Bakteri Bacillus anthracis

Bacillus anthracisBakteri Bacillus anthracis merupakan penyebab penyakit antraks, sebuah penyakit yang masuk ke dalam golongan penyakit zoonologis yaitu golongan penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Bacillus anthracis termasuk ke dalam golongan gram positif, berspora (endospora), bersifat aerob fakultatif dan patogen obligat. Ia memiliki ukuran cukup besar untuk dibandingkan bakteri lainnya yaitu sekitar 1–1.5 × 3–10 μm.

Bakteri ini ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1877 dan pada tahun yang sama ia membuktikan bahwa Bacillus anthracis dapat menyebabkan penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini menimbulkan kerugian bagi peternak dan masyarakat luas. Pasalnya, hampir semua teernak mamalia yang memah biak seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, domba dan babi dan diserang oleh antraks.

Penyebaran Bacillus anthracis

Di alam biasanya bakteri Bacillus anthracis ini ada dalam keadaan dorman dalam bentuk endospora dan tersembunyi dalam tanah hingga mampu bertahan sampai 50 – 70 tahun. Bakteri yang tergolong makhluk bersel satu ini bisa terbangun kembali dari tidurnya ketika kondisi lingkungan sangat mendukung untuk menyebarkan penyakit pada hewan dan manusia.

Dengan kata lain, endospora yang ada di dalam tanah itu akan hidup kembali bila tanah tempat ia tinggal tergenang air atau datangnya musim hujan. Bakteri ini akan tumbuh kembali dan siap menyerang hewan yang ada di sekitarnya. Hebatnya lagi, bakteri ini dapat terserap oleh akar tumbuh-tumbuhan dan bahkan hingga dapat masuk ke dalam daun dan buah. Apa yang terjadi selanjutnya kita bisa menebaknya. yaitu pada akhirnya ia mampu menginfeksi ternak maupun manusia yang mengkonsumsinya.

Cara penyebaran lain yang dilakukan oleh bakteri ini ialah melalui bangkai ternak yang terinfeksi. Pada kondisi ini, ada miliaran Bacillus anthracis yang bisa memadat di darah dan organ-organ dalam ternak. Bahkan dalam sebuah sumber menyebutkan bahwa disinyalir di seluruh bangkai hewan tersebut dianggap mengandung bakteri penyebab penyakit antraks ini.

Dalam satu milimeter darah bangkai hewan yang terinfeksi, setidaknya mengandung satu milyar bakteri ini. Bila kuman ini terpapar oksigen, ia dengan segera akan mengubah dirinya dalam bentuk endospora. Bila sudah dalam bentuk endospora, dipercaya bakteri ini memiliki daya tahan tubuh yang lebih kebal dari sebelumnya. Bacillus anthracis yang dalam bentuk endospora inilah yang dapat hidup hingga 70 tahun lamanya.

Cara Infeksi

Masuknya bakteri Bacillus anthracis ke tubuh hewan umumnya melalui saluran pencernaan, kontak kulit atau melalui saluran pernafasan. Sedangkan pada manusia selain bisa menular melali kontak atau mengkonsumsi daging hewan ternak yang terinfeksi, penularan antar manusia bisa terjadi melalui udara yang tercemar endospora bakteri ini sehingga masuk ke paru-paru manusia.

Setelah masuk ke dalam tubuh inangnya, bakteri Bacillus anthracis akan menghancurkan sel-sel darah, baik pada manusia maupun hewan. Apabila gejala klinis sudah timbul, biasanya diikuti dengan kematian baik pada hewan maupun manusia. Untuk itu, orang yang mengkonsumsi daging hewan yang terinfeksi antraks akan sangat membahayakan. Apalagi jika kondisi daging hewan tersebut tidak dimasak terlebih dahulu secara sempurna.

Disini perlu menjadi catatan kita bersama bahwa antraks yang tersebar melalui saluran pencernaan jauh lebih berbahaya. Data membuktikan bahwa kematian akibat antraks melalui pencernaan presentasenya sekitar 20-50 persen. Jumlah itu tentu saja membuktikan bahwa penyakit ini sangat berbahaya dan bahkan lebih mematikan dari Covid-19 yang sedang menjadi pandemi saat ini.

Tanda-Tanda Terinfeksi Bacillus anthracis

Ada beberapa petunjuk yang bisa kita amati dari gejala penyakit antraks ini baik pada hewan maupun manusia. Untuk petunjuk pada hewan yang terinfeksi Bacillus anthracis ditandai oleh demam tinggi, gelisah dan gemetar. Sedangkan pada hewan yang menghasilkan susu, mengalami penurunan produksi. Selain itu, nafsu makan hewan yang terinfeksi juga akan mulai menghilang. Apabila telah keluar darah berwarna kehitaman dari anus, mulut, hidung atau saluran kemih maka dalam beberapa waktu kemudian hewan yang terinfeksi ini akan mengalami kematian.

Sementara tanda-tanda terinfeksi Bacillus anthracis pada manusia diawali dengan demam tinggi da bisa dilihat terdapat luka atau bisul pada kulit tangan atau kaki. Lebih spesifik lagi, pada manusia yang terinfeksi antraks akan muncul bercak-bercak hitam pada tubuhnya. Selanjutnya, ia akan mengalami muntah-muntah yang bercampur darah dan dibarengi dengan sakit perut serta mencret. Sistem pernapasan orang yang terinfeksi juga akan terasa sesak dan mengakibatkan sakit kepala dan kaku pada saat duduk. Hingga akahirnya, kesadaran akan menurun, mengalami kejang dan kemudian terjadi kematian. Tingkat penularan dan pemicu kematian penyakit jenis ini pada manusia mencapai angka 18 banyaknya. Hal ini berarti dari 100 kasus ada 18 orang yang meninggal.

Pengendalian Bacillus anthracis

Untuk menghindari timbulnya penyakit antraks, kita hendaknya selalu menjaga kebersihan kandang (sanitasi kandang). Lalu, hindari kontak dengan peralatan dan barang yang tercemar penyakit tersebut menjadikan alternatif pencegahan selanjutnya. Lakukan vaksinasi antraks secara total sebanyak paling tidak dua kali selama setahun.

Selanjutnya, pada hewan ternak yang terlanjut terinfeksi antraks harus dimusnahkan dengan cara dibakar dan dikubur dengan kedalaman cukup dalam. Jangan sekali-kali dipotong dan tidak boleh diotopsi (bedah bangkai). Adapun untuk keperluan pengambilan sampel laboratorium dapat dilakukan dengan swap darah pada lubang telinga dan hidung. Terakhir, yang sangat penting adalah daging dan bagian lainnya dari hewan yang terinfeksi bakteri ini tidak boleh dikonsumsi.

Untuk pencegahan pada manusia diusahakan jangan menyentuh atau mengkonsumsi bahan makann yang berasal dari hewan yang terinfeksi bakteri ini. Jangan lupa selalu mencuci bersih dan memasak bahan makanan sampai matang dan sempurna sebelum kita konsumsi.