Penyebab Kucing Kejang dan Penanganannya

Bagi anda yang memiliki kucing peliharaan di rumah, anda pasti akan merasa kaget ketika menyaksikan hewan peliharaan anda tersebut kejang. Kucing yang mengalami kejang ini akan bergerak tidak beraturan, bulu di sekujur tubuhnya menjadi berdiri dan biasanya akan mencakar di sekitarnya secara terus menerus. Anda mungkin akan tambah bingung ketika tidak mengetahui penyebab kucing kejang tersebut, terlebih tidak muncul gejala pendahuluan.

Informasi seputar penyebab kucing kejang dan cara menanganinya dengan benar penting untuk diketahui para pemilik hewan berbulu ini. Dengan mengetahui penyebab dan cara penanganannya, diharapkan ketika mengalami kejadian ini tindakan yang anda lakukan menjadi benar. Mari silahkan disimak penjelasan sederhana dari saya berikut ini, untuk menambah informasi anda seputar kucing peliharaan anda.

Apa Penyebab Kucing Mengalami Kejang ?

Penyebab kejang pada kucing sebenarnya bukan dikarenakan adanya penyakit yang menyerangnya, tetapi lebih dikarenakan adanya gangguan sinyal di otak ataupun sistem sarafnya. Menurut ahli biologi alumni UGM, Pratama Adi, kondisi kejang pada kucing ini biasanya disebabkan adanya impuls listrik abnormal sehingga kinerja otak menjadi terganggu.

Impuls listrik abnormal ini akan menstimulasi saraf yang mengendalikan tubuh kucing untuk bergerak tidak karuan. Akibatnya, kucing akan berperilaku tidak wajar seperti terjatuh tiba-tiba, kejang tak terkendali, mencakar orang atau benda di sekitarnya dan lain sebagainya. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya impuls listrik abnormal ini, seperti infeksi di otak, penyakit ginjal, tumor, racun, epilepsi, parasit, tekanan darah tinggi dan lain sebagainya.

Biasanya penyebab kucing kejang diatas terjadi pada yang sudah berusia lanjut, tetapi kejang juga bisa terjadi pada hewan yang masih kecil. Menjaga kesehatan kucing secara keseluruhan diharapkan dapat mencegah terjadinya kejang. Saya menyarankan anda untuk berkunjung ke dokter hewan minimal setiap 3 bulan sekali. Dengan rutin berkonsultasi ke dokter hewan, diharapkan penyakit atau kelainan yang terjadi pada kucing anda bisa dengan cepat dideteksi.

Jenis Kejang Pada Kucing

Kejang yang terjadi pada kucing, dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kejang sebagian dan kejang keseluruhan. Kejang sebagian pada kucing terjadi ketika impuls listrik abnormal hanya menyerang sebagian otak saja, sehingga gangguan yang terjadi hanya pada daerah yang terdampak saja. Adanya impuls abnormal ini akan mengganggu sebagian tubuh dari kucing, misalnya saja kucing tidak bisa menggerakkan kakinya, tidak bisa bangun, bagian wajah mengalami kedutan dan gejala lainnya.

Berbeda dengan kejang sebagian, penyebab kucing kejang keseluruhan pada kucing adalah karena kedua sisi otak terganggu oleh impuls listrik abnormal. Adanya gangguan ke seluruh otak ini akan membuat seluruh tubuh kucing tidak terkontrol. Biasanya pada kucing yang mengalami gangguan ini akan terjadi kejang yang berlangsung antara 1 hingga 3 menit. Kejang keseluruhan ini ditandai dari beberapa gejala sebagai berikut :

  1. Tubuh kucing bergerak tidak terkendali, sehingga menyebabkan hewan ini terjatuh.
  2. Bagian kakinya bergerak dengan kencang seperti sedang mengayuh sepeda.
  3. Bagian mulutnya akan membuka dan menutup, biasanya air liur akan keluar dalam jumlah banyak.
  4. Tubuhnya akan berguling-guling tidak terkontrol, sehingga akan menabrak benda-benda di sekitarnya.
  5. Tidak jarang kucing akan buang air besar ataupun kecil ketika sedang mengalami kejang.

Cara Penanganan Kejang pada Kucing

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan ketika kucing anda mengalami kejang, perlakuan ini merupakan pertolongan pertama. Ketika kejang pada kucing telah berakhir, bawalah kucing anda tersebut pada dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tahapan pertolongan pertama pada kucing yang mengalami kejang ini adalah sebagai berikut :

Awasi kucing anda

Ketika kucing anda mengalami kejang, pantaulah dia agar tetap aman dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya. Anda juga perlu menghitung berapa lama kondisi kejang tersebut berlangsung. Durasi kejang ini menjadi salah satu data penting yang dibutuhkan dokter hewan untuk menganalisis penyebab kejang pada kucing peliharaan anda. Biasanya kejang terjadi dalam waktu singkat, apabila kejang berlangsung hingga lebih dari 3 menit maka anda perlu mengompres bagian perut, telinga dan telapak kakinya dengan air hangat. Lakukan pengompresan dengan hati-hati sehingga tidak membuat si kucing kaget dan menyerang anda.

Keamanan tubuh kucing

Anda perlu menjauhkan kucing anda dari benda-benda di sekitarnya selama kejang berlangsung. Selain itu, mematikan lampu rumah sehingga kondisi terlihat lebih gelap bisa mempercepat durasi terjadinya kejang tersebut. Mematikan televisi, radio atau sumber suara lain juga sebaiknya dilakukan untuk menormalkan fungsi otak hewan tersebut. Pemberian suasana yang tenang dan aman dapat menjadi solusi untuk membuat pengaruh impuls listrik negatif pada otak menjadi minimal.

Jangan menyentuh atau memindahkan kucing

Mungkin ada yang berpikir, ketika kucing mengalami kejang maka menyentuh dan memindahnya ke tempat yang aman menjadi perlu dilakukan. Namun, sebenarnya disarankan untuk tidak menyentuh atau memindahkannya karena dapat membuatnya bergerak menjadi lebih agresif. Seringkali ketika si pemilik mencoba menyentuh dan memindahkannya, kucing yang mengalami kejang ini akan menyerang secara agresif.

Memang, apabila sekiranya kucing berada di tempat yang tidak aman, maka memindahkannya tetap perlu dilakukan. Pindahkan kucing anda menggunakan selimut yang tebal, sehingga anda terhindar dari gigitan atau cakarannya. Setelah kucing dipindahkan, bukalah selimut tersebut sehingga ia mendapatkan udara yang bebas dan bersih. Membekap kucing menggunakan selimut saat kejang terjadi tidak disarankan karena akan membuatnya kesulitan bernapas.

Itulah beberapa hal seputar penyebab kejang pada kucing dan bagaimana cara penanganannya dengan tepat. Semoga sedikit artikel yang saya tulis ini dapat memberikan pengetahuan kepada anda sehingga anda bisa melakukan pertolongan dengan benar kepada hewan peliharaan anda.