Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti dikenal sebagai vektor umum penyakit demam berdarah. Nyamuk yang membawa virus dengue terutama adalah nyamuk betina, karena sering menghisap darah manusia sehingga dapat menginfeksi melalui pengisapan darah dari orang yang sakit.Adapun nyamuk jantan tidak memerlukan darah, makanannya diperoleh dari nektar bunga, sari buah-buahan dan larva serangga. Selain Nyamuk Aedes aegypti, spesies lain dari genus yang sama yakni Ae. albopictus juga merupakan jenis nyamuk penyebab DBD.

Ciri-Ciri Nyamuk Aedes aegypti

Morfologi tubuh nyamuk terdiri dari 3 bagian, yaitu kepala/caput, dada/thorax dan perut/abdomen. Secara umum ciri-ciri nyamuk diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Kepala nyamuk bentuknya agak membulat dengan sepasang mata majemuk.
  2. Ia memiliki probosis yang terdapat di kepala dan dapat digerakkan ke depan maupun ke bawah.
  3. Terdapat sepasang antenna yang berfungsi sebagai alat peraba yang terdiri dari 15 segmen.
  4. Palpus betina lebih pendek dari probosis; sedang pada jantan, palpus dan probosis sama panjang.
  5. Jantan memiliki antena dengan banyak bulu yang disebut antenna plumose, sedangkan betina hanya memiliki beberapa bulu yang disebut antenna palpi.
  6. Pada thorax terdapat 3 pasang tungkai dan sepasang sayap. Abdomen terdiri dari 10-11 segmen dan pada segmen ke 8, 9, dan 10 membentuk alat kelamin/reproduksi.

Sedangkan ciri-ciri fisik nyamuk Aedes aegypti yang membedakannya dengan jenis nyamuk lainnya antara lain :

  1. Memiliki belang hitam-putih di sepanjang tubuhnya.
  2. Bberukuran kecil dengan warna dasar hitam.
  3. Probosis bersisik hitam.
  4. Palpi lebih pendek dibandingkan probosi.
  5. Oksiput bersisik lebar berwarna putih terletak memanjang.
  6. Tibia berwarna hitam, tarsi belakang berlingkar putih.
  7. Abdomennya pada segmen basal kesatu sampai keempat dan segmen kelima berwarna putih.
  8. Sayap berukuran 2,5-3,0 mm bersisik hitam.

Habitat

Habitat nyamuk Aedes aegypti adalah di sekitar rumah, terutama pada genangan-genangan air bersih di dalam tempayan atau bak mandi. Hal dikarenakan ia merupakan jenis nyamuk yang hanya bisa berkembang biak di air yang relatif jernih. Hal itulah yang menyebabkan larvanya mudah ditemukan di penampungan air seperti bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum burung, kaleng bekas, ban bekas dan sejenisnya yang ada di dalam rumah. Meskipun terkadang ia ditemukan juga berada di luar rumah yang ada di wilayah perkotaan.

Sedangkan kerabat dekatnya Aedes albopictus, lebih banyak berkembang biak di penampungan air alami diluar rumah, seperti axilla daun, lubang pohon, potongan bambu dan sejenisnya. Hal itulah yang menyebabkan Ae. albopictus disebut juga sebagai nyamuk kebon.

Suhu optimal bagi pertumbuhan Ae. aegypti berkisar antara 25-27°C. Nyamuk ini bersifat anthropofilik, yaitu ia lebih menyukai menghisap darah manusia daripada darah mamalia lainnya. Disamping itu ia juga bersifat multiple feeding artinya ia akan menghisap darah beberapa kali di orang yang berbeda sampai kenyang. Sifat inilah yang membuatnya dapat menularkan penyakit DBD karena jika nyamuk menghisap darah dari seseorang yang terinfeksi lalu kemudian menghisap darah lagi ke orang yang sehat. Virus dengue yang menjadi penyebab penyakit DBD akan ikut terpindahkan dari orang sakit ke yang sehat. Nyamuk ini biasanya mencari makan/menghisap darah pada pagi dan sore hari.

Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti

Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti adalah metamorfosis sempurna, yaitu dari telur, jentik (larva), kepompong, dan imago. Pada saat proses perkembangbiakan, nyamuk akan menyimpan telurnya di atas permukaan air yang bersih.

Telur nyamuk ini berwarna hitam dan berbentuk elips, serta terpisah antara telur yang satu dengan telur yang lainnya.Proses perkembangan telur-telur nyamuk Aedes aegypti memerlukan waktu kurang lebih 7 hingga 8 hari. Akan tetapi, jika telur-telur tersebut tetap pada kondisi kering maka ia tidak akan menetas. Telur yang dalam kondisi kekeringan ini dapat beratahan selama sekitar 1 bulan. Telur yang kering akan cepat menetas apabila terendam air bersih. Air juga sangat dibutuhkan oleh larva untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Larva-larva pada nyamuk ini memiliki empat tahap perkembangan yang dinamakan instar. Dari instar 1 ke instar 4 membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari untuk berkembang. Setelah itu, larva akan berkembang menjadi pupa. Kemudian, perubahaan pupa membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk berganti menjadi nyamuk dewasa (imago). Jadi di dalam satu siklus hidup nyamuk Aedes aegypti membutuhkan waktu sekitar 14 – 16 hari.