Categories: Hewan

Jenis Kucing Hutan

Kucing hutan merupakan jenis kucing yang hidupnya tersebar di seluruh hutan di dunia. Tetapi kebanyakan jenis kucing hutan ini telah mengalami ancaman kepunahan dan sebagian besar telah masuk ke daftar merah IUCN (IUCN Red List). Kucing hutan sendiri semakin langka akibat adanya perburuan liar serta yang semakin berkurang habitat yang dapat mereka tempati karena lahan yang dirusak tanpa pandang bulu dan dijadikan bangunan.

Menurut ahli flora dan fauna Indonesia Adi Nugroho, ada 28 jenis dari kucing hutan yang tersebar di seluruh dunia. Meskipun begitu, tidak semuanya bisa dipelihara karena seperti yang telah saya sebut diatas, mayoritas telah terancam kepunahan sehingga masuk kedalam hewan yang dilindungi.

Jenis Kucing Hutan yang Boleh Dipelihara

Ada beberapa kucing hutan yang masih bisa kamu tangkap dan pelihara, penasaran? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kucing Bengal

Kucing bengal satu ini merupakan jenis kucing hutan yang berasal dari Amerika Serikat tepatnya di California. Kucing jenis ini merupakan hasil dari kawin silang antara american shorthair dengan kucing asian leopard. Ukuran tubuh dari kucing satu ini panjang dan juga memiliki otot yang kuat. Bulunya yang berwarna coklat dan hitampun sangat rapat dan halus.

Kucing satu ini memiliki sifat yang diidam-idamkan oleh seluruh pecinta kucing. Kucing ini sangat cerdas dan pemberani. Satu hal lain yang menjadi favorit para pecinta kucing dari kucing bengal adalah sifatya yang suka dengan air dan suka mandi. Para pemilik kucing bengal ini tidak perlu repot dalam memandikannya.

Kucing Kuwuk

Kucing kuwuk sendiri merupakan kucing hutan yang banyak ditemukan di daerah Asia Selatan dan juga Asia Timur. Kucing ini memiliki corak seperti macan tutul atau leopard dis sekujur tubuhnya. Hewan satu ini masuk dala daftar hewan yang dilindungi. Jika kamu ingin memeliharanya, kamu harus memiliki sertifikat resmi dari pemerintah dan juga harus benar-benar merawatnya dengan baik.

Warna bulu dari kucing kuwuk ini bermacam-macam. Di wilayah Asia Selatan sendiri kebanyakan kucing kuwuk warnanya didominasi oleh warnacoklat kekuningan. Sedangkan di wilayah Timur dan Utara, warnanya dominan abu-abu puca yang sedikit glowing. Jenis Kucing Hutan satu ini merupakan hewan nockturnal yang aktif di malam hari dan juga memiliki fisik yang kuat dan suka berburu.

Kucing Hutan Norwegia

Kucing hutan yang identik dengan ketangguhan dan kekuatan fisiknya berbeda dengan kucing satu ini. Kucing hutan Norwegia memiliki sifat yang lembut dan ramah serta sangat suka dengan manusia. Kucing satu ini juga memiliki ukuran yang jumbo dan juga bulunya yang sangat tebal Bulunya yang tebal juga tahan terhadap air. Jadi ketika memandikannya kamu akan membutuhkan tenaga yang sedikit ekstra. Kucing hutan Norwegia beratnya dapat mencapai lebih dari 10 kg, ukurannya yang besar ini membuatnya dimasukkan ke dalam jenis kucing besar.

Related Post

Jenis kucing hutan satu ini sering dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga untuk menjaga rumah dan mengusir tikus. Hal ini dikarenakan kucing satu ini memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi dan juga sangat cepat belajar. Meskipun manja, kucing hutan satu ini juga kurang suka dipangku. Kucing ini juga cerewet ketika apa yang diberikan tidak sesuai dengan keinginannya dengan mengeluarkan suara ngeong yang keras.

Jenis Kucing Hutan Langka

Selain beberapa jenis kucing hutan yang boleh dipelihara di atas. Banyak juga yang populasinya di alam liar sudah sangat terbatas, sehingga anda tidak bisa sembarangan memilikinya dikarenakan adanya perlindungan Undang-Undang. Untuk memiliki kucing hutan yang telah langka ini dibutuhkan prosedur yang ketat dan rumit serta harus bisa memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh pemerintah.

Beberapa jenis kucing hutan yang telah langka tersebut, diantaranya :

Kucing Batu

Kucing yang nama latinnya Pardofelis marmorata ini telah masuk ke dalam daftar spesies yang terancam punah IUCN. Secara penampilan fisik, kucing batu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kucing kampung. Perbedaaanya yang terlihat jelas ada di masalah motif bulunya yang mirip seperti macan. Selain itu ia memiliki telinga yang bulat dan ekor yang sangat panjang. Panjang ekornya ini bahkan setara dengan panjang kepala dan tubuh yang dimilikinya. Ia memiliki bulu yang tebal dan lembut

Populasi kucing batu di seluruh dunia telah sangat mengkhawatirkan. Diduga populasinya di alam liar hanya tinggal tersisa sekitar 1.000 pasang saja. Persebarannya ada di pegunungan Himalaya, Nepal, India, Kamboja dan Indonesia.

Kucing Emas Asia

Orang barat sering menyebutnya dengan sebutan temminck, ia merupakan jenis kucing hutan yang persebarannya ada di wilayah Asia Tenggara. Ukuran tubuhnya sedikit lebih besar dari kucing kampung, yaitu sekitar 80 – 110 cm dengan berat badan antara 8 – 15 kg. Sesuai dengan namanya, bulu kucing ini berwarna cokelat keemasan dengan garis-garis putih dan hitam di bagian kepalanya.

Habitat alami kucing ini adalah daerah hutan yang banyak memiliki batu dan hutan hujan tropis. Terkadang kucing emas asia ini dapat dijumpai juga di daerah padang rumput. Sayangnya dikarenakan wilayah hutan di wilayah Asia Tenggara mengalami kerusakan secara cepat. Populasi kucing ini menjadi sangat terancam, ditambah lagi maraknya perburuan liar yang ditargetkan kepadanya. Hal itu disebabkan mahalnya harga kucing ini dalam perdagangan di pasar gelap.

Kucing Merah Kalimantan

Kucing yang merupakan hewan endemik pulau kalimantan ini populasinya sudah sangat terancam. Bahkan, walaupun sudah masuk kedalam hewan di lindungi sejak tahun 2002, populasi hewan yang bernama latin Catopuma badia ini terus turun. Dikutip dari wikipedia, pada tahun 2020 saja populasi kucing ini berkurang sebanyak 20%. Total populasi kucing merah kalimantan di seluruh dunia diperkirakan tinggal menyisakan 2.500 individu saja.

Ukuran kucing ini lebih kecil jika dibandingkan dengan kucing emas asia. Rata-rata panjang tubuhnya hanya sekitar 65 – 100 cm. Bulunya berwarna cokelat kemerahan di bagian punggungnya, sedangkan di bagian kaki dan ekor bulunya berwarna lebih pucat. Ia memilki ekor yang panjang dan runcing pada bagian ujungnya. Bagian bawah ekor kucing hutan ini berwarna putih, sedangkan atasnya cokelat kemerahan.