Nyamuk : Morfologi, Jenis dan Siklus Hidupnya

Nyamuk merupakan jenis serangga yang masuk ke dalam famili Culicidae. Bersama dengan lalat ia dikelompokkan ke dalam ordo Diptera. Spesies nyamuk yang ada saat ini berjumlah sekitar 3.500 spesies. Ia merupakan serangga yang memiliki tubuh langsing dengan enam kaki yang panjang dan dua sayap yang bersisik.

Nyamuk betina memiliki mulut yang panjang, berfuna untuk menembus kulit dan menghisap darah. Sedangkan, yang jantan bagian mulutnya tidak berfungsi untuk menghisap darah. Hal tersebut dikarenakan, ia tidak menghisap nyamuk tetapi memangsa larva di air serta cairan buah dan nektar bunga.

Klasifikasi

Di dalam taksonomi hewan, klasifikasi nyamuk dimasukkan ke dalam takson berikut ini :

Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
Famili : Culicidae

Dari famili Culicidae ini diklasifikasikan lagi menjadi ke dalam 3 sub famili yaitu :

  1. Sub famili Anophelinae, didalamnya terdiri dari berbagai jenis nyamuk Anopheles.
  2. Sub famili Culicinae, didalamnya terdiri dari 3 genus yaitu Culex, Mansonia dan Aides.
  3. Sub Famili Toxorynchitinae, merupakan jenis nyamuk terbesar yang ukurannya mencapai 24 mm. Anggota sub famili ini tidak mengkonsumsi darah sebagai makanannya.

Morfologi Nyamuk

Ukuran nyamuk ini kecil sekali dan halus sekitar 4 – 24 mm. Pada morfologi kepala nyamuk terdapat probosis halus dan panjang yang melebihi panjang kepala. Pada nyamuk betina probosis dipakai sebagai alat tusuk dan penghisap darah, sedangkan pada pejantan dipakai untuk menghisap cairan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan keringat.

Di kiri dan kanan probosis terdapat palpus yang terdiri dari 5 ruas dan sepasang antena yang terdiri atas 15 segmen. Antena pada nyamuk jantan berambul lebat dan disebut plumose sedangkan pada betina rambutnya jarang dan disebut sebagai pilose.

Pada morfologi thoraksnya terdapat bagian yang kelihatan disebut mesonotum. Thoraksnya ini sebagian besar ditutup dengan bulu halus. Bulu ini ada yang berwarna putih atau kuning dan memiliki ciri khas tersendiri pada masing-masing spesies. Di sebelah posterior mesonotum terdapat scutellum yang bentuknya melengkung pada subfamili Anophelinae. Sedangkan pada subfamili Culicinae scutellumnya mempunyai 3 lengkungan.

Nyamuk mempunyai sayap yang panjang dan langsing yang pada permukaannya diutupi dengan sisik sayap (wing scales). Pada pinggir sayap terdapat deretan rambut yang disebut fringe. Abdomen nyamuk berbentuk silinder yang terdiri dari 10 segmen, dua segmen terakhir merupakan alat kelaminnya.

Siklus Hidup Nyamuk

Nyamuk merupakan serangga yang mempunyai metamorfosis sempurna sehingga siklus hidupnnya adalah telur – larva – pupa – dewasa. Stadim telur, larva dan pupa hidup didalam air dan stadium dewasa hidup berterbangan di udara.

Siklus hidup nyamuk dimulai dari telur yang diletakkan di dalam air. Awalnya telur yang baru diletakkan warnanya putih, sesudah 1-2 jam warnaya berubah menjadi hitam. Pada jenis nyamuk Anopheles telur diletakkan di permukaan air satu per satu dan terpisah, telur ini ditemukan di tepi permukaan air pada lubang pohon, container dan dapat juga pada lubang tanah yang kering dan kemudian digenangi air. Pada jenis nyamuk Culex dan Mansonia telur diletakkan saling berletakatan sehingga membentuk seperti rakit. Telur Culex diletakkan diatas permukaan air, sedangkan telur Mansonia diletakkan di balik permukaan daun tumbuh-tumbuhan air.

Setelah mengealami beberapa selang waktu yaitu antara 2-4 hari, telur akan menetas menjadi larva yang selalu hidup di dalam air. Larva terdiri atas 4 stadium dan untuk memenuhi kebutuhannya ia akan mengambil makanan dari tempat perindukan (breeding place) yang dibuat oleh induknya. Pertumbuhan larva dari stadium I sampai stadium IV membutuhkan jangka waktu sekitar 6-8 hari pada Culex dan Aedes. Lain halnya pada Mansonia, pertumbuhan larvanya memerlukan waktu sekitar 3 minggu. Larva ini kemudian berubah menjadi stadium pupa, pada stadium ini ia tidak makan tetapi memerlukan oksigen yang diambil melalui tabung pernafasan (breathing trumped).

Untuk tumbuh menjadi dewasa diperlukan waktu 1-3 hari sampai beberapa minggu. Pupa jantan biasanya menetas lebih cepat daripada betina, dan nyamuk jantan ini biasanya tidak perlu pergi jauh dari tempat preindukan menunggu nyamuk betina untuk berkopulasi. Nyamuk betina akan menghisap darah yang diperlukannya untuk membentuk telur. Ada beberapa spesies nyamuk yang tidak memerlukan darah untuk pembentukan telurnya, yaitu anggota sub famili Toorynchititae.

Related Post

Jenis Nyamuk

Sampai saat ini terdapat sekitar 3.500 spesies nyamuk yang telah berhasil diidentifikasi. Dari 3.500 spesies tersebut kemudian dipecah ke dalam 112 genus. Tentu saya tidak mungkin jelaskan semuanya di dalam artikel ini, kita bahas yang penting-penting saja. Beberapa jenis nyamuk yang memiliki peranan penting di kehidupan manusia diantaranya :

1. Nyamuk Aedes

Aedes adalah jenis nyamuk yang banyak ditemukan di daerah beriklim tropis dan subtropis. Genus ini pertama kali di iidentifikasi oleh entomolog jerman bernama Johann Wilhelm Meigen pada tahun 1818.

Beberapa spesies dari genus ini menularkan penyakit serius diantaranya demam berdarah, demam kuning, virus zika dan chikungunya. Di Polinesia, spesies Aedes polynesiensis bertanggung jawab untukpenularan filariasis limfatik di manusia.

Upaya yang dilakukan untuk menekan populasi nyamuk ini telah banyak dilakukan. Salah satunya dengan menggunakan isolat bakteri yang telah dilakukan oleh laboratorium mikrobiologi Ugm. Dikutip dari website biologi UGM, menurut Adi (2017), terdapat isolat bakteri yang memiliki aktivitas untuk menghambat pertumbuhan larva Aedes aegepti. Aktivitas penghambatan bakteri ini dapat dimanfaatkan manusia untuk menekan populasi dari nyamuk yang menjadi vektor penyakit ini.

2. Nyamuk Anopheles

Sama seperti Aedes, Anopheles pertama kali diidentifikasi oleh J.W. Meigen pada tahun 1818. Jenis nyamuk ini terkenal karena menjadi vektor penyakit malaria pada manusia. Sebenarnya dari sekitar 460 spesies Anopheles yang berhasil teridentifikasi hanya sekitar 110 saja yang dapat menularkan malaria pada manusia.

Jenis nyamuk ini banyak hidup di daerah tropis khususnya wilayah Afrika. Hal itulah yang menyebabkan persebaran penyakit malaria di daerah yang banyak dihuni oleh Anopheles. Di Indonesia sendiri persebaran penyakit malaria sudah sangat berkurang drastis. Biasanya daerah yang masih banyak dijangkiti penyakit ini ialah di Papua.

3. Nyamuk Culex

Culex merupakan salah satu genus nyamuk yang beberapa spesies diantaranya menjadi vektor dari penyakit pada burung, manusia dan hewan lainnya. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan oleh jenis nyamuk ini diantaranya virus West Nile, Japanese encephalitis dan filariasis. Mereka dapat ditemukan di seluruh belahan dunia kecuali di daerah kutup dan merupakan nyamuk yang paling umum ditemui di Amerika Serikat.

4. Nyamuk Mansonia

Nyamuk Mansonia merupakan nyamuk yang berukuran besar, berwarna hitam dengan sayap dan kakinya yang berkilau. Mereka berkembang biak di kolam dan danau yang terdapat tanaman air, terutama jenis yang mengambang seperti enceng gondok. Telur-telurnya ditelatakkan secara berkelompok di bawah permukaan daun tanaman.

Fase larva dan pupanya biasanya melekat pada akar tanaman air ini dengan tabung siphon mereka. Ketika hendak menjadi dewasa, pupa akan muncul ke permukaan air dan keluarlah nyamuk dewasa. Karena perkembangbiakannya yang membutuh tanaman air membuatnya mudah untuk dikontrol populasinya dengan menghilangkan tanaman air.

Perilaku

Pada umumnya dalam kehidupan spesies nyamuk, antara yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Umumnya nyamuk betina umurnya akan lebih panjang daripada nyamuk jantan. Biasanya umur nyamuk sekitar 2 minggu tetapi ada juga yang hidupnya mencapai 2-3 bulan seperti Anopheles punctipenis di Amerika.

Hospes yang disukai nyamuk un berbeda-beda. Ada yang mempunyai kebiasaan menghisap darah manusia yang disebut antropofilik, ada yang menyukai darah hewan disebut zoofilik dan nyamuk yang menghisap darah hewan dan manusia disebut antopozoofilik. Setelah menghisap darah, nyamuk akan mencari tempat untuk istirahat sementara, yaitu sewaktu aktif mencari darah atau untuk istirahat selama menunggu proses perkembangan telurnya. Untuk yang memilih tempat istirahat di dalam rumah disebut endofili, sedangkan yang memilih di luar rumah disebut eksofilik seperti pada tanaman di luar rumah, kandang hewan dan di tanah atau tempat-tempat yang tinggi di sekitar rumah.

Dalam beraktivitas, kehidupan nyamuk menghisap darah pun amatlah sangat berbeda-beda. Ada yang menghisap darah pada malam hari disebut night at bitter dan yang menghisap darah di siang hari disebut day bitter. Sedangkan yang menggigit di dalam rumah disebut endofagik dan yang mengigigt di luar rumah disebut eksofagik.

Daya tahan nyamuk pun berbeda-beda menurut spesiesnya. Nyamuk betina mempunyai jarak terbang lebih jauh dariada pejantan. Nyamuk Aedes aegypti jarak terbangnya pendek, nyamuk Anopheles dapat terbang sampai 1,6 km sedangkan Aedes vexans dapat terpang cukup jauh yaitu mencapai 30 km.

Categories: Hewan