Categories: Virus

Ciri Ciri Virus

Berbicara mengenai ciri ciri virus, tentu yang ada di benak mayoritas kita adalah sebuah makhluk yang berukuran sangat kecil. Virus memang merupakan organisme terkecil yang ada di dunia dan bahkan tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya.

5 Ciri Utama Virus

Beberapa hal yang menjadi ciri ciri dari virus diantaranya berukuran sangat kecil, bersifat patogen, memiliki bentuk dan struktur yang khusus. Dalam artikel ini saya akan mencoba mengulas tentang kelima hal diatas.

Ukuran Virus

Ukuran tubuh virus sendiri sangatlah kecil yaitu sekitar 10-3000 milimikron atau setara dengan (1 milimikron = 10-6 mm = 10-9 m ). Virus terkecil yang pernah ditemukan saat ini berukuran 20 nm, ukurannya tersebut lebih kecil dari ribosom. Ukuran virus yang berkisar antara 20 hingga 300 nanometer tersebut membuatnya tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Jika dibuat sebuah garis sepanjang 1 sentimeter, ternyata dapat diisi oleh 330.000 hingga 5.000.000 virus.

Karena tubuh dari virus ini sangatlah kecil, virus hanya dapat dilihat melalui alat khusus yaitu :

  1. Observasi, yaitu dengan cara melihat langsung virus tersebut menggunakan mikroskop elektron. Kita perlu mengambil sedikit sayatan ataupun ekstrak dari jaringan makhluk hidup yang sudah terinfeksi oleh virus yang akan kita amati.
  2. Filtrasi, yaitu melalui sebuah selaput kolodion pada porositas bertingkat. Serangkaian selaput yang ukuranya berbeda-beda dapat dilewatkan oleh sediaan virus.
  3. Sedimentasi dalam ultrasentrifugasi, yaitu pencampuran sel virus ke dalam suatu cairan kimia. Setelah itu membuat pengendapan partikel hingga yang tersisa ukuran partikel yang murni.
  4. Pengukuran perbandingan, metode ini dapat digunakan sebagai contoh acuan , yaitu membandingkan beberapa ukuran virus satu dengan virus yang lain.

Bentuk Tubuh Virus

Virus mempunyai bentuk yang berbeda-beda, ada virus yang berbentuk seperti oval (peluru), seperti huruf T, berbentuk batang, filamen (benang) dan yang terakhir (polihedral). Virus yang berbentuk batang misalnya TMV (Tobacco Mosaic Virus), virus yang berbentuk seperti peluru dengan ujung oval, misalnya virus penyakit rabies (Rhabdovirus ). Virus hiv (human immunodeficiency virus)memiliki bentuk yang bulat.

Struktur Tubuh Virus

Struktur tubuh virus berbeda dengan sel-sel makhluk hidup lainya. Di dalam struktur virus tidak memiliki  dinding sel, inti, sitoplasma, hingga membran sel yang terdapat pada makhluk hidup lainnya. Virus sendiri mempunyai partikel yang disebut virion. Selain itu tubuh virus terdiri dari partikel yang tidak  dapat dikristalkan, sifatnya ini seperti benda mati. Virus juga dapat  memperlihatkan sikap-sikap seperti makhluk hidup contohnya replikasi diri (melahirkan ), ketika berada di dalam sel tubuh inang lainya.

Sebagai contoh yaitu ketika virus membentuk bakteriofag yang berbentuk huruf T, mempunyai bagian tubuh lain, seperti ekor, leher dan kepala. Terdapat kapsid pada bagian kepala sampai ekor , kemudian terdapat juga asam nukleat di dalamnya, asam nukleat ini berfungsi untuk memperbanyak virus, setiap inang yang sudah terpapar asam nukleat akan dengan sendirinya melahirkan virus-virus baru.

Kapsid sendiri merupakan kulit protein yang menyelubungi genom virus. Kapsomer sendiri merupakan selubung terluar virus yang tersusun dari subunit protein yang berada di kapsid dan selubung ekor. Genom sendiri merupakan (kumpulan gen) virus, kumpulan gen dalam virus ini tergantung jenisnya. Ada virus yang hanya memiliki DNA saja, RNA saja dan ada pula yang memiliki keduanya.

Related Post

Virus-virus yang hanya mengandung DNA contohnya Adenovirus, Herpes simplex virus, Parvovirus, Virus Rubella, Paramyxovirus, Papovavirus . Sedangkan virus-virus yang mengandung RNA saja diantaranya adalah Hepatitis virus, Orthomyxovirus, Reovirus, Myxovirus, TMV, Reovirus, Rhabdovirus, dan yang terakhir Rotavirus.

Mampu Bermutasi Dengan Cepat

Virus mempunyai materi genetik yang sangat sederhana, sehingga memungkinkannya untuk bermutasi dengan sangat cepat. Selama tahun 2019 saja, terdeteksi sudah ada lebih dari 6.000 spesies virus yang sudah bermutasi.

Bahkan virus Covid-19 yang baru merebak 2 tahun belakangan ini telah bermutasi berkali-kali menyebabkannya memiliki banyak varian baru. Kemampuan bermutasi dengan sangat cepat ini seringkali membuat penanganan penyakit yang disebabkan oleh virus menjadi lebih sulit.

Dari total jutaan virus yang saat ini sudah tersebar di lingkungan, tidak diketahui secara jelas asalnya. Beberapa di antaranya diduga merupakan plasmid (potongan DNA) yang sudah bermutasi. Ada juga yang berpendapat bahwa virus lain mungkin berasal dari DNA bakteri yang terlepas dan bermutasi.

Bersifat Parasit Obligat

Organisme ini bersifat parasit obligat dan hanya bisa bertahan hidup di dalam tubuh inangnya. Virus bereproduksi di dalam sel inang mahluk lain yang masih hidup, dengan cara menempel dengan calon inang nya. Inang yang dapat ditempeli oleh virus hanyalah makhluk hidup,  contohnya seperti manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri. Ketika sudah terinfeksi oleh virus, sel inang akan di ambil oleh oleh virus. Setelah itu, sel inang yang telah dikuasai ini akan dibuat untuk bisa menghasilkan ribuan sel virus yang baru.

Siklus hidup virus

Dalam kehidupannya, virus memiliki dua siklus hidup yang berbeda. Kedua siklus hidup yang ada pada virus tersebut adalah siklus litik dan siklus lisogenik.

Siklus litik

Siklus litik adalah siklus replikasi (memperbanyak virus) yang disertai dengan matinya sel inang lama setelah virus baru terbentuk. Anakan virus baru Siklus litik akan berhasil menjadi inang setelah pertahanan sel inang lemah. Proses infeksi virus hingga tahap replikasi virus berlangsung cepat. Virus virulen adalah virus yang mampu bereproduksi secara litik. Sel inang akan memproduksi banyak virus baru didalamnya, setelah itu sel inang akan terpecah dan menyebarlah virus baru tersebut ke sel lainnya.

Siklus lisogenik

Siklus lisogenik akan terjadi jika sel inang mempunyai pertahanan yang lebih baik dari daya infeksi sehingga sel inang tetap kuat dan tidak muda pecah. Bahkan sel inang yang telah terinfeksi ini dapat bereplikasi secara normal (membelah). Dalam siklus lisogenik ini, DNA virus akan masuk ke dalam DNA sel inang sehingga akan ikut tereplikasi.

DNA atau RNA virus yang ada di dalam sel inang ini kemudian berinteraksi membentuk sebuah profag. Profag ini kemudian dapat menjadi kedua sel anak melalui proses reproduksi. Jika profag ini aktif pada tubuh sel anak inang maka virus akan mengalami reproduksi secara litik (membelah).