Jenis Kumbang

Kumbang merupakan jenis serangga yang dimasukkan ke dalam Coleoptera. Di dalamnya terdapat sekitar 400 ribu spesies yang tersebar di seluruh di Indonesia. Indonesia yang merupakan kawasan tropis merupakan salah satu negara yang mempunyai spesies kumbang paling banyak. Menurut ahli biologi alumni UGM Adi Nugroho, terdapat lebih dari 100 ribu jenis kumbang di negara kita.

Ciri-Ciri Kumbang

Ciri utama dari kumbang yaitu adanya sayap depan yang mengeras dengan permukaan halus yang mengandung zat tanduk yang disebut elytra. Selain sayap depannya yang keras, kumbang juga memiliki sepasang sayap belakang yang berbentuk membran, tiga pasang kaki dan sepasang antena. Ketiga pasang kaki tersebut berukuran sangat pendek dan berfungsi untuk berjalan, hingga di suatu benda dan mendarat. Di dalam kakinya terdapat rambut-rambut halus yang membuat serangga ini dapat berjalan di permukaan licin, seperti kaca.

Kumbang memiliki eksoskeleton yang keras pada seluruh bagian atas tubuhnya, termasuk sayap depannya. Eksoskeleton serangga ini terdiri atas beberapa lapisan sklerit yang dipisahkan oleh jaringan tipis. Eksoskeleton yang berlapis-lapis ini dimaksudkan agar serangga ini tetap dapat mempertahankan fleksibilitasnya.

Jenis Kumbang yang Ditemukan di Indonesia

Seperti yang telah saya tulis diatas bahwa di Indonesia terdapat lebih dari 100.000 spesies kumbang. Beberapa jenis kumbang tersebut diantaranya adalah sebagai berikut .

Kumbang Bintik

Serangga yang bernama latin Afidenta gradaria ini, merupakan jenis kumbang kecil yang mudah dikenali karena mempunyai warna yang mencolok yaitu jingga dengan hiasan 12 bintik hitam. Kumbak bintik ukurannya kira-kira sebesar biji kedelai.

Kumbang bintik meletakkan telurnya dalam sebuah kelompok. Biasanya setiap satu kelompok terdiri atas 20 sampai 30 butir telur. Telur diletakkan pada permukaan bawah daun, berwarna putih kekuningan, berbentuk bulatan kecil sehalus butiran pasir. Larvanya berwarna kekuning-kuningan dan berbulu banyak. Stadium larva dijalaninya selama 18 hari. Pembuatan kepompong dilakukan pada permukaan bawah daun, yang berlangsung selama empat hari. Serangga dewasa seringkali ditemukan dalam gerombolan.

Jenis kumbang ini dikenal sebagai hama tanaman palawija dan sayuran, misalnya jenis kacang-kacangan, waluh, oyong, ketimun, kedelai, bayam dan jagung. Selain merusak palawija dan sayuran, kumbang bintik juga merusak tanaman hias dan terna lainnya. Perusakannya tidak terbatas pada daun tetapi juga bunga, tangkai bunga, tangkai buah, buah muda, sulur dan batang muda. Kumbang ini membentuk lubang pada bagian yang diserang.

Apabila bagian yang dirusak mengering tertinggallah bekas luka seperti renda. Sulur yang dirusaknya akan mengering. Dalam jumlah banyak, kumbang ini dapat menimbulkan kerugian besar karena kerusakan yang ditimbulkan terdapat hampir pada semua bagian tanaman.

Kumbang Cula

Jenis kumbang yang bernama latin Xylotrupes gideon ini merupakan hama kepala. Serangga yang tubuhnya berwarna hitam ini, mudah dikenali dari bentuk tanduknya yang melengkung ke atas, terutama pada bagian ujungnya. Ruas di belakang kepala juga dilengkapi struktur seperti tanduk yang melengkung ke bawah. Kedua tanduk ini membentuk susunan seperti sapik. Tanduk ini hanya ditemukan pada pejantan saja, sedangkan betinanya tidak memiliki tanduk.

Sebagai hama kelapa, jenis kumbang ini juga mempunyai peranan penting. Betinanya menghuni bagian-bagian lunak di pucuk pohon, sedangkan pejantan menyukai bagian-bagian yang berlubang. Kumbang cula menghisap cairan batang tanaman. Uret atau larvanya yang giling melengkung hidup dalam tanah gembur atau lapisan pada tanah yang terdiri atas bahan-bahan organik yang membusuk. Larva kumbang ini juga dapat hidup pada batang pisang yang telah busuk atau batang kayu lainnya, terutama jenis-jenis palem yang telah melapuk.

Beberapa segi perkembangan biologi kumbang ini sudah diketahui. Dari telur menjadi kumbang dewasa diperlukan waktu 8-11 bulan. Akan tetapi secara terperinci perkembangannya belum dipelajari. Masih banyak segi yang perlu diungkapkan untuk dimanfaatkan sebagai cara dalam pengendaliannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi dan bagaimana mekanisme pengaruhnya masih belum banyak diketahui.

Musuh alami kumbang cula di alam adalah tawon Scolia azurea. Jamur Metarhizium anisopliae terkadang juga dapat mematikan spesies ini. Seperti juga halnya pada kumbang kelapa, keefektifan musuh-musuh alami ini untuk mengendalikan populasi kumbang cula kurang terlalu optimal. Oleh karena itu, penelitian tentang masalah ini perlu dilakukan dengan lebih banyak supaya dapat membantu pengendalian populasi kumbang cula di alam.

Kumbang Daun Gambas

Sesuai namanya, Jenis kumbang ini banyak ditemukan pada daun gambas. Seringkali, pada sehelai daun gambas terdapat puluhan ekor kumbang dewasa. Jika sudah seperti itu, beberapa hari kemudian, daun yang dihamai ini akan tinggal tulang-tulang daunnya saja. Serangga yang bernama latin Aulacophora flavomarginata ini juga menyerang tanaman blustru dan mentimun serta spesies lain yang masih famili dengannya. Kadang-kadang kumbang daun gambas juga memakan daun bunga tanaman yang diserangnya. Taraf kerusakan yang ditimbulkan oleh kumbang daun gambas ini belum diperhitungkan, tetapi menilik populasinya yang dapat mencapai jumlah yang sangat banyak, kumbang ini dapat menimbulkan kegagalan panen.

Jenis ini mudah dikenali dari bentuk dan warnanya. Kumbang dewasa berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5-6,5 mm. Tubuhnya cembung di bagian punggung dan melebar ke belakang. Kepala dan perisai di belakang kepala (pronotum) berwarna kuning jingga, sedangkan matanya berwarna hitam. Bagian punggungnya (elitra) berwarna biru tua mengkilap dengan tepi kuning semu oranye. Bagian antena dan kakinya berwarna kuning.

Selain dari bentuk morfologinya, jenis kumbang ini juga dikenal dari kerusakan yang ditimbulkannya. Dalam memakan daun tanaman inangnya, kumbang gambas selalu memulai dengan membuat lingkaran pada permukaan daun. Hal itu dikarenakan cara makannya yang memutar tubuh dengan bagian ujung belakang tubuhnya sebagai titik pusatnya. Sambil berputar, kumbang ini akan memakan bagian permukaan daun. Taraf pertama ini akan menimbulkan luka berbentuk lingkaran dengan jari-jari 5-6 mm atau sepanjang tubuh kumbang daun gambas. Selanjutnya, ia akan memakan bagian daun yang terdapat dalam lingkaran. Hal itu dilakukannya berulang-ulang sampai akhirnya daun menjadi bolong.

Related Post

Kumbang Daun Paria

Serangga yang bernama latin Epilachna implicata ini, mudah dicirikan dari bentuk dan corak tubuhnya. Kumbang dewasa berbentuk seperti kura-kura, cembung di bagian punggungnya. Tubuh bagian atasnya berwarna oranye kecoklatan dengan bintik hitam. Ukuran tubuhnya hampir sebesar biji kacang tanah, yaitu dengan panjang sekitar 7 mm dan lebar 5 mm. Pola bintik pada punggung atau elitra beranekaragam pada jenis kumbang ini. Pada kumbang daun paria umumnya terdapat 28 bintik beraneka bentuk, tetapi tidak jarang terdapat pula yang berbintik 22, 24, 26 atau yang lebih sedikit lagi. Dari jenis Epilachna lainnya, spesies ini dibedakan dengan adanya bintik-bintik hitam yang beraneka ragam jumlahnya pada bagian perisai punggungnya (pronotum).

Larva jenis kumbang ini berwarna kuning, dari atas seperti gelendong yang dilengkapi cuatan-cuatan, berjumlah pada tiap ruas yang terletak pada sisi tubuhnya. Masing-masing cuatan mempunyai percabangan sejumlah 3-5 pasang. Panjang larva sekitar 8 mm, dengan bagian yang terlebar sekitar 3-4 mm. Kepompongnya berukuran lebih pendek, dengan panjang 7 mm dan lebar 5 mm. Kepompong pada bagian ujung depannya rata dan meruncing di bagian ujung belakangnya. Pada bagian belakang terdapat deretan cuatan berwarna putih.

Kumbang daun paria sering terdapat ditemukan di daun paria (Momordica charanta) dan menjadi hama di tanaman ini. Pola kerusakan yang ditimbulkan oleh kumbang ini tidak berbeda dengan jenis Epilachna lainnya. Bagian daun yang dimakan oleh kumbang ini menjadi seperti renda. Perkembangan kumbang daun paria tidak banyak  berbeda dengan jenis-jenis lainnya yang semarga. Telurnya diletakkan berkelompok, tegak pada permukaan bawah daun. Larva yang menetas juga berkeliaran pada permukaan bawah daun. Kepompongnya juga ditemukan menempel pada permukaan daun.

Kumbang Daun Pisang

Jenis kumbang yang memiliki nama latin Exopholis hypoleuca ini mudah dikenali karena ukurannya yang sebesar biji salah. Ia memiliki sayap luar yang berwarna cokelat agak mengkilap, bagian tubuhnya seperti dilapisi kapur putih. Di bagian ujung perutnya yang meruncing tidak tertutup oleh sayap luar. Bentuk kumbang jantan dan betinanya serupa.

Kumbang daun pisang merupakan hama, terutama ada pisang karena ia akan memakan lembar daun mulai dari pinggir sampai ke pelepah. Tidak jarang satu tangkai daun pisang dimakan samai habis. Selain pada pisang, jenis kumbang ini dapat pula menimbulkan kerusakan pada tanaman lain yang masih berkerabat dengan pisang. Tanaman lain yang diserang tersebut diantaranya, Heliconia, puspa nyidra, jambu-jambuan, rambutan, angrek, kaliandra dan bunga flamboyan.

Kumbang dewasa terdapat dalam populasi tinggi pada musim kemarau. pada helai daun pisang dapat dijumpai sampai 10-15 ekor kumbang. Pada saat memasuki musim penghujan, kumbang dewasa jarang atau sama sekali tidak dijupai. Mekanisme perubahan populasi ini belum diketahui dengan jelas. Kemungkinan kumbang dewasa mati sesudah bertelur pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan.

Telurnya biasanya diletakkan di tanah. larva atau uret yang menetas mencari makan di dalam tanah dengan memakan akar tumbuh-tumbuhan. Uret ini dapat menjadi hama gawat pada perkebunan kacang atau pertanian palawijaya lainnya. Persebaran hama ini cukup luas di seluruh Indonesia, ia dapat ditemukan dari pulau Sumatera hingga Irian Jaya.

Kumbang Daun Waluh

Serangga yang bernama latin Aulacophora coffeae ini memiliki bentuk yang mirip kumbang daun gambas, tetapi ukurannya lebih besar. Ia memiiki panjang tumbuh mencapai 8 mm dan berwarna kuning. Matanya berwarna hitam dengan ukuran terlihat menonjol di kepalanya. Kelakuannya lumayan membuat pusing ara petani, daun yang diserang hebat olehnya menjadi tinggal kerangkanya saja. Jenis kumbang ini suka menyerang tanaman yang termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae seperti mentimun, labu serta gambas. Larvanya juga berperan sebagai hama yang sering mengganggu tanaman famili ini.

Kehadiran serangga ini pada suatu tanaman mudah diketahui walaupun serangannya sendiri belum terlalu parah pada tanamannya. Bentuk kerusakan pada daunnya sangat khas, seperti yang dilakukan oleh kumbang gambas. Perbedaanya hanya pada ukuran lingkaran yang dibentuk pada taraf pertama. Kumbang daun waluh juga makan bagian lain, seperti bunga dan batang tanaman. Dengan dimakannya bagian bunga tanaman, maka pembentukan buah menjadi gagal. Hal inilah yang membuat banyak petani mengalami gagal panen akibat serangan jenis kubang ini.

Kumbang daun waluh tersebar di seluruh Asia Tenggara. Penyebaran ekologinya belum diketahui secara terperinci. Oleh karena itu untuk melancarkan pengendalian populasinya guna menanggulang masalah yang ditimbulkan oleh kumbang ini belum dapat dilaksanakan dengan mantab. Penelitian dalam berbagai segi ekologinya perlu dilakukan.

Kumbang Kelapa

Jenis kumbang yang bernama latin Oryctes rhinoceros ini mudah ditandai karena bentuknya yang khas, yaitu adanya tanduk pada kepala kumbang dewasa. Tanduk pada kumbang betina lebih pendek dibandingkan dengan pejantannya. Ciri khas lain dari kumbang ini ialah adanya cekungan dangkal pada permukaan punggung ruas di belakang kepala. Tubuhnya berwarna cokelat gelap, sebesar biji durian, cembung di punggung dan bersisi lurus. Penyebaran spesies serangga ini sangat luas, mengikuti penyebaran kelapa, yaitu dari Asia Tenggara sampai Pasifik Barat Daya.

Sesuai dengan namanya, kumbang kelapa merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman kelapa. Kerugian telah banyak ditimbulkan oleh ulah kumbang ini yang menyebabkan terjadinya kerusakan kelapa. Kelapa yang terserang akan menunjukkan tanda-tanda yang khas yaitu kerusakan daun yang berbentuk potongan melintang sumbu anak daun. Potongan ini dilakukan oleh kumbang ketika daun masih kuncup, sehingga setelah daun mekar timbul potongan anak-anak daun. Serangan yang gawat menyebabkan daun hampir gundul dan hampir semua daun pada batang kelapa terkena serangan. Jenis kumbang ini juga menyerang tangkai daun dan buah kelapa.

Telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap kumbang ini sehingga perilakunya telah banyak diketahui. Tempat berkembang biak yang umum bagi kumbang ini ialah pucuk batag kelapa mati. Uretnya yang giling melengkung berkembang di batang yang mati ini. Larva ini dapat berkembang pula di kayu-kayu yang membusuk, kompos dan timbunan bahan organik lainnya.

Kumbang Tanduk

A male Atlas beetle (Chalcosoma atlas) at the Omaha Henry Doorly Zoo, Omaha, Nebraska.

Disebut sebagai nama kumbang tanduk karena pada pejantannya terdapat cuatan berbentuk tanduk dan cula. Cula terdapat tunggal pada kepala dan sepasang tanduk terletak pada perisai punggungnya (pronotum). Kumbang yang bernama latin Chalcosoma atlas ini banyak dipelihara oleh manusia karena bentuk tubuhnya yang unik tersebut.

Tanduk dan cula ini hanya terdapat pada pejantannya saja. Kumbang tanduk jantan warna tubuhnya hitam mengkilap dengan panjang sekitar 10 cm dan lebar 4-5 cm. Sedangkan kumbang betina berukuran lebih kecil, berwarna hitam kusam. Jenis kumbang ini tersebar di Asia Tenggara, mulai dari Birma sampai Maluku, terutama di tempat-tempat yang banyak terdapat kelapanya.

Kumbang tanduk seringkali ditemukan pada karangan bunga kelapa dan sedang menghisap cairan buah yang terdapat di antara karangan bunga ini. Sedangkan fase larvanya terdapat pada sampah, persemaian yang menggunakan kompos atau pada timbunan bahan organik lainnya. Daur hidup kumbang ini tidak berbeda jauh dengan jenis kumbang yang menjadi hama pengganggu kelapa lainnya.

Categories: Hewan