Media Tanam Anthurium

Media tanam merupakan sebuah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tanaman Anthurium. Ada beberapa media tanam yang bisa dipilih, baik itu media tunggal ataupun media campuran. Hal yang harus jadi pegangan aalah kesesuaian antara media tanam dengan karakter fisik dan fisiologis tanaman.

Syarat Tumbuh Anthurium

Tanaman anthurium biasanya akan tumbuh dengan baik pada media tanam yang memiliki pH 5,5-7, akan tetapi tanaman ini akan tumbuh secara optimal pada pH 6-7. Jika pH media tanam lebih rendah dari 5,5, tanaman ini akan menjadi mudah terinfeksi jamur. Selain itu, masalah lain yang ditimbulkan jika media tanamnya berpH rendah adalah akar tanaman akan kesulitan untuk menyerap unsur hara mikro. Di habitat asalnya, antrhurium merupakan tanaman epifit yang hidupnya menempel di batang pohon. Oleh karena itu, sistem perakaran yang dimiliki tanaman ini kurang baik dalam menembus tanah yang keras karena secara alami akarnya digunakan untuk menempel di botong pohon. Sehingga sebaiknya anda memilih media tanam yang memiliki porositas yang sangat baik, ringan serta memiliki daya pegang air yang tinggi.

Oleh karena itu, menurut ahli biologi muthi muftihah, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media tanam anthurium adalah :

  1. Mengetahui syarat tumbuh anthurium
  2. Ketahui sifat dari media tanam, dan carilah media tanam yang sesuai dengan karakter anthurium.
  3. Gunakan pupuk organik sebagai sumber nutrisi untuk kebutuhan anthurium. Anda bisa menggunakan berbagai jenis kompos, kompos yang dibuat dari kotoran kambing dianggap yang paling baik karena selain memiliki sifat fisik yang baik, harganya pun murah.

Jenis Media Tanam Untuk Anthurium

Pada umumnya, media tanam yang paling digunakan untuk tanaman anthurium adalah sekam dan cacahan pakis. Keduanya dianggap memiliki sifat yang sesuai dengan karakter fisik dan fisiologi yang dimiliki jenis tanaman anthurium. Selain digunakan sebagai media tunggal, banyak juga yang mencampur keduanya untuk digunakan secara bersama-sama.

Cincangan Pakis

Jenis tanaman pakis yang digunakan sebagai media tanam adalah Cyathea dealbata, C. australis, C. cooperii dan C. dregei yang banyak terdapat di pegunungan sekitar Asia Tenggara dan Australia. Akan tetapi keberadaan keempat jenis pakis ini sekarang telah jauh berkurang populasinya. Pada awalnya, pakis digunakan dalam bentuk papan, yakni untuk media tanam anggrek. Saat ini pakis banyak digunakan dalam bentuk cincangan, yakni dari bagian akar dan batangnya. Selain untuk anthurium, media tanam ini banyak digunakan untuk tanaman indoor lainnya seperti aglaonema, alocasia dan caladium.

Secara fisik, media tanam akis memiliki kelebihan sebagai berikut :

  1. Memiliki daya pegang air yang cukup baik. Cincangan pakis yang merupakan bahan organik dapat menyerap air dengan sangat baik dan mampu menahannya di dalam ruang porinya. Daya pegang air cincangan pakis memang tidak sebaik sekam bakar, cocopeat dan sphagnum tetapi sudah mencukupi kebutuhan anthurium. Media tanam ini tidak disarankan untuk tanaman yang diletakkan di luar ruangan dan terkena sinar matahari langsung. Hal itu dikarenakan media tanam ini akan lebih mudah kehilangan air.
  2. Memiliki rewetability yang sangat baik. Sifat rewetability cincangan pakis lebih baik dari cocopeat, sphagnum, sekam, kompos dan rock wool.
  3. Memiliki porositas yang sangat baik. Hal ini karena tekstur masing-masing serpihan batang yang cukup keras sehingga selalu ada celah ruangan untuk udara di antara serpihan-serpihan cincangan pakis.
  4. Massa jenisnya cukup ringan, baik dalam keadaan kering maupun basah.
  5. Sebagai bahan organik yang juga mengandung senawa matriks seperti tannin, cincangan pakis terutama yang masih baru dapat menyerap mineral-mineral untuk kemudian dilepaskan kembali ke air tanah ketika matriks tersebut sudah jenuh. Hal ini dapat mencegah tercucinya unsur hara, terutama pada fase-fase penggunaan media tanam.

Selain adanya kelebihan di dalam cincangan pakis, tentu ada juga kekurangannya yang harus anda perhatikan. Kekurangan media tanam ini diantaranya adalah :

  1. Mempunya pH asam (dibawah 7) dan memiliki daya sangga pH yang kurang baik. Oleh karena itu, penggunaan media tanam cincangan pakis sebaiknya tidak diiringi dengan pupuk yang bereaksi asam. Pupuk yang digunakan di dalam media tanam ini sebaiknya pupuk slow release yang tidak akan membuat sifat kimia dari media tanam ini cepat berubah.
  2. Kandungan nutrisi hampir 0%, terutama yang masih baru. Namun, jika mulai terdekomposisi,  perlahan-lahan kandungan nitrogen akan meningkat seiring dengan terombaknya senyawa-senyawa organik yang mengandung nitrogen.
  3. Tidak steril dari hama dan penyakit. Cincangan pakis yang umumnya dijual oleh penjual sarana pertanian tidak pernah disterilkan. Berbeda dengan sekam bakar yang sudah melalui proses pembakaran, cicangan pakis didapat dengan cara memotong-motong langsung batang pakis di hutan. Hal ini jelas sama sekali tidak menjamin cincangan pakis tersebut bebas dari infestasi hama dan penyakit.
  4. Tidak dapat digunakan kembali. Cincangan pakis tidak dapat digunakan kembali jika sudah terdekomposisi. Cincangan pakis memiliki rasion C/N yang tinggi, sehingga akan erdekomposisi, meskipun jangka waktunya cukup lama. Kondisi fisik, kimia dan biologi cincangan pakis tidak akan kembali seperti semula jika sudah terdekomposisi.

Dalam praktiknya, media tanam cincangan pakis yang berasal dari tanaman yang sudah tua memberikan hasil yang lebih baik. Cincangan pakis yang sudah tua dicirikan dengan warnanya yang hitam dan kandungan airnya rendah sehingga tekrusnya menjadi crunchy (kremes). Selain itu, cincangan pakis yang bagus tidak menempel. Namun, penjual media tanam menyeleksi kualitas cincangan pakis yang dijual sehingga layak pakai.

Sekam Bakar

Sekam bakar dibuat dari sekam padi yang digosongkan. Cara menggosongkannya dengan memanggang atau menyangrai sekam padi yang sudah dikeringkan di atas plat seng.

Kelebihan sekam bakar secara fisik adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki daya pegang air yang cukup baik. Karakter sekam bakar yang sebagian besar terdiri atas karbon dapat menyerap air dengan sangat baik dan mampu menahannya di dalam ruang porinya, sekalipun suhu mulai memanas. Daya pegang air sekam bakar lebih baik daripada kompos, cincangan pakis dan zeolit.
  2. Memiliki rewetability yang sangat baik. Sekam bakar yang sangat kering mudah dibasahi kembali, cukup dengan menyiramnya saja. Kemampuan ini sangat membantu pembudidaya tanaman anthurium ketika musim kemarau yang sangat panas. Sifat rewetability sekam bakar lebih baik daripada cocopeat, sphagnum, kompos dan rock woll.
  3. Memiliki porositas yang baik. Tanaman yang menggunakan media tanam sekam bakar tidak pernah ada genangan air. Porositas pada meda tanam sekam bakar tetap terjaga dengan baik sekalipun sudah memadat. Pasalnya, tekstur masing-masing butirannya cukup keras sehingga selalu ada celah ruangan untuk udara di antara butiran-butirannya. Selain itu, di dalam sekamnya terdapat pori-pori yang cukup banyak.
  4. Berat jenis ringan. Sekam bakar sangat ringan dibandingkan media tanam lain, meskipun dalam kondisi basah. Keuntungan menggunakan media tanam dengan massa jenis ringan adalah besarnya gaya berat yang menekan meja penyangga lebih ringan dan mengurangi ongkos transpor ketika harus mengirimkan tanaman menggunakan jasa ekspedisi atau kargo.

Selain kelebihan dari segi fisik, sekam bakar juga memiliki kelebihan dari segi kimia, yaitu sebagai berikut :

  1. Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) cukup tinggi. Sekam bakar adalah media tanam inert (tidak akan mengalami perubahaan kimia) dan memiliki sifat matriks karena mayoritas unsur yang dikandungnya adalah karbon. Karbon dapat menjadi media tanam reaksi elektrokimia dan hal ini sangat menguntungkan bagi tanaman karena tanaman menambang mineral-mineral berupa kation dan anion dari media tanam dengan memanfaatkan salah satu reaksi elektrokimia.
  2. Dapat menyerap mineral-mineral untuk kemudian dilepaskan kembali ke air tanah ketika sudah jenuh. Hal ini dapat mencegah tercucinya unsur hara, terutama pada fase-fase awal penggunaan media tanam sekam bakar.
  3. Memiliki pH netral dan memiliki daya sangah pH yang baik sehigga jarang media tanam sekam bakar nilai pHnya turun sampai di bawah 5, kecuali jika menggunakan senyawa asam kuat (seperti sulfat) sebagai pupuknya.
  4. Kandungan nutrisi 0%. Sifat ini menguntungkan karena memudahkan anda dalam meramu pupuk untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Pasalnya, efek ramuan pupuk akan lebih tepat hasilnya.

Sementara itu, secara biologis penggunaan sekam bakar memiliki keuntungan sebagai berikut :

  1. Steril dari hama dan penyakit. Proses enggosongan membuat media tanam ini bebas dari infeksi patogen dan organisme lain yang mungkin mengganggu tanaman. Menggunakan meda tanam yang bebas dari hama dan penyakit akan jauh lebih baik daripada media tanam yang mengandung bibit hama atau penyakit Menggunakan media tanam steril akan mengurangi beban biaya untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, serta mengurangi resiko kerugian akibat tanaman mati atau rusak.
  2. Dapat digunakan kembali. Sifat sekam bakar yang inert membuat media tanam tersebut membutuhkan waktu lama untuk melapuk. Sekam bakar juga mudah disterilkan kembali tanpa banyak mengubah sifat fisik dan kimianya.

Melihat sifat fisik, kimia dan biologi tersebut, sekam bakar sudah memenuhi syarat sebagai media tanam anthurium. Namun, berdasarkan pengalaman beberapa praktisi, setelah beberapa lama digunakan sekam bakar akan hancur menjadi serbut. Tekstur sekam bakar yang getas, memang membuat media tanam ini mudah patah karena tekanan fisik.

Hancuran sekam bakar ini bisa terkumpul di bagian bawah pot tanaman sehingga porositas media tanam menjadi berkurang. Dengan resiko ini, bukan berarti sekam bakar menjadi pilihan yang tidak baik untuk anthurium. Hanya saja diperlukan pemantauan kondisi media tanam secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali.

Pupuk Kandang

Penambahan pupuk kandang ke dalam media tanam anthurium dimaksudkan sebagai pupuk dasar yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman. Kandungan unsur hara dalam pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh jenis ternak dan kualitas pakan. Beberapa ternak yang kotorannya sering dijadikan pupuk diantaranya adalah ayam, sapi, domba, kuda dan kerbau.

Menurut penelitian Hardjowigeno (19950, kotoran ayam mengandung unsur N,P dan K yang jauh lebih tinggi dibandingkan kotoran ternak lainnya. Namun perlu diingat, kandungan unsur N yang tinggi menyebabkan proses penguraian kotoran ayam menjadi lebih cepat, sehingga pupuk yang dihasilkan juga lebih panas. Oleh karena itu, pupuk kotoran ayam sebaiknya diangin-anginkan terlebih dahulu selama seminggu sebelum digunakan.

Saat menggunakan pupuk kandang, pastikan pupuk tersebut sudah terdekomposisi dengan baik. Kotoran hewan yang masih mentah akan mengurangi ketersediaan nitrogen di dalam media tanam. Ciri-ciri pupuk kandang yang sudah terdekomposisi dengan baik adalah tidak berbau, tidak panas, berwarna hitam dan bertekstur gembur.

Penelitian yang dilakukan di Belanda menyarankan penggunaan pupuk kotoran ayam untuk anthurium. Sementara itu, seorang pembudidaya di Jakarta Barat lebih menyarankan untuk menggunakan pupuk yang dibuat dari kotoran kuda. Menurut pengalamannya, penggunaan pupuk tersebut memberikan hasil yang lebih baik.

Komposisi Media Tanam Anthurium

Berdsarkan penelurusan ke beberapa pekebun di sentra anthurium di Jawa Tengah, diketahui sebagian besar dari mereka hanya menggunakan media tanam cacahan pakis dan sekam bakar. Ada yang menggunakan media tanam pakis atau sekam bakar saja, ada juga juga menggunakan media campuran dari pakis dan sekam bakar dengan komposisi berbeda.

Perlu diingat juga, jangan menanam anthurium di media tanam berupa tanah. Pasalnya, tanah mudah sekali menggumpal sehingga tingkat porositas dan aerasi sangat kecil. Hal ini membuat unsur-unsur hara mengendap dan membentuk garam mineral yang tidak begitu disukai anthurium. Akibatnya dikarenakan hal ini akan terjadi gangguan pertumbuhan anthurium.

Dari pengalaman yang dilakukan oleh para pembudidaya anthurium, beberapa komposisi media tanam yang baik digunakan adalah :

  1. campuran sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1
  2. campuran cacahan pakis dengan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1
  3. Campuran cacahan pakis, pupuk kandang, kompos dan sekam bakar dengan komposisi 4 : 1 : 1 : 1
  4. Campuran  cacahan pakis, sekam bakar dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 2 : 1

Dari keempat komposisi media tanam anthurium diatas, saya lebih menyarankan menggunakan campuran  sekam bakar dengan pupuk kandang. Hanya saja pastikan pupuk telah matang betul, karena pupuk yang belum matang akan beresiko besar untuk pertumbuhan anthurium.

Mempertahankan Kualitas Media Tanam Anthurium

Media tanam sangat penting dijaga kualitasnya agar tanaman anthurium tetap hidup, tumbuh dan berkembang dengan baik. Beberapa faktor yang dapat menurunkan kualitas media tanam anthurium antara lain penyiraman yang terlalu sering sehingga media tanam cepat memadat, penggunaaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan, penggunaan air siraman yang mengandung zat kimia (air PAM berkaporit) serta serangan hama dan penyakit. Penurunan kualitas media tanam akibat faktor-faktor tersebut dapat dihindari dengan penggunaan pupuk dan pestisida organik. Selain dapat mengatasi permasalahan pada tanaman, penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki kualitas biologi media tanam.