Categories: Hewan

Contoh Hewan Arthropoda Beserta Ciri-Cirinya

Dari semua hewan yang ada di dunia, Arthropoda merupakan kelompok yang memiliki keanekaragaman paling tinggi. Oleh sebab itu, menemukan contoh hewan arthropoda disekitar kita sebenarnya sangat mudah.

Pentingnya Hewan di Lingkungan

Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang dapat mendukung ekosistem. Dalam hal ini, tugas hewan sebagai makhluk yang turut memberikan peranan sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup di bumi. Hewan sebagai pihak yang berpartisipasi antara makhluk hidup didalam hubungan timbal balik lingkungannya. Agar mampu tercipta tatanan kehidupan yang setara dan dapat bertahan hingga saat ini, yaitu tatanan makhluk hidup yang utuh dan saling menguntungkan.

Oleh karena itu, tidak heran jika terdapat berbagai macam spesies hewan yang hidup di muka bumi ini. Berbagai jenis hewan sering kita temui sehari-hari, seperti hewan ternak, hewan buas, bahkan hewan yang memberikan manfaat tenaga bagi kehidupan sehari-hari, contohnya hewan yang membantu para petani. Hewan pengurai pun termasuk makhluk yang memiliki peran dalam lingkungan, ia dapat menyuburkan media tanam tanaman. Arthropoda sebagai kelompok hewan terbesar juga turut membantu dalam keseimbangan ekosistem alam.

Apa itu Arthropoda?

Arthropoda merupakan hewan yang diketahui sebagai salah satu anggota invertebrata. Invertebrata sendiri adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Ciri fisik dari hewan arthropoda ini terletak pada bagian penyusun serta bentuk tubuhnya. Di mana hewan arthropoda mempunyai exoskeleton, exoskeleton merupakan sebuah penyangga tubuh yang dapat melindungi hewan. Kemudiaan ciri selanjutnya adalah tubuh yang sudah tersegmentasi dan mempunyai sendi. Sendi ini berguna sebagai kerangka internal yang menjadi komponen pelengkap tubuh.

Beberapa contoh hewan arthropoda seringkali ditemui di kehidupan sehari-hari. Mulai dari hewan serangga seperti semut sampai, beberapa jenis hewan laut yang sering kita konsumsi seperti, udang dan lobster. Meskipun sangat sering ditemui, namun sebagian dari masyarakat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa saja perbedaan antara hewan arthropoda dengan hewan yang bukan. Terdapat berbagai hewan yang termasuk sebagai kelompok hewan arthropoda.

Ciri – Ciri Arthropoda

Sebelum kita mengetahui apa saja ciri dari hewan arthropoda, sebaiknya jika kita mengenal terlebih dahulu pengertian dan hewan arthropoda serta apa yang dimaksud dengan hewan arthropoda itu. Seperti yang telah dijelaskan pada awal materi sebelumnya, bahwa hewan arthropoda merupakan yang termasuk dalam kelompok hewan invertebrata, hewan invertebrata adalah jenis hewan yang tidak mempunyai tulang belakang.

Didalam tubuh hewan arthropoda sendiri memiliki zat yang terdiri dari eksoskeleton, kemudian tubuh hewan ini merupakan tubuh yang tersegmentasi, serta mempunyai sendi pada bagian-bagian tertentu, yang turut melengkapi komponen tubuh pada hewan arthropoda. Hewan invertebrata ini mempunyai ciri khas cangkang, cangkang ini terdapat pada bagian tubuhnya. Cangkang yang dimiliki hewan ini berfungsi sebagai pelindung kulit luar, cangkang ini terbuat dari bahan yang secara alamiah mereka buat sendiri. Bahan pembuat cangkang ini disebut dengan chitin, chitin ini memiliki bentuk yang keras dan kuat.

Hewan arthropoda ini mempunyai sistem organ sendiri yang berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan hewan-hewan invertebrata jenis lain. Oleh karena itu, tidak heran jika semut adalah salah satu bagian dari hewan satu ini, karena semut adalah hewan yang bercangkang dan berukuran kecil, akan tetapi hewan ini tidak dapat memompa seluruh oksigen melewati darahnya untuk disalurkan ke seluruh jaringan tubuh melewati oksigen.

Anda perlu mengetahui karakteristik ataupun ciri dari hewan arthropoda yang berada dilingkungan hidup kita sehari-hari. Berikut adalah beberapa ciri dari hewan arthropoda yang sering ditemui :

  1. Bagian dari exoskeleton atau sebuah rangka luar yang terbuat dari bahan chitin, kerangka ini biasanya digunakan oleh lobster.
  2. Hewan yang memiliki tungkai atau kaki bersendi yang dapat menyambung dari sendi satu dengan sendi yang lain sehingga memungkinkan untuk hewan ini melakukan sebuah gerakan.
  3. Mempunyai badan yang sudah tersegmentasi atau badan yang sudah terbagi menjadi beberapa bagian.

4 Contoh Hewan Arthropoda

Ada banyak sekali contoh hewan arthropoda yang bisa kita temukan di sekitar kita. Beberapa diantaranya yang sering kita temui adalah laba-laba, lobster, kupu-kupu dan semut.

Semut

Semut merupakan salah satu contoh hewan arthropoda yang banyak ditemukan di sekitar kita. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa semut mempunyai beberapa bagian tubuh yang sesuai masuk ke dalam ciri-ciri dari hewan arthropoda.

Related Post

Di Bagian luar tubuh semut sendiri memiliki zat yang bernama exoskeleton. Exoskeleton berfungsi sebagai sebuah rangka. Rangka luar yang keras ini berfungsi melindungi tubuh semut. Semut juga memiliki kaki yang bersendi. Tidak hanya itu, bagian tubuhnya sudah tersegmentasi dengan baik, yaitu terdiri dari rongga dada, perut dan kepala.

Semut merupakan jenis hewan arthropoda sekaligus sebagai hewan organisme eusocial. Eusocial sendiri berarti sebagai makhluk hidup yang berperilaku bersosial atau yang dipahami sebagai perilaku hewan yang hidup bersosial dengan sesama jenisnya (biasanya berkoloni).

Karena semut ini biasa membentuk sebuah koloni (kerajaan) dan saling membantu satu sama lain, biasanya koloni ini akan dipimpin oleh seorang ratu, Ratu bertugas menjaga kelangsungan hidup sebuah koloni yang dipimpinnya. Perlu diketahui, bahwa tidak semua hewan kelompok arthropoda mempunyai perilaku eusocial. Oleh karena itu semut merupakan hewan arthropoda berbeda dari yang lain.

Laba-laba

Contoh hewan arthropoda selanjutnya adalah hewan laba-laba. Siapa yang tidak kenal dengan hewan yang identik dengan wanita ini ? Sama seperti hewan semut, laba-laba juga memiliki zat yang bernama exoskeleton yang akan membuat sebuah rangka luar.

Rangka luar yang keras ini berfungsi melindungi tubuh laba-laba, tidak jauh berbeda dengan semut. Laba-laba juga memiliki kaki yang bersendi. tidak hanya itu, bagian tubuhnya sudah tersegmentasi dengan baik, yaitu terdiri dari rongga dada, perut dan kepala. Hewan yang satu ini sangat unik, karena tidak hanya memangsa hewan yang lebih kecil tetapi juga sesamanya.

Biasanya laba-laba menggunakan jaring lengket yang dibuat olehnya sendiri untuk menangkap calon mangsanya. Mangsanya kemudian akan tidak berdaya karena kehabisan energi. Setelah tidak berdaya, hewan yang terjerat di sarangnya akan menjadi santapan laba-laba. Laba-laba juga mempunyai  kaki panjang yang bersendi  serta dapat melengkung yang membuatnya bisa melompat dengan kecepatan tinggi. Kecepatan lompat laba-laba menjadi salah satu nilai tambah sehingga bisa menangkap mangsanya.

Lobster

Contoh hewan arthropoda yang ketiga adalah Lobster. Walaupun memiliki bentuk yang berbeda, siapa sangka lobster juga termasuk hewan arthropoda sama seperti semut dan laba-laba. Di sini, lobster juga memiliki ciri-ciri arthropoda yang telah disebutkan diatas.

Lobster memiliki zat yang bernama exoskeleton yang mampu membuat sebuah rangka. Lobster juga memiliki kaki yang bersendi. Tidak hanya itu, bagian tubuhnya sudah tersegmentasi dengan baik, yaitu terdiri dari rongga dada, perut dan kepala.

Desain tubuh lobster sudah sedikit berevolusi dalam kurun waktu yang sangat lama yaitu 100 juta tahun terakhir. Beberapa jenis dari sistem anatomi tubuh lobster pun terbilang berbeda dengan hewan-hewan arthropoda lain. Lobster memiliki ginjal yang terletak di bagian kepala, ia juga memiliki otak yang terletak di bagian tenggorokan, serta gigi yang terdapat di bagian perutnya, dan kaki lobster yang dapat merasakan sumber suara

Kupu-kupu

Contoh hewan arthropoda terakhir yang akan saya ulas adalah kupu-kupu. Hewan ini juga termasuk kedalam salah satu jenis hewan arthropoda yang diketahui orang dan bahkan cukup terkenal. Hal ini karena proses metamorfosis yang dimilikinya, proses metamorfosis yang dilakukan oleh kupu-kupu sangat panjang dari mulai ulat sampai menjadi sebuah kupu-kupu.

Setelah hewan ini berubah menjadi kupu-kupu dewasa, kupu-kupu memiliki zat yang bernama exoskeleton yang mampu membuat sebuah rangka luar. Rangka luar yang keras ini berfungsi melindungi tubuh kupu-kupu. Hewan ini juga memiliki kaki yang bersendi dan bagian tubuhnya sudah tersegmentasi dengan baik.