Cara Merawat Bunga Krisan Agar Tumbuh Subur

Sebelum kita membahas mengenai cara merawat bunga krisan, tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih dahulu seputar tanaman ini. Bunga krisan berasal dari nama latin Chrysanthemum, yaitu Chryos berarti emas dan Anthemon artinya bunga. Sehingga krisan disebut juga sebagai bunga emas (golden Flower). Bunga ini merupakan salah satu bunga yang paling populer dan disukai di dunia. Hal tersebut karena banyak varietas bunga ini yang memiliki warna dan bentuk berbeda.

Sejarah Bunga Krisan

Tanaman bunga krisan diduga berasal dari daratan Cina. Hal itu dikuatkan dengan ditemukannya sumber daya genetik krisan kuning (Chrysanthemum indicum), krisan ungu dan pink (C. morifolium) dan krisan bulat (C. daisy). Konon budidaya krisan pertama kali dilakukan di negeri ini pada 3000 tahun sebelum Masehi dan merupakan spesies alami dari daratan Asia Timur. Krisan mulai dibudidayakan di Jepang sejak abad ke 4 masehi, pada tahun 797 bunga ini dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. tahun 1735, seorang ahli botanis Swedia bernama Karl Linnaeus mengintroduksi tanaman ini ke negara-negara barat. Tahun 1795 krisan dari Tiongkok dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan prancis.

Tanaman krisan yang tertua adalah krisan tiongkok yang bentuknya mirip dengan bunga daisy. Tanaman tersebut telah dikultivaasikan sekitar 2.500 tahun sebelum dikenalkan ke Eropa. Bunga ini berperan penting dalam kehidupan ataupun kebudayaan Tiongkok dan Jepang selama 3.000 tahun yang lalu. Pada tahun 1801 Mr. Colvil dari Inggris mengembangkan delapan varietas krisan bunga baru yang cukup terkenal hingga sekarang. Jenis bunga krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. Sebelumnya banyak pembudidaya yang berasal dari Eropa mencoba memulaikan beberapa jenis krisan lokal. Di Amerika, Smith sudah mencoba menyilangkan sendiri varietas-varietas komersial sejak tahun 1889. Tidak kurang dari 500 varietas dihasilkannya, beberapa diantaranya masih bertahan hingga sekarang.

Cara Merawat Bunga Krisan

Krisan termasuk ke dalam jenis bunga yang agak sulit dirawat. Ia membutuhkan beberapa perawatan khusus yang perlu diperhatikan, contohnya saja tanaman ini tidak dapat berbunga ketika suhu lingkungannya berada di atas 20 C. Oleh sebab itu, para tanaman ini biasanya hanya bisa hidup dengan baik pada daerah dataran tinggi. Beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam cara merawat bunga krisan diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Media Tanam

Media tanam merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi bisa tidaknya tanaman krisan tumbuh dengan baik. Media tanam yang baik untuk menanam tanaman ini adalah yang memiliki tekstur lempung berpasir, memiliki unsur hara yang subur, gembur, memiliki kelembapan tinggi dan drainase serta aerasi yang baik. Media tanam yang baik untuk digunakan diantaranya adalah campuran tanah dan bahan organik daun bambu dengan perbandingan 1 : 1. Komposisi media tanam tersebut sudah terbukti menjadi salah satu yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman ini.

Selain menggunakan campuran tanah dan daun bambu,anda juga bisa menggunakan campuran daun bambu dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2. Jika media tanam ini yang anda pilih, maka anda perlu memastikan pupuk kandang yang anda gunakan telah matang betul. Pupuk kandang yang masih belum matang, justru akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman anda.

2. Lokasi

Lokasi merupakan hal yang sangat penting di dalam cara merawat bunga krisan. Seberapa keras anda merawat tanaman anda, apabila lokasinya tidak tepat maka ia tidak dapat tumbuh dengan subur. Bunga ini termasuk ke dalam jenis tanaman yang membutuh sinar matahari secara terus menerus. Semakin banyak sinar matahari yang di dapatkannya maka semakin baik pulalah pertumbuhannya. Hanya saja ia termasuk ke dalam jenis tanaman yang tidak terlalu tahan panas, sehingga ini juga menjadi sebuah dilema tersendiri.

Oleh sebab itu, tanaman bunga krisan hanya bisa tumbuh subur di daerah dataran tinggi yang memiliki udara sejuk. Tempatkan tanaman anda pada daerah yang terkena sinar matahari, khususnya sinar matahari tidak langsung. Oleh karena itu, banyak pembudidaya krisan yang menempatkan tanaman yang dibudidayakannya pada rumah kaca atau plastik. Rumah kaca atau plastik ini juga berfungsi untuk melindungi tanaman dari terkena air hujan secara langsung yang dapat mengakibatkan robohnya tanaman.

3. Air

Air merupakan sebuah elemen penting dalam semua makhluk hidup, karena sebagian besar tubuh makhluk hidup terdiri akan air. Begitu pula tanaman krisan, sehingga anda perlu terus menjaga media tanamnya agar tetap lembab sehingga kebutuhan airnya dapat terpenuhi. Walau air merupakan sebuah elemen yang penting, hindari memberi air secara berlebihan karena akan memancing datangnya bakteri dan jamur sehingga tanaman mudah terkena penyakit. Siramlah tanaman anda ketika media tanamnya mulai mengering saja, jika media tanamnya terlihat masih lembab maka anda tidak perlu menyiraminya di hari tersebut.

4. Pupuk

Pupuk memiliki fungsi untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman, sehingga kebutuhannya tercukupi. Pupuk yang baik bagi bunga krisan adalah pupuk organik karena selain menyediakan unsur hara, ia juga dapat memperbaiki struktur tanah yang menyebabkan nitrogen dapat dibentuk oleh mikroba tanah secara berkala. Dengan begitu, kandungan nitrogen ini akan terus bertambah sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara makro ini bisa tercukupi.

Selain menggunakan pupuk organik, anda bisa juga menggunakan pupuk kimia. Gunakanlah pupuk yang memiliki kandungan unsur hara lengkap seperti pupuk mutiara untuk mempermudah pemberian pupuk dan memastikan tanaman anda mendapatkan nutrisi yang cukup lengkap. Pemberian pupuk ini dapat dilakukan pada awal penanaman dan setiap 2 bulan sekali, untuk bisa memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman

5. Pemotongan Kuncup Bunga

Pemotongan kuncup bunga yang pertama muncul perlu dilakukan agar semakin banyak bakal bunga yang tumbuh menjadi bunga baru. Akan tetapi cara merawat bunga krisan ini memiliki efek negatif sendiri, yaitu bunga yang muncul biasanya berukuran lebih kecil tetapi dalam jumlah banyak. Bila anda menginginkan tanaman anda memiliki bunga yang berukuran besar, maka sebaiknya anda memotong kuncup bunga lain yang baru tumbuh dan mempertahankan bunga yang pertama muncul saja. Hal itu akan menyebabkan semua nutrisi yang dimiliki tanaman akan difokuskan kepada satu bunga saja sehingga pertumbuhannya bisa menjadi lebih optimal.

Itulah beberapa cara merawat bunga krisan yang perlu anda perhatikan agar tanaman hias anda tersebut bisa tumbuh dengan subur dan baik.