Categories: Virus

Replikasi Virus Secara Litik

Hampir semua makhluk hidup pernah terjangkit virus, mungkin anda juga pernah terjangkit virus bukan ? Banyak sekali penyakit yang disebabkan oleh virus contohnya seperti penyakit cacar, dan influenza. Setelah terinfeksi, virus akan memperbanyak dirinya di dalam tubuh. Salah satu cara virus memperbanyak diri tersebut dilakukan secara replikasi litik.

Penyebaran Virus

Infeksi virus adalah kondisi ketika virus masuk ke dalam tubuh kita kemudian virus tersebut memperbanyak diri di dalam tubuh kita sehingga dapat menyebabkan penyakit, berbagai bagian tubuh yang rentan terinfeksi oleh virus seperti bagian sistem pernapasan,kulit, saraf dan beragam jenis virus lainya, tergantung bagian tubuh mana yang sudah terserang infeksi. Kira-kira bagaimana proses reproduksi virus sehingga dapat menyebabkan penyakit ?

Virus sendiri adalah sebuah agen infeksi yang berukuran mikroskopis(tidak bisa dilihat kasat mata) yang terdiri dari protein dan pelindung yang berbentuk amplop, organisme ini dapat ditularkan bisa dengan bersentuhan langsung ataupun melalui kontak dengan makhluk hidup seperti hewan, makanan, maupun lingkungan yang kotor karena sudah terkontaminasi. Virus bereproduksi di dalam sel inang mahluk lain yang masih hidup. Ketika sudah terinfeksi oleh virus, sel inang akan dipaksa untuk menghasilkan ribuan sel virus yang baru dengan sangat cepat, jika sel inang sudah terinfeksi virus tidak butuh waktu lama bagi virus untuk menguasai sel inangnya.

Secara umum, virus dapat menyebar melalui dua cara , yaitu daur litik (siklus litik) dan daur lisogenik (siklus lisogenik). Siklus litik adalah siklus replikasi (memperbanyak virus) yang disertai dengan matinya sel inang lama tempat virus hidup, setelah virus baru terbentuk. Anakan virus baru Siklus litik akan berhasil menjadi inang setelah pertahanan sel inang lemah. Dibandingkan dengan proses infeksi virus sehingga tahap replikasi virus berlangsung cepat. Virus virulen adalah virus yang mampu bereproduksi secara litik. Sel inang akan memecah agar dapat bereplikasi setelah sel inang terpecah maka akan  terbentuk anakan virus baru (virion).

Tahapan Replikasi Virus Secara Litik

Pada replikasi virus secara litik, terdapat lima tahap sebagai proses agar dapat menjadi virus-virus baru. Kelima tahapan yang terjadi dalam replikasi litik tersebut adalah sebagai berikut :

Tahap absorbsi

Tahap absorpsi adalah proses menempelnya bagian ujung dari ekor virus( reseptor) pada bagian dinding sel bakteri. Pada proses ini hanya terjadi pada beberapa jenis virus tertentu saja tidak dialami oleh semua jenis virus. Dengan kata lain, penempelan virus ini bersifat sangat lah khas karena prosesnya sangat unik, setelah menempel, bagian sel virus ini akan mengeluarkan sebuah enzim yang bernama enzim lisozim, enzim ini berguna untuk membuat lubang di dalam dinding sel inang yang baru.

Tahap penetrasi

Tahap penetrasi ini adalah proses DNA/RNA virus dapat bergabung ke dalam sel inang baru dengan cara melalui penambatan lempeng ujung, penusukan pasak dan kontraksi. Asam nukleat adalah satu-satunya bagian virus yang dapat masuk ke dalam sel inang. Sedangkan pada bagian kapsid akan tetap berada di luar  dinding sel, bagian kapsid ini akan terlepas secara mandiri setelah dia tidak berguna lagi.

Related Post

Tahap Sintesis/Replikasi/Eklifase

Pada tahap ini adalah penghancuran DNA sel inang, Tahap sintesis adalah tahap dimana virus ini dapat membentuk molekul asam nukleat (salinan genom). yaitu dengan menghidrolisis DNA sel inang dengan komponen virus baru. Proses ini berfokus dalam penghancuran DNA pada sel inang, hal tersebut dapat membuat DNA bakteri berhenti berfungsi dan tidak dapat bekerja lagi. Setelah DNA tidak berfungsi DNA bakteri dapat digantikan oleh sel baru yaitu DNA/RNA virus. Setelah DNA virus yang baru muncul, virus tersebut dapat dengan mudah mengambil alih secara utuh kehidupan dari sel bakteri yang sudah tidak berfungsi. Hal ini bertujuan untuk membentuk berbagai komponen tubuh virus yang baru seperti ekor dan kapsid, komponen ini berasal dari asam nukleat virus DNA/RNA.

Tahap perakitan

Setelah melalui tahap ketiga, yaitu penghancuran DNA sel inang, Tahap sintesis adalah tahap dimana virus ini dapat membentuk molekul asam nukleat (salinan genom). yaitu dengan menghidrolisis DNA sel inang dengan komponen virus baru. Kemudian pada tahap ini virus akan merakit tubuhnya sendiri, Tahap perakitan adalah tahap dimana selumbung virus terjadi akibat perakitan kapsid-kapsid virus yang utuh. Karena masih terpisah antara kepala, ekor dan serabut ekor maka pada proses ini sel mengalami perakitan menjadi kapsid agar dapat menjadi utuh dan tidak terpisah. Ketika kepala sudah selesai maka secara mandiri akan terisi oleh DNA virus. Ketika DNA hasil replikasi digabung dengan kapsid virus utuh maka akan replikasi virus-virus baru. Pada tahap ini dapat menghasilkan 100 sampai 200 buah virus baru dalam sekali replikasi. Untuk ukuran virus sendiri berkisar 20 hingga 300 nanometer yang berarti tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Yang berarti jika sebuah garis sepanjang 1 sentimeter dapat diisi oleh 33.000 hingga 500.000 virus.

Tahap lisis/litik

Tahap lisis/litik ini kerja enzim lisozim tidak hanya melobangi dinding sel inang saja tetapi, tahap dimana ketika dinding bakteri menjadi pecah, hal tersebut membuat virus-virus baru menjadi keluar. Pada tahap ini dinding sel bakteri akan dibuat menjadi lunak agar sel bakteri menjadi muda pecah dan membuat virus-virus baru, virus ini siap untuk mencari sel yang siap dijadikan inang, proses pelunakan sel ini di bantu oleh enzim lisozim, enzim lisozim ini membantu untuk melunakan sel agar sel mudah pecah. Ketika sel sudah pecah maka akan keluar berbagai jenis virus tergantung dari jenis-jenis virus dan bakteri bahkan juga berpengaruh oleh kondisi lingkungan.

Perbedaan Siklus litik dan Siklus lisogenik

Terdapat beberapa perbedaan antara siklus litik dan siklus lisogenik ini yang dapat diidentifikasi sebagai berikut :

Pada replikasi virus secara litik, DNA virus tidak dapat terintegrasi. Hal itu berbeda dengan yang terjadi pada replikasi lisogenik, yaitu DNA virus dalam DNA sel inang dapat integrasi. Pada siklus litik DNA inang dapat terhidrolisis, sedangkan siklus lisogenik berbeda dengan siklus litik malah sebaliknya siklus lisogenik tidak terhidrolisis.

Pada tahap profag pun terdapat perbedaan di antara siklus litik dan lisogenik, karena tahap profag hanya dialami oleh siklus lisogenik saja. Pada siklus litik replikasi virus DNA terjadi secara mandiri, dengan cara membelah diri sendiri (independen). sementara siklus lisogenik tidak, karena siklus lisogenik memerlukan sel DNA inang agar dapat melakukan replikasi dan menghasilkan virus-virus baru.

Pada replikasi virus secara litik, proses pembuatan virus-virus baru biasanya tidak memerlukan waktu yang lama ( singkat ). berbeda dengan siklus lisogenik, yang memakan cukup waktu sedikit lebih lama agar dapat menghasilkan viru-virus di dalam inang baru.Pada daur litik sendiri, mekanisme seluler dikuasai oleh genom virus, berbeda dengan daur lisogenik karena mekanisme seluler sel inang pada daur ini mengalami gangguan oleh genom virus.