Rowo Bayu, Wisata Mistik di Banyuwangi

Indonesia memiliki banyak pesona alam yang sangat indah dan juga asri mulai dari Sabang hingga Merauke. Tradisi dan budaya yang dimiliki oleh tiap-tiap daerah banyak memikat perhatian para wisatawan mancanegara salah satunya adalah kota Banyuwangi. Kota satu ini sangat terkenal dengan budayanya yang kental. Namun dibalik semua itu, Banyuwangi juga memiliki banyak tempat wisata menarik salah satunya adalah wisata rowo bayu Banyuwangi. berikut simak ulasannya.

Wisata Rowo Bayu

Rowo bayu merupakan sebuah rawa yang berada di lereng Gunung Raung, Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk lokasi lebih tepatnya, wisata ini berada kawasan hutan lindung sehingga tak heran jika pemandangan dan pesona yang disuguhkan masih sangat tenang dan berhawa sejuk. Meskipun lokasinya masih berada di kawasan hutan lindung namun akses untuk menuju wisata satu ini tidak susah.

Anda bisa menggunakan angkutan umum seperti kereta api atau bus dan berhenti di stasiun Rogojampi. Dari stasiun anda bisa menggunakan jasa ojek yang akan membawa anda menuju wisata rowo bayu ini. Namun bagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi maka anda bisa langsung menuju lokasi tempat wisata dengan mengikuti petunjuk dari google maps atau bertanya pada penduduk sekitar.

Perlu anda ketahui bahwa di tempat wisata Banyuwangi ini masih sering terjadi kejadian-kejadian mistis karena letaknya yang berdekatan dengan lokasi petilasan prabu Tawang Alun. Sehingga, ketika mengunjungi tempat wisata ini maka anda harus selalu berhati hati dan menjaga etika. Hargai dan budaya yang dianut oleh masyarakat setempat dan jangan pernah berkata kotor saat sedang berada di rowo bayu.

Sejarah Rowo Bayu

Tepat pada 18 Desember 1771, di rowo bayu terjadi sebuah pertempuran antara kerajaan Blambangan dengan Belanda. Dengan kesaktian yang dimiliki oleh para adipati kerajaan atau para raja dan tekad yang kuat, perang antara kerajaan Blambangan dan pasukan tentara Belanda ini tidak dapat dielakkan. Rawa bayu yang terletak di Banyuwangi ini merupakan sebuah petilasan yang hening dan sakral bagi warga banyuwangi.

Pada hari itu, pertempuran yang sengit pun terjadi hingga menewaskan ribuan prajurit kerajaan Blambangan dan juga tentara Belanda. Selain itu, perang ini juga telah menewaskan pimpinan dari kedua belah pihak yaitu komandan VOC Van Schaar dan pangeran Jagapati. Sejak saat itulah Banyuwangi terlahir menjadi cikal bakal Banyuwangi yang lebih kuat.

Penduduk di daerah cemoro sampek bayu selalu melakukan ritual dengan menyembelih kambing yang kemudian bagian kepala dan kakinya dipotong untuk diceburkan kedalam rowo bayu tersebut. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengenang peristiwa peperangan tersebut.

Konon katanya pernah terjadi sebuah kejadian, dimana terdapat seorang anak yang mandi di rowo bayu dan mengalami kecelakaan tenggelam hingga tewas ditempat. Orang yang berada di sekitar rawa sontak langsung menyelam untuk menyelamatkan anak tersebut dan akhirnya mayatnya ditemukan di dalam lumpur. Pasalnya, ada sosok yang menjaga rawa tersebut yaitu bernama nyai Resek.

Sosok dari nasi Resek ini memiliki wajah yang sangat cantik dan bijaksana. Disekeliling nyai Resek selalu dijaga oleh prajurit-prajurit serta dayang yang sangat cantik. Sampai saat ini masyarakat setempat masih meyakini bahwa sosok nyi Resik masih berada di sekitar rawa sebagai penjaga. Oleh karena itu jika anda mengunjungi rowo bayu hindari untuk berkata kotor.

Related Post

Petilasan Prabu Tawang Alun

Disekitar area rowo bayu terdapat sebuah peninggalan kuno yang merupakan sebuah petilasan atau tempat bertapa prabu Tawang Alun yang merupakan raja yang cukup tersohor dalam sejarah pembentukan Banyuwangi. Sosok prabu Tawang Alun sangat bijaksana dan dermawan sehingga mampu membuat Banyuwangi menjadi lebih subur dan makmur.

Sejak masa kepemimpinan prabu Tawang Alun, masyarakat Banyuwangi tidak pernah kekurangan sandang maupun pangan dan rakyatnya juga hidup dengan rukun dan damai. Seiring dengan berjalannya waktu, Wiro Broto yang merupakan adik dari prabu Tawang Alun mempunyai rasa iri pada kakaknya tersebut. Sampai akhirnya Wiro Broto bersekongkol dengan pati Gringsing sehingga terjadi peperangan yang menelan banyak korban.

Pasalnya, dulu di rowo bayu Banyuwangi tepatnya di petilasan prabu Tawang Alun pernah terjadi suatu kejadian ada orang yang minta nomer di dalam petilasan sang prabu dengan membawa perewangan, namun bukan nomor yang ia dapatkan melainkan kepalanya bocor. Hal itu dikarenakan perewangan yang dibawa oleh orang tersebut bertengkar dengan makhluk halus yang ada di dalam petilasan yang akhirnya membuat orang tersebut terbanting di plesteran petilasan.

Peristiwa lain juga sempat membuat heboh penduduk setempat ketika ada seorang anak yang mengintip ke dalam petilasan dan setelah mengintip anak tersebut merasakan bahwa ada tiga orang dalam petilasan. Kemudian anak itu diberi nasi kuning dan membawanya pulang ke rumah. Namun di pertengahan jalan anak itu pingsan  dan membuat orang tuanya panik. Lalu orang tua dari anak tersebut meminta kepada penjaga petilasan untuk disembuhkan.

Sendang Keramat Rowo Bayu

Tepat di sekitar lokasi petilasan prabu Tawang Alun terdapat tiga sumber mata air yang mengalir menuju rowo bayu Banyuwangi yakni sumber Kaputre, sumber Wigangga, dan sumber Kamulyan. Lokasi ini merupakan lokasi yang sangat sakral bagi umat beragama Hindu yang digunakan sebagai tempat bersemedi atau sembahyang. Di tempat ini juga telah dilengkapi juga dengan tempat bersuci seperti kamar mandi bagi wisatawan yang ingin sembahyang.

Tidak hanya petilasan prabu Tawang Alun, wisata rowo bayu juga terkenal dengan sendang yang berkhasiat. Sendang tersebut dipercaya sebagai sumber mata air yang airnya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Salah satu mata air yang terdapat di sendang keramat yaitu sumber keputren dipercaya sebagai pemandian bidadari yang konon airnya dapat membuat awet muda.

Namun salah satu sumber mata air di sendang keramat ini juga ada yang terkenal dengan keangkerannya yaitu sumber dewi gangga. Menurut cerita dari warga yang tinggal disekitarnya, banyak pengunjung yang kerasukan ketika berhenti di sumber dewi gangga ini.  Hanya saja ketika saya berkunjung ke mata air sumber dewi gangga ini, tidak terjadi hal-hal menakutkan yang disebutkan tersebut.

Candi Puncak Angklung Macan Putih

Salah satu wisata yang terdapat disekitar rowo bayu Banyuwangi ini salah satunya adalah candi puncak angklung macan putih yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para leluhur yang menjaga wilayah rowo bayu. Di candi inilah, prabu Tawang Alun bertemu dengan sosok macan putih. Energi yang dipancarkan di tempat ini sangat positif karena disini merupakan tempat para leluhur berada.

Pasalnya, di tempat ini terdapat sebuah gerbang gaib yang menuju ke alas purwo Banyuwangi. namun hanya orang tertentu saja yang bisa mengetahui keberadaan gerbangh gaib tersebut, salah satunya adalah leluhur atau petuah yang menjaga candi puncak angklung ini. Meski berbau mistis namun pemandangan yang disuguhkan oleh candi puncak angklung ini sangat indah dan menyejukkan mata.

Itulah sedikit ulasan terkait wisata rowo bayu dan beberapa tempat wisata lainnya yang letaknya tidak jauh dari sekitar rowo. Jika anda memiliki rencana untuk mengunjungi tempat wisata ini maka sebaiknya ada tetap selalu berhati-hati dan menjaga etika agar makhluk dari alam lain yang menjaga tempat wisata tersebut tidak marah dan tidak mengganggu anda dan rombongan lainnya.

Categories: Wisata