Jenis Burung Tledekan

Burung Tledekan merupakan salah satu jenis burung kicau berukuran kecil yang cukup banyak peminatnya di Indonesia. Tledekan sendiri merupakan bahasa Indonesia dari burung yang bernama latin Cyornis. Ini merupakan sebuah genus anggota dari Famili Muscicapidae dan Ordo Passeriformes. Genus burung ini hidup secara alami di kawasan Asia Tenggara dan beberapa negara di sekitarnya seperti India dan China.

Tledekan memang memiliki pamor yang tidak sementereng jenis burung kicau top, seperti love bird, jalak ataupun kacer. Walau begitu, burung ini memiliki karakter yang khas, misalnya saja kemampuan fighting yang dimilikinya. Burung ini terkenal memiliki semangat bertarung yang tinggi, sehingga tak jarang membuat para penggemar burung jatuh cinta terhadapnya. Hanya saja, menjinakan burung ini terkenal cukup sulit sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemeliharanya.

Jenis Burung Tledekan

Menurut ahli biologi alumni UGM, Adi Nugroho, terdapat 36 jenis burung tledekan yang telah teridentifikasi di seluruh dunia. Kita sebagai warga negara Indonesia harus bersyukur, karena mayoritas spesies burung ini hidup di kawasan hutan yang berada di nusantara. Jadi wajar saja apabila burung ini cukup populer di masyarakat, karena memang habitat alaminya berada di sekitar lingkungan kita.

Beberapa jenis burung Tledekan yang paling banyak dipelihara masyarakat Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut :

Burung Tledekan Gunung

Burung yang bernama latin Cyornis banyumas memiliki ukuran tubuh sekitar 15 cm ketika dewasa. Bagian atasnya berwarna biru (bisa terang ataupun gelap), sedangkan bagian kening, bahu dan sayapnya berwarna biru pucat. Bagian dada, dagu, panggul dan tenggorokannya berwarna kuning jingga, sedangkan bagian penutup ekor hingga perutnya berwarna putih. Ketika kita memperhatikan area di sekitar matanya, terlihat ada buru berwarna kehitaman disana. Bulu kehitaman tersebut seringkali tidak kelihatan, apalagi jika burung yang kita amati memiliki warna biru gelap pada bulu bagian atas tubuhnya.

Dahulu kata, Burung tledekan gunung banyak sekali hidup secara alami di daerah pegunungan sekitar kabupaten Banyumas. Hal itulah yang menyebabkan mengapa Banyumas menjadi nama spesies dari jenis burung Tledekan ini. Sayangnya, saat ini kita akan kesulitan untuk menemukan Tledekan Gunung hidup secara alami disana. Hal itu dikarenakan perburuan akan Tledekan Burung sangat masif di Banyumas ketika tahun 2000an. Di kala itu, kepopuleran burung tledekan gunung begitu bagus sehingga menyebabkan harganya menjadi mahal. Harga yang mahal itu membuat banyak orang tergiur untuk memburunya secara besar-besaran.

Burung Tledekan Laut

Jenis burung kecil pengicau ini memiliki bulu tubuh yang begitu indah, khususnya pada yang berkelamin jantan. Bulu punggung, sayap dan ekor si pejantan ini berwarna biru mengkilap yang terlihat seperti warna laut. Hal itulah yang menyebabkan mengapa burung ini biasa dijuluki sebagai Tledekan Laut. Selain adanya bulu yang berwarna biru tadi, terdapat bulu berwarna hitam pada muka, tenggorokan dan dada bagian atas. Untuk bagian dada bawah, perut dan ekor bagian bawahnya, tledekan laut jantan memiliki bulu berwarna putih. Untuk sang betina, bulu bagian punggung dan ekor atasnya berwarna coklat keabu-abuan sedangkan bagian lain tubuhnya berwarna sama.

Related Post

Burung yang memiliki ukuran tubuh sekitar 17 cm ketika dewasa ini, banyak ditemukan di daerah hutan dataran hingga ketinggian 1.400 m dpl. Burung ini banyak ditemukan di perbukitan daerah jawa barat dan populasinya relatif masih cukup banyak hingga sekarang. Perburuan akan jenis burung tledekan ini memang cukup banyak, akan tetapi karena persebaran habitatnya cukup luas menyebabkan populasinya masih bertahan hingga sekarang. Selain di Indonesia, burung ini juga bisa ditemukan di Filipina, Thailand, Vietnam, China dan Korea.

Burung Tledekan Bakau

Jenis Burung Tledekan ini banyak dijumpai di daerah hutan bakau yang berada di pesisir pantai. Biasanya burung yang bernama latin Cyornis rufigastra ini hidup berpasangan di habitat alamnya. Pasangan burung ini seringkali terbang berduaan di sekitar hutan bakau yang menjadi habitatnya. Burung ini bentuk dan warna tubuh yang mirip dengan Tledekan Gunung, tetapi bagian dahinya tidak berwarna biru muda. Selain itu di bagian bawah tubuhnya, berwarna merah bata menggantikan warna putih yang ada pada tledekan gunung.

Walaupun tledekan bakau tidak sepopuler kedua saudaranya tledekan gunung dan laut sebagai burung peliharaan, tetapi perburuan terhadapnya tidaklah kalah masif. Harga burung ini yang relatif tidak terlalu mahal menyebabkan jarang ada yang mau membudidayakannya. Dengan begitu kebanyakan burung yang dijual adalah hasil tangkapan di alam liar yang akhirnya menyebabkan populasinya berkurang cukup banyak. Saat ini, populasi tledekan gunung telah masuk ke dalam kategori beresiko rendah menjadi punah versi IUCN.

Burung Tledekan Aceh

Jenis burung singkatan ini, dianggap sebagai salah satu yang terindah di famili Muscicapidae. Bagaimana tidak, burung endemik Sumatera ini memiliki warna bulu yang kontras.Bulu bagian atas tubuhnya berwarna biru mengkilap sedangkan bulu bagian bawahnya berwarna kuning dan putih. Keindahan bulunya jugalah yang menjadi daya tarik utama dari Tledekan Aceh, sedangkan kicauannya dianggap kurang begitu greget.

Burung ini biasanya hidup di daerah hutan sekunder dataran rendah yang ada di Pulau Sumatera, dengan ketinggian sekitar 150 hingga 200 m dpl. Saat ini, populasi burung Tledekan Aceh sudah masuk ke tahap kritis yang penyebab utamanya adalah berkurangnya habitat alami. Seperti yang kita ketahui, di Pulau Sumatera banyak sekali hutan sekunder dataran rendah yang dialihfungsikan menjadi perkebunan. Hal tersebut mengakibatkan Tledekan Aceh kehilangan tempat tinggal mereka, sehingga mereka kesulitan untuk berkembang biak. Apalagi di Pulau Sumatera juga sering terjadi kebakaran hutan yang mengakibatkan banyak burung Tledekan Aceh yang mati akibat kesulitan bernapas, tidak mendapatkan makanan ataupun mati karena kebakar.

Makanan

Di Habitat alaminya, Tledekan merupakan burung yang memakan serangga berukuran kecil. Anda yang memelihara jenis burung tledekan di rumah bisa memberikan serangga kecil seperti jangkrik, orong-orong, ulat hongkong, ulat bambu dan belalang sebagai makanannya. Hanya saja, saya lebih menyarankan anda untuk memberikan Voer buatan pabrik yang memiliki kadar protein 12%-18% kepada Tledekan peliharaan anda. Makanan dengan kadar protein tersebut, sangat cocok untuk metabolisme tubuh burung peliharaan anda tersebut. Voer yang memiliki harga mahal belum tentu lebih baik bagi burung anda, lebih baik anda memperhatikan kandungan protein, mineral dan vitamin yang ada di dalamnya.

Serangga berukuran kecil seperti jangkrik, kroto dan ulat hongkong masih bisa juga diberikan sebagai extra fooding. Tetapi saya menyarankan untuk memberikannya dalam jumlah sedikit saja, maksimal 3x seminggu. Pemberian serangga dalam jumlah terlalu banyak bisa menyebabkan Tledekan anda menjadi over birahi. Hal tersebut mengakibatkannya menjadi stress apabila birahi yang dimilikinya tidak tersalurkan. Penanganan over birahi yang salah dapat menyebabkan kematian pada burung peliharaan anda, sehingga masalah makanan ini juga perlu diperhatikan dengan baik.

 

Categories: Hewan