakan sejak awal abad ke-19. Banyak orang-orang barat pada saat itu yang menyukainya sehingga menanamnya di dalam pot untuk ditaruh di dalam ataupun di dalam ruangan. Ia memang terlihat memiliki bentuk yang klasik dan menarik, membuatnya sangat cocok ditaruh pada pot tinggi. Selain sebagai tanaman hias, Sansevieria trifasciata ternyata mempunyai manfaat lain yaitu sebagai pembersih udara dan obat tradisional.

Klasifikasi

Di dalam taksonomi tumbuhan, klasifikasi Sansevieria trifasciata secara lengkap adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Super Divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliphyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Subkelas : Lilidae
Ordo : Liliales
Famili Agavaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria trifasciata

Sansevieria sendiri merupakan sebuah genus dengan puluhan spesies di dalamnya. Jenis sanseviaria lainnya yang sering dijadikan sebagai tanaman hias diantaranya adalah S. bagamoyensis, Star Sansevieria, S. Stuckyi dan S. ehrenbergii.

Sekilas Tentang Sansevieria trifasciata

Secara bentuk morfologi, tanaman lidah mertua tidak memiliki batang dan bunga. Tubuhnya hanya terdiri dari suatu daun yang tumbuh memanjang, daunnya ini tebal dan kaku. Bentuk daunnya ini bisa dibilang sangat unik karena sangat memanjang dengan ujung runcing sehingga terlihat seperti pedang. Ada beberapa varian warna daun yang dimiliki tanaman ini, mulai dari berwarna kombinasi hijau kuning, hijau putih kuning dan kombinasi putih hijau.

Memelihara tanaman ini sangatlah mudah, ia dapat tumbuh pada media tanam dengan kandungan nutrisi yang rendah. Hal itu dikarenakan habitat asli yang berada di gurun pasir yang tandus, sehingga tanaman in terbiasa dalam kondisi kekurangan nutrisi dan air. Faktor pencahayaan juga tidak menjadi masalah bagi tanaman ini, ia bisa ditaruh di tempat yang gelap ataupun terkena sinar matahari langsung. Hal itulah yang menjadikan tanaman ini bisa dipelihara di dalam ataupun di luar ruangan.

Sansevieria Trifasciata Sebagai Pembersih Udara

Sansevieria trifasciata telah lama dikenal mampu menyerap polutan yang ada di udara di sekitarnya. Kemampuan tanaman ini untuk menyerap polutan telah diteliliti dengan baik oleh NASA. Menurut ahli biologi lulusan UGM, Adi Nugroho, berbagai jenis sansevieria merupakan tanaman yang sangat baik ditaruh di kamar tidur karena ia dapat mengeluarkan oksigen selama 24 jam. Kemampuannya dalam menyerap polutan juga menjadi nilai plus tersendiri agar tidur anda semakin nyaman.

Semakin bertambah umur tanaman ini maka ukuran daunnya akan semakin lebar dan panjang sehingga daya hisap terhadap polutan yang dimilikinya juga semakin besar. Menurut penelitian, sebuah tanaman lidah mertua yang memiliki daun sebanyak 4-5 helai sudah dapat membersihkan udara di dalam ruangan seluas 20 m2. Tanpa diberi sebuah AC, ruangan tersebut sudah terasa sejuk untuk ditempati.

Bermanfaat Sebagai Obat Tradisional

Tanaman ini dapat digunakan sebagai obat tradisional dikarenakan adanya beberapa kandungan antioksidan didalam daunnya. Salah satu senyawa yang penting adalah pregnane glikoside, senyawa ini dapat diekstrak dari daun Sansevieria untuk dibuat masker. Masker yang terbuat dari ekstrak pregnane glikoside ini terbukti secara efektif mampu membuat udara yang dihirup oleh pemakainya jauh lebih bersih.

Berbeda dengan kebanyakan masker lainnya yang hanya menyaring partikel berukuran besar, kandungan pregnane glikoside yang ada di masker ini dapat membuat radikal bebas yang ada di udara terserap di masker sehingga tidak ikut terhirup. Hal ini akan menyebabkan paru-paru akan terjaga jauh lebih baik jika memakai masker ini secara rutin pada saat keluar rumah, apalagi jika anda hidup di kota besar yang polusinya cukup tinggi.

Di dalam daun tanaman ini juga terdapat banyak kandungan vitamin C, yaitu sebanyak 87,4 mg per 100 gram berat keringnya. Vitamin C sangat baik untuk menangkap radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh kita, dimana radikal bebas ini dapat menimbulkan kerusakan di dalam tubuh secara berkelanjutan. Hal itu dikarenakan radikal bebas merupakan molekul yang mempunyai elektron tidak berpasangan sehingga sifatnya sangat reaktif. Sifatnya yang reaktif ini membuatnya mudah bereaksi dengan molekul lain yang ada di tubuh seperti protein, lemak maupun DNA.

Di dalam daun tanaman lidah mertua juga terdapat senyawa carotenoids, phtates, saponins dan tanins yang menyebabkan ekstrak daun ini dapat berfungsi sebagai anti bakteri. Vitamin B6, B1, B2, E, A, K dan D juga ditemukan terkandung di dalamnya, akan tetapi dalam jumlah yang sedikit.